• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Plafon Sekolah Ambruk dan Timpa 29 siswa

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
0cGD7.jpg
Plafon sebuah sekolah SD N Panjatan, Patuk, Gunungkidul, DIY, ambruk dan menimpa puluhan siswa. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun tiga orang siswa mengalami luka.

Ambruknya plafon ini terjadi di ruang Kelas IV ketika kegiatan belajar baru dimulai sekira pukul 08.00 WIB. Saat pelajaran PKN berlangsung, tanpa dinyana tiba-tiba plafon yang terbuat dari gipsum runtuh menimpa seluruh siswa.

"Waktu itu tiba ada suara dan ambruk. Saya sempat lari sehingga tidak tertimpa," kata guru kelas Suparini, Jumat (27/1/2014).

Menurut dia, tidak ada tanda-tanda terlihat plafon akan ambrol, karena fisik masih terlihat baik. Seluruh siswa yang tertimpa plafon langsung menangis histeris. Mereka kemudian diminta untuk keluar dari dalam kelas."Seluruh Siswa panik dan berusaha menyelamatkan diri, dengan berlari keluar kelas," imbuhnya.

Setelah didata, diketahui ada tiga orang yakni Wahyis Habib, Rahma Kusuma, dan Angga Apiliano, mengalami luka lecet karena tertimpa lampu, namun mereka memilih untuk pulang sebelum sempat diperiksa di Puskesmas Patuk. "Hampir semua siswa mengeluh pusing,"imbuh Suparini.

Pihak sekolah langsung menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar. Kepala Sekolah SD Negeri Panjatan, Sudarman, menduga ambrolnya plafon karena hujan deras sehari sebelum kejadian menyebabkan plafon lembab, sehingga tidak kuat menahan air dan ambrol. "Kemungkinan lembab sehingga tidak kuat menahan beban,"katanya.

Dia bersama dinas terkait akan mengecek seluruh plafon sekolah yang dipugar 2007 pasca-rusak akibat gempa. "Kami akan mengecek ulang seluruh plafon diseluruh sekolah agar kejadian runtuhnya plafon tidak terulang," tuturnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.