• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Pilot lain Air Merasa 'Terseret' Angin

steven yan

IndoForum Junior D
No. Urut
208832
Sejak
2 Jan 2013
Pesan
1.870
Nilai reaksi
23
Poin
38
qMlKz.jpg

Penyebab kecelakaan pesawat lain Air di Bali, Sabtu 13 April 2013 masih jadi teka-teki. Namun, sumber Reuters menjabarkan kesaksian pilot tentang proses pendaratan yang gagal tersebut.

Dikutip Senin 15 April 2013, Reuters menulis, Pilot lain Air, Captain Mahlup Ghozali yang berusaha mendaratkan Boeing 737 800 NG, tapi malah 'terseret' angin, hingga jatuh di laut. Untungnya, 108 penumpang dan kru selamat dalam kecelakaan ini.

Menurut sumber itu, sesaat pesawat lain Air akan mendarat, kopilot lain Air, Chirag Calra, tiba-tiba tidak lagi melihat runway akibat hujan yang deras. Kopilot asal India dengan jam terbang 2.000 jam untuk Boeing 737 itu, semula yang bertugas melaksanakan pendaratan tersebut.

Sejurus kemudian, Kapten Ghozali yang sudah punya 15.000 jam terbang itu, mengambil alih kendali pesawat. Karena tak bisa melihat lampu runway, Kapten Ghozali memutuskan untuk membatalkan pendaratan dan melakukan "go around," sebuah prosedur standar pembatalan pendaratan yang harus dikuasai semua pilot.

Namun, Kapten mengungkapkan kepada pejabat, pesawat jenis terbaru 737 itu bukannya naik ke atas, tapi malah 'terhisap" tak terkontrol. Di antara ketinggian 400 dan 200 kaki, kedua pilot menggambarkan bagaimana mereka berusaha menembus sesuatu yang mereka gambarkan sebagai 'dinding air' (wall of water), demikian diungkapkan sumber Reuters.

"Kapten mengaku dia bermaksud kembali mengangkat pesawat, tapi dia merasa pesawat yang dia piloti malah terseret angin dan hujan ke bawah. Itulah mengapa pesawat kemudian jatuh ke laut," kata sumber yang mengaku mendengar kesaksian kru.

Dia menambahkan, saat kejadian, ada hujan datang dari arah Timur ke Barat. "Hujan yang sangat deras."
 
Badan Pesawat Putus, CVR Kotak Hitam Terhimpit Karang

Bangkai pesawat lain Air yang jatuh sesaat sebelum mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali akan dievakuasi besok pagi, Senin 15 April 2013. Sedianya bangkai pesawat itu akan dievakuasi pada malam tadi.

"Tadi tidak jadi. Berdasarkan hasil diskusi dengan Danlanud, evakuasi akan dilakukan besok pagi pukul 09.00 WITA," kata Krishna, staf Humas SAR Denpasar saat dihubungi, Minggu 14 April 2013.

Menurut Krishna, arus gelombang yang besar menjadi salah satu alasan dilakukannya penundaan evakuasi bangkai pesawat nahas tersebut. "Ya karena gelombangnya terlalu besar. Gelombang di bibir pantai,” imbuh dia.

Evakuasi dilakukan besok pagi menunggu air laut surut. Kendati begitu, Krishna belum mengetahui skema detil rencana evakuasi yang akan dilakukan besok pagi. "Belum tahu apakah akan ditarik dengan kapal atau bagaimana, besok akan dibahas kembali sembari melihat situasi lapangan," kata Krishna.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AU Ngurah Rai Letnan Kolonel Pnb. Atang Sudrajat menuturkan, malam ini adalah upaya persiapan rencana evakuasi yang akan dilanjutkan besok pagi.

"Malam ini sedang persiapan memasang tali dengan memanfaatkan gelombang surut air laut," kata Atang dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews.

Ia berharap begitu air laut pasang, bangkai pesawat itu pelan-pelan dapat ditarik. "Begitu air pasang naik, diharapkan sudah biasa ditarik. Besok kita sambung lagi upaya evakuasinya," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.