Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dorna & juga FIM sudah sepakat untuk mengalihkan bahan bakar pada MotoGP dari yg sebelumnya 100% fosil, jadi 40 % fosil & 60 % non fosil.
Menariknya, kebijakan yg akan mulai diterapkan pada musim 2024 ini. Memberi kebebasan kepada para regu & juga rekanan bahan bakarnya untuk meracik bahan non fosil. Mereka boleh mengpakai sawit, kembang matahari, sintetis atau bahan lainnya.
Apa yg sebenarnya menciptakan pihak MotoGP memutuskan untuk merubah komposisi bahan bakarnya ? Ternyata, ini adalah bentuk dukungan untuk mengurangi emisi gas buang & pencemaran lingkungan yg memang sedang ramai di promosikan warga dunia.
Dorna sejatinya sudah menciptakan Moto E untuk langkah awalnya, namun Moto E sepertinya tidak menarik bagi beberapa penonton MotoGP karena kehilangan nilai yg selama ini dapat mereka nikmati.
Seperti suara bising knalpot yg tidak ditemukan pada gelaran Moto E. Biofuel sendiri bukan tanpa cela, seperti yg baru-baru ini terjadi contohnya. Ketika Yamaha mengajukan protes karena konsep biofuel artinya akan memaksa mesin kecil namun memiliki kompresi tinggi.
Yamaha melihat ini akan menciptakan bahan bakar boros, yg otomatis bakal memberikan opsi untuk para regu menaikan kapasitas tangki bahan bakar. Padahal, berat motor sangat berpengaruh dengan power dari motor.
Dan penggunaan biofuel pun juga dinilai dapat mengurangi HP dari motor-motor di MotoGP. Meskipun ada yg kontra, namun Repsol & juga Ducati sudah siap dengan regulasi baru ini.
Repsol bahkan masih jadi satu-satunya pemasok bbm yg sudah siap dengan komposisi biofuel. Ini tentu akan memberi keuntungan bagi Honda, kalau mereka masih menjalin kerja sama dengan Repsol.
Artikel Terkait : Selentingan Repsol Cabut Dari MotoGP Semakin Kuat
Dan 60% biofuel ini adalah langkah awal sebelum nantinya pada tahun 2027, MotoGP akan menerapkan 100% bahan bakar non fosil.
Kemarin 22:40