ArRay
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 98490
- Sejak
- 1 Jun 2010
- Pesan
- 5.107
- Nilai reaksi
- 142
- Poin
- 63
Sosbud / Minggu, 1 Agustus 2010 10:44 WIB
Metrotvnews.com, Cilegon: Jajaran kepolisian Cilegon, Banten, belum berhasil menemukan Tekad Saputri, janda 22 tahun yang hilang di atas kapal Ferry BSP II. Warga Kampung Kuantan Sako, Kecamatan Logas, Tanah Datar, Kabupaten Kiantan Cingigi, Riau, mengalami gangguan jiwa.
"Kami belum menemukan Tekad Saputri," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak AKP Idrus Madaris, Ahad (1/8).
Pihak keluarga, ayah Tekad, Sukiman,67, dan istrinya Sutini binti Samsie,48, berharap putrinya dapat ditemukan.
"Saya sangat berharap sekali Tekad Saputri yang mengalami gangguan jiwa kembali berada dalam keluarga lagi," kata Sukiman.
Apalagi, terang dia, putrinya itu sudah memiliki anak perempuan berusia tujuh tahun.
"Saya sedih melihat cucu saya. Cucu saya itu yatim, sudah lama di tinggal bapaknya," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Ferry (Gapasdaf) Merak Togar Napitupulu mengaku masih melakukan upaya pencarian dan terus berkoordinasi dengan seluruh awak kapal penyeberangan di Merak.
"Saya prihatin atas musibah hilangnya Tekad Saputri. Sampai sekarang pun kami tidak tinggal diam, kami masih terus melakukan pencarian," terangnya.
Diketahui, Tekad Saputri hilang di atas kapal ketika kapal Ferry BSP II pada tanggal 21 Juli lalu yang sudah akan sampai di Dermaga Pelabuhan Merak. Ia berpamitan kepada kedua orangtuanya hendak ke toilet. Namun hingga kapal merapat ke dermaga Pelabuhan Merak, sosok Tekad Saputri tidak juga menampakan diri.
Sebelumnya, kedua orang tua Tekad Saputri ke Blora, Jawa Timur, pergi melakukan ziarah dan berobat atas gangguan jiwa yang di derita oleh anaknya tersebut.(Ant/DSY)
Metrotvnews.com, Cilegon: Jajaran kepolisian Cilegon, Banten, belum berhasil menemukan Tekad Saputri, janda 22 tahun yang hilang di atas kapal Ferry BSP II. Warga Kampung Kuantan Sako, Kecamatan Logas, Tanah Datar, Kabupaten Kiantan Cingigi, Riau, mengalami gangguan jiwa.
"Kami belum menemukan Tekad Saputri," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak AKP Idrus Madaris, Ahad (1/8).
Pihak keluarga, ayah Tekad, Sukiman,67, dan istrinya Sutini binti Samsie,48, berharap putrinya dapat ditemukan.
"Saya sangat berharap sekali Tekad Saputri yang mengalami gangguan jiwa kembali berada dalam keluarga lagi," kata Sukiman.
Apalagi, terang dia, putrinya itu sudah memiliki anak perempuan berusia tujuh tahun.
"Saya sedih melihat cucu saya. Cucu saya itu yatim, sudah lama di tinggal bapaknya," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Ferry (Gapasdaf) Merak Togar Napitupulu mengaku masih melakukan upaya pencarian dan terus berkoordinasi dengan seluruh awak kapal penyeberangan di Merak.
"Saya prihatin atas musibah hilangnya Tekad Saputri. Sampai sekarang pun kami tidak tinggal diam, kami masih terus melakukan pencarian," terangnya.
Diketahui, Tekad Saputri hilang di atas kapal ketika kapal Ferry BSP II pada tanggal 21 Juli lalu yang sudah akan sampai di Dermaga Pelabuhan Merak. Ia berpamitan kepada kedua orangtuanya hendak ke toilet. Namun hingga kapal merapat ke dermaga Pelabuhan Merak, sosok Tekad Saputri tidak juga menampakan diri.
Sebelumnya, kedua orang tua Tekad Saputri ke Blora, Jawa Timur, pergi melakukan ziarah dan berobat atas gangguan jiwa yang di derita oleh anaknya tersebut.(Ant/DSY)