• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Plus Minus Skutik Murah TVS Dibanding Merek Jepang

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
bTH8i.jpg
Meski pasar motor matik nasional didominasi produsen Jepang, PT TVS Motor Company Indonesia (TMCI) tetap percaya diri model skutik pertamanya, Dazz, bisa memberikan perlawanan.

Motor yang diproduksi di kawasan industri Karawang, Jawa Barat, dengan harga Rp9,99 juta On the Road Jakarta, ditargetkan laku 1.500 unit per bulan.

Menurut Chief Marketing Officer PT TMCI Herry Budijanto Dragono, untuk masuk di pasar motor matik, TVS hanya ingin mengambil pasar sebesar satu persen, dengan melakukan penetrasi di desa-desa dan pelosok kota.

"Saat ini Dazz baru ditujukan di luar Pulau Jawa, seperti Lampung, dan Kalimantan Barat," kata Herry.

Walau lebih fokus di daerah, kata Herry, Dazz memiliki kelebihan dibandingkan kompetitor khususnya motor matik Jepang, yaitu berupa ban tubbles dan Charger Handphone.

"Untuk ban tubbles, karena masih banyak ranjau paku dan juga berkendara di malam hari. Sedangkan charger HP, karena masyarakat terutama anak muda tidak akan pernah lepas darigadget," jelasnya.

Ia menegaskan, harganya murah bukan berarti Dazz murahan. Itu dibuktikan dengan adanya garansi selama lima tahun ke konsumen.

"Kami juga buktikan dengan komitmen kami berupa adanya pabrik produksi dan perakitan di kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Ini merupakan invetasi kami," kata Herry.

TVS juga mengklaim bodi matik Dazz sangat kuat terhadap benturan. Itu sempat dibuktikan mereka, di mana bagian spakbor diinjak seorang wartawan yang beratnya mencapai hampir 100 kg. Hasilnya, spakbor tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan.

Pakai Karbu
Di tengah gencarnya produsen motor mengusung sistem injeksi pada model terbarunya, TVS Dazz justru tetap mengandalkan sistem pengapian karburator.

Lantas apa alasan TVS tetap hadirkan karburator untuk matik pertamanya?

"Sistem karburator tetap menjadi keunggulan TVS, lantaran konsumen dan pemilik bengkel masih banyak yang menginginkannya," kata Herry.

Dia menjelaskan, sebelum diluncurkan sudah dilakukan survei ke bengkel-bengkel umum di daerah-daerah dan pelosok, hasilnya masih banyak bengkel yang belum mempunyai special tools injeksi.

Herry juga beralasan, penggunaan sistem karburator pada TVS Dazz bukan berarti perusahaan asal negeri Hindustan itu tidak memiliki teknologi injeksi. Hanya saja, kata dia, masalah kualitas bahan bakar bensin yang digunakan di Indonesia masih kurang pas diterapkan pada sistem injeksi.

"Kita yakin bisa bersaing. Bahkan saat ini sudah mendapatkan pesanan sebanyak 500 unit," imbuhnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.