• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Plus & Minus MCU Phase 4

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Plus & Minus MCU Phase 4


Black Panther: Wakanda Forever akhirnya rilis & sedang trending pekan ini. Dengan begini, Marvel Cinematic Universe Phase 4 sudah berakhir. Marvel Studios menyajikan Phase 4 dengan cara yg berbeda dari fase-fase sebelumnya.

Kesuksesan MCU Phase 3 sudah menciptakan ekspektasi tinggi pada penggemar Marvel secara umum. Semakin ambius & berusaha memanjakan penggemar dengan banyak konten, mungkin pada titik ini Marvel Studios tampaknya berusaha terlalu keras & sudah menciptakan kita semua kelelahan.

MCU Phase 4 disebut-sebut sebagai fase terburuk dalam sejarah MCU. Dilansir dari Screen Rant, Kevin Feige menyatakan bahwa Ia setuju dengan kritik akan MCU Phase 4 yg berantakan. Sementara CBR menyebutkan bahwa Phase 4 mengecewakan. Bagi kita penggemar MCU yg berkutat di klub atau forum spesifik pembahasan MCU, pasti juga menemukan komentar-komentar negatif.

Meski masih banyak juga yg menikmati sajikan MCU Phase 4 dengan suka cita. Lantas, apa benar Phase 4 adalah fase terburuk dalam sejarah MCU?

Banyak superhero baru, namun tidak dipromosikan secara maksimal

Plus & Minus MCU Phase 4


Phase 4 menghadirkan cukup banyak superhero terbaru melalui film & serial. Mulai dari Eternals, serial Hawkeye sebagai umpan untuk memperkenalkan Kate Bishop, Shang-Chi, Moon Knight, Ms. Marvel, hingga She-Hulk.

Mungkin banyak dari penggemar MCU masih mengalami syndrome penolakan akan hal baru. Avengers merupakan unit superhero dengan formasi paling sempurna dalam sejarah MCU. Post Endgame sudah seperti keadaan pasca perang dalam semesta Marvel. Kebanyakan tabiat Avengers kini sudah pensiun, baik dengan akhir yg tragis maupun bahagia.

Namun, Marvel Studios belum berhenti & membutuhkan lineup superhero baru. Meski masih melanjutkan project turunan dari fase sebelumnya, kita juga mulai diperkenalkan dengan karakter-karakter baru. Sayang saja, format produksi konten MCU fase ini jadi format yg overwhelming & tidak memberikan perlakukan spesial pada setiap superheronya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Film & Serial Marvel untuk Penggemar MCU Baru

Contohnya saja Loki Finale pada 14 Juli 2021, satu pekan dengan perilisan Black Widow pada 9 Juli 2021. Kemudian tahun ini, Doctor Strange into the Multiverse of Madness pada 6 Mei, berdekatan dengan Moon Knight Finale pada 4 Mei.

Ketika Marvel berpikir bahwa semakin banyak konten, maka semakin baik, model perilisan ini justru berakhir memberikan akibat yg tidak solid pada setiap judul yg mereka rilis secara bertubi-tubi. Setiap konten di bawah naungan yg sama seakan berlomba untuk mendapatkan perhatian penonton.

Ada yg berhasil, namun tak sedikit yg berakhir diremehkan lepas dari kualitas konten yg sebetulnya masih menghibur. Fenomena ini semoga saja menyadarkan Marvel Studios bahwa pada akhirnya kualitas lebih unggul dari pada kuantitas.

Tidak merangkai koneksi, cuma menyajikan cameo sebagai fan service

Plus & Minus MCU Phase 4


The Avengers memiliki kunci sukses lebih dari sekadar komoditi mainstream seperti lagu pop yg sudah pasti diterima penggemarnya. MCU Phase 3 merupakan fase terbaik & berkesan karena koneksi yg diciptakan dari setiap proyek film. Lengkap dengan perkenalan karakter, berlanjut pada interaksi yg jadi awal dari pembentukan super tim, The Avengers. Cross over yg terjadi memiliki makna & kesinambungan yg memengaruhi cerita pada core-nya.

Howard Stark muncul dalam arch-story Captain America, kemudian di masa depan Tony Stark, anak Howard, tergabung dalam Avengers bersama Steve Rogers. Bagaimana setiap film disatukan dengan Infinity Stones menuju event Infinity War & Endgame. Memang klise & sederhana, namun fokus & menyajikan hiburan dengan eksekusi rapi serta klimaks yg berkesan dalam skala besar.

