Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Belum lama ini ada satu lagi kisah poligami yg jenaka & menyayat hati. Kisah ini mengenai seorang pria yg nekat menikah lagi padahal istri pertamanya sudah tidak dinafkahi selama berbulan-bulan. Coba bayangin, sang suami menghilang selama sembilan bulan meninggalkan istri & anak, & saat ditemukan sang suami tengah menggelar pesta perkawinan dengan wanita lain. Kurang edan apa coba?
Di jaman ini ada banyak sekali pria yg tertarik dengan poligami. Salah satu faktor pendukungnya adalah banyaknya seminar sukses poligami yg bertebaran di luar sana & (entah apakah mereka benar-benar ikut seminar atau tidak) pria-pria ini pun rajin mencari wanita untuk dinikahi.
Dan cuma dinikahi begitu saja. Tentunya perkawinan bukan cuma ijab kabul & malam perdana doang, yg paling penting adalah apa yg terjadi setelahnya, & apakah mereka sadar betul konsekuensi dari menjalin hubungan suami istri? Ini yg jadi pertanyaan.
Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, kok dapat si suami menikah lagi padahal statusnya di KUA masih sebagai suami orang? Jawabannya gampang aja, jalur belakang. Saya pernah dengar cerita tentang supir truk yg setiap harinya keliling Indonesia ternyata punya 5 istri yg pernikahannya tidak didaftarkan ke KUA (hanya resmi secara agama). Mungkin si suami ini juga cuma nikah secara agama doang.
Namun, banyak orang yg beranggapan (beralasan) bahwa untuk berpoligami tidak butuh ijin istri. Entah apakah itu benar atau tidak, ada satu hal lain yg jadi syarat sah poligami yakni mampu. Mampu menafkahi, sanggup melindungi, sanggup membimbing. Jika seorang suami tak sanggup mengerjakan ini maka tak peduli istri setuju atau tidak, poligaminya tidak sah.
Tapi namanya juga manusia, cuma mau lihat yg enaknya saja. Mungkin terpengaruh lagu senangnya dalam hati, jadi suka cari yg muda-muda & mengpakai agama sebagai alasan, padahal nilai agamanya di rapor aja tinta merah.
Jadi, untuk semua pria di luar sana, pikir-pikir ulanglah sebelum poligami. Poligami itu enaknya cuma di ranjang aja, ke depannya penuh derita, apalagi kalau penuh dengan dusta. Jika memang punya niat baik untuk mengangkat status janda (ini sunnah nabi lo) maka bicarakanlah baik-baik dengan istri pertama, pertimbangkan keuangan Anda & berdiskusi dengan keluarga calon istri, setujukah mereka?
Kalau mereka setuju & Anda sanggup ya Alhamdulillah, kalau tidak ya jangan dipaksa, ada banyak sunnah lain yg dapat Anda kerjakan. Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya
sumur Hari ini 08:25