• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pilih Pertamax Atau Premium?

AD5356QU

IndoForum Beginner C
No. Urut
281096
Sejak
27 Mei 2013
Pesan
794
Nilai reaksi
9
Poin
18
SU2lB.jpg
Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri. Alasannya adalah agar kinerja mesin dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bahan bakar/bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka/nilai oktan (RON), misalnya Premium beroktan 88, Pertamax beroktan 92 dan seterusnya.

Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun pasti lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa mengisi bensin beroktan tinggi pada mesin/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang besar.

Jika dicermati spesifikasi kendaraan kita, pada buku manual atau buku panduan pengguna terdapat informasi kompresi rasio (compression ratio/CR). Ini adlaah hasil perhitungan perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja.

Sebagai contoh motor Honda CB150R yang memiliki rasio kompresi 11:1. Maka bensin yang cocok adalah dengan oktan 95 yakni Pertamax Plus. Lalu bagaimana jika diisi dengan bensin yang nilai oktannya lebih rendah?

Bensin dengan nilai oktan lebih rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar, yang menjadi masalah adalah ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikan api. Saat piston naik keatas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakat tersebut.

‘Ngelitik’ atau pingin atau knoking adalah yang terjadi saat mesin beroktan tinggi namun diasupi bensin dengan nilai oktan rendah. Analoginya, piston ibarat telapak tangan yang ditusuk-tusuk dengan paku. Meskipun perlahan namun pasti dapat membuat piston seperti permukaan bulan dan bahkan bisa bolong.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.