yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
PT PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Situbondo berkoordinasi dengan pihak kepala dusun dan Kepala Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran terkait alat-alat listrik yang rusak.
Pernyataan ini diungkapkan Manajer UPJ PLN Panarukan, Tiyas Ariyunar saat dihubungi menghubungi SURYA.co.id via telepon, Kamis (15/10/2015).
Menurutnya, pihaknya berterima kasih dengan sambutan kepala dusun yang akan mendata alat-alat listrik yang mengalami kerusakan.
"Nanti kerusakan alat listrik itu akan kami kaj, tapi sampai saat ini belum mengetahui alat alat listrik apa saja yang rusak," ujar Tiyas Ariyunar kepada SURYA.co.id.
Selain akan mengkaji penyebab kerusakan alat elektronik itu, pihaknya masih akan koordinasi dengan pimpinan.
"Kami belum deal dengan kepala kampungnya, karena belum ketemu," katanya.
Saat disinggung perbaikan dari pihak PLN, Tiyas mengatakan, jika memang kerusakan itu terbukti kerusakan akibat voltase yang naik itu, pihaknya akan memperbaiki.
"Makanya kami beklum bisa berkata banyak, sebab datanya belum masuk ke kami. Insya Allah hari ini datanya akan masuk dan langsung kami kaji," tukasnya.
Terkait rumah warga yang ikut tebakar, PLN belum masuk ke persoalan itu karena data alat alat listrik yang rusak belum masuk.
"Kami tunggu data itu dulu pak, petugas sudah datang dan melihat kondisi rumah warga yang terbakar. Kami masih konsentrasi alat-alat yang rusak, " pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga tiga dusun di Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, mendadak heboh menyusul banyaknya lampu dan benda elektronik terbakar dan mati.
Pernyataan ini diungkapkan Manajer UPJ PLN Panarukan, Tiyas Ariyunar saat dihubungi menghubungi SURYA.co.id via telepon, Kamis (15/10/2015).
Menurutnya, pihaknya berterima kasih dengan sambutan kepala dusun yang akan mendata alat-alat listrik yang mengalami kerusakan.
"Nanti kerusakan alat listrik itu akan kami kaj, tapi sampai saat ini belum mengetahui alat alat listrik apa saja yang rusak," ujar Tiyas Ariyunar kepada SURYA.co.id.
Selain akan mengkaji penyebab kerusakan alat elektronik itu, pihaknya masih akan koordinasi dengan pimpinan.
"Kami belum deal dengan kepala kampungnya, karena belum ketemu," katanya.
Saat disinggung perbaikan dari pihak PLN, Tiyas mengatakan, jika memang kerusakan itu terbukti kerusakan akibat voltase yang naik itu, pihaknya akan memperbaiki.
"Makanya kami beklum bisa berkata banyak, sebab datanya belum masuk ke kami. Insya Allah hari ini datanya akan masuk dan langsung kami kaji," tukasnya.
Terkait rumah warga yang ikut tebakar, PLN belum masuk ke persoalan itu karena data alat alat listrik yang rusak belum masuk.
"Kami tunggu data itu dulu pak, petugas sudah datang dan melihat kondisi rumah warga yang terbakar. Kami masih konsentrasi alat-alat yang rusak, " pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga tiga dusun di Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, mendadak heboh menyusul banyaknya lampu dan benda elektronik terbakar dan mati.