genocide the jackals
IndoForum Activist A
- No. Urut
- 37421
- Sejak
- 24 Mar 2008
- Pesan
- 20.048
- Nilai reaksi
- 328
- Poin
- 83
Siang itu pak Tukinyong datang ke seorang Psikiater. Setelah di persilahkan duduk, ia pun mulai menceritakan masalahnya.
Tukinyong: "Begini dok, belakangan ini saya sering bermimpi, dan yang menjadi masalahnya mimpi ini membuat saya tersiksa."
Psikiater: "Oh, coba ceritakan bagaimana mimpi bapak kepada saya."
Tukinyong: "Begini mimpi saya dok. Saya lari kencang sekali ke arah sebuah pintu. Lalu saya mendorongnya sekuat tenaga,
tetapi pintu itu tidak mau terbuka."
Psikiater: "Apakah pintu itu terkunci atau pintu sebuah benteng? Pintu otomatis barangkali?"
Tukinyong: "Bukan dok, pintu itu biasa-biasa saja, cuma ada tulisannya."
Psikiater: "Tulisan apa?"
Tukinyong: "TARIK!"





....................Jangan Lupa GRP Bro......................















Thanx Buat Yang Sudah GRP









Tukinyong: "Begini dok, belakangan ini saya sering bermimpi, dan yang menjadi masalahnya mimpi ini membuat saya tersiksa."
Psikiater: "Oh, coba ceritakan bagaimana mimpi bapak kepada saya."
Tukinyong: "Begini mimpi saya dok. Saya lari kencang sekali ke arah sebuah pintu. Lalu saya mendorongnya sekuat tenaga,
tetapi pintu itu tidak mau terbuka."
Psikiater: "Apakah pintu itu terkunci atau pintu sebuah benteng? Pintu otomatis barangkali?"
Tukinyong: "Bukan dok, pintu itu biasa-biasa saja, cuma ada tulisannya."
Psikiater: "Tulisan apa?"
Tukinyong: "TARIK!"





....................Jangan Lupa GRP Bro......................















Thanx Buat Yang Sudah GRP









sudah pernah baca sih 