MCU Phase 4 tidak menghadirkan koneksi yg serupa. Kita mungkin melihat Wong sering muncul di setiap film & serial. Sudah seperti menggantikan cameo mendiang Stan Lee saja. Kemudian Daredevil dalam She-Hulk hingga Captain Marvel dalam Ms. Marvel. Sama seperti Stan Lee, mereka semua cuma tampil sebagai cameo.

Menimbulkan wow moment untuk beberapa saat saja, namun tidak membangun esensi yg mempengaruhi cerita pada core-nya. Berakhir sebagai fans service bagi penggemar Marvel.

Cinema vs. Konten

Plus & Minus MCU Phase 4


WandaVision jadi serial pembuka Phase 4 yg menimbulkan optimisme pada penggemar. Begitu pula dengan Loki sebagai serial tersukses MCU yg akan segera mendapatkan season keduanya.

MCU mulai melebarkan sayap ke platform streaming yg memang semakin populer pada era 2020-an. Semua film franchise akbar kini mulai merambat ke skena serial. Lihat saja The Lord of the Rings & Star Wars. Dengan begini, MCU sudah tidak lagi jadi bagian dari cinema saja, namun sudah merambat sebagai konten massal. Namun seiring berjalannya waktu, kita mulai merasa bahwa kebanjiran konten cuma bikin lelah.

Pada Oktober 2019, sutradara Martin Scorsese menciptakan pernyataan kontroversial dengan menyebut; film Marvel bukan cinema, dalam wawancara dengan Empire. Ia menyamakan MCU dengan taman hiburan, yg kemudian menciptakan julukan film Marvel sebagai theme park movie. Mengingat kata-kata dari Scorsese, mungkin MCU sekarang memang patut disebut sebagai theme park, dipenuhi oleh banyak konten bagaikan wahana yg memberikan genre & cita rasa yg berbeda.

WandaVision dengan eksekusi ala sitkom, breaking the fourth wall, serta skenario hero to villain. Kemudian ada serial paling depresif dalam MCU, Moon Knight. Sementara Ms. Marvel kental dengan vibe ala Gen Z serta representasi kaum minoritas. Kemudian ada Thor: Love and Thunder yg terlalu banyak komedi & Wakanda Forever yg serius & jadi ajang berkabung. Dan masih banyak lagi, setiap judul dalam MCU Phase 4 memiliki pola & vibes yg berbeda satu sama lain.

Bagaimana cara menikmati MCU Phase sebagai asupan hiburan?

Apakah Phase 4 sudah tidak tertolong & benar-benar era penuh dengan sampah yg tak layak untuk dinikmati? Kuncinya ada pada perspektif yg kita terapkan dalam menghadapi fase ini.

Pertama, kita harus dapat move on dari MCU Phase 3. Koneksi & kesinambungan yg kohesif pada Phase 3 secara tidak langsung menciptakan tradisi bagi penggemar Marvel; mengikuti semua film Marvel untuk dapat menikmati babak puncak. Jika kita menerapkan hal tersebut pada Phase 4, dijamin yg ada bikin capek.

Kedua, dengan dasar poin pertama, jangan merasa terikat dengan semua konten yg disajikan oleh MCU Phase 4. Seperti ada kewajiban untuk menonton semuanya untuk memahami fase secara keseluruhan. Hingga titik ini, kita dapat melihat bagaimana beberapa judul memiliki konfliknya masing-masing, dengan villain yg tidak saling berkaitan. Tinggalkan rasa kewajiban untuk menelan semua judul yg sedang trending. Jika tidak tertarik dengan Thor: Love and Thunder & She-Hulk, maka tak perlu ditonton. Jika menyukai Moon Knight jangan memiliki ekspektasi yg sama untuk Ms. Marvel.

Baca Juga: MCU Phase 5 - Daftar Lengkap Film & Serial Terbaru

Ketiga, nikmati setiap judul yg menarik perhatian kita sebagai judul solo. Tidak perlu berpikir terlalu keras & mempertanyakan kemana semuanya akan membentuk koneksi seperti pada Phase 3.

Bersama-sama, semua film & serial dalam MCU Phase 4 mungkin terlihat berantakan. Padahal kalau dinikmati sebagai judul solo, setiap project masih menampilkan kualitas yg dapat diterima. Menyenangkan sekaligus melelahkan, itulah kesimpulan paling tepat untuk mendefinisikan MCU Phase 4.

Film/serial MCU Phase 4 mana terfavorit kalian? Bagaimana kesan kalian secara keseluruhan tentang Phase 4?

Temukan pembahasan seputar budaya pop menarik lainnya di Cultura.id!

Hari ini 15:11
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.