ArRay
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 98490
- Sejak
- 1 Jun 2010
- Pesan
- 5.107
- Nilai reaksi
- 142
- Poin
- 63
Kamis, 12 Agustus 2010 | 12:36 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Perusahaan Listrik Negara menyatakan siap menggunakan sumber energi baru coal bed methane (CBM) untuk konsumsi pembangkit-pembangkit listriknya yang selama ini menggunakan tenaga diesel.
PLN sudah menjajaki kerja sama dengan Sugico MOK Energy dan Exxon Mobil untuk melakukan studi awal dan survei pengembangannya di Kalimantan. "PLN serius garap CBM," tegas Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji di kantor pusat PLN, Kamis (12/8/2010).
Pamudji mengatakan, Sugico MOK memiliki tiga anak perusahaan yang mengelola CBM di sumur eksplorasinya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yaitu di Blok Tapin serta Blok Banjar 1 dan Blok Banjar 2 dengan total luas 2.400 km persegi. Ketiganya bekerja sama dengan Exxon. Pasalnya, CBM muncul bersamaan dengan proses dewatering saat ekplorasi batu bara berlangsung.
"Kami baru lakukan diskusi teknik dengan Sigico dan Exxon. Akan rutin sampai pertengahan 2011 seiring dengan perkembangan eksplorasi dari waktu ke waktu," lanjutnya.
Pamudji mengatakan, eksplorasi batu bara sendiri baru akan dimulai kuartal akhir 2010 dan CBM sendiri kemungkinan baru muncul di pertengahan 2011. Namun, PLN memiliki sejumlah kekhawatiran, terkait infrastruktur grid dan regulasinya. Pasalnya, karena baru, regulasinya sendiri belum cukup matang.
"Pemerintah sendiri sedang mengkaji regulasi-regulasi tentang CBM. Kita akan kerja sama dengan Exxon mengusulkan aturan kondusif supaya pengembangannya bisa cepat," tandasnya.
Selain itu, lanjut Pamudji, hal-hal yang harus disiapkan terkait dengan skenario harga serta persiapan pasar. Berdasarkan riset, kans perkembangan CBM mandek karena penyerapan pasarnya rendah.
Editor: Glo Dibaca : 407
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Perusahaan Listrik Negara menyatakan siap menggunakan sumber energi baru coal bed methane (CBM) untuk konsumsi pembangkit-pembangkit listriknya yang selama ini menggunakan tenaga diesel.
PLN sudah menjajaki kerja sama dengan Sugico MOK Energy dan Exxon Mobil untuk melakukan studi awal dan survei pengembangannya di Kalimantan. "PLN serius garap CBM," tegas Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji di kantor pusat PLN, Kamis (12/8/2010).
Pamudji mengatakan, Sugico MOK memiliki tiga anak perusahaan yang mengelola CBM di sumur eksplorasinya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yaitu di Blok Tapin serta Blok Banjar 1 dan Blok Banjar 2 dengan total luas 2.400 km persegi. Ketiganya bekerja sama dengan Exxon. Pasalnya, CBM muncul bersamaan dengan proses dewatering saat ekplorasi batu bara berlangsung.
"Kami baru lakukan diskusi teknik dengan Sigico dan Exxon. Akan rutin sampai pertengahan 2011 seiring dengan perkembangan eksplorasi dari waktu ke waktu," lanjutnya.
Pamudji mengatakan, eksplorasi batu bara sendiri baru akan dimulai kuartal akhir 2010 dan CBM sendiri kemungkinan baru muncul di pertengahan 2011. Namun, PLN memiliki sejumlah kekhawatiran, terkait infrastruktur grid dan regulasinya. Pasalnya, karena baru, regulasinya sendiri belum cukup matang.
"Pemerintah sendiri sedang mengkaji regulasi-regulasi tentang CBM. Kita akan kerja sama dengan Exxon mengusulkan aturan kondusif supaya pengembangannya bisa cepat," tandasnya.
Selain itu, lanjut Pamudji, hal-hal yang harus disiapkan terkait dengan skenario harga serta persiapan pasar. Berdasarkan riset, kans perkembangan CBM mandek karena penyerapan pasarnya rendah.
Editor: Glo Dibaca : 407