AD5356QU
IndoForum Beginner C
- No. Urut
- 281096
- Sejak
- 27 Mei 2013
- Pesan
- 794
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun pasti lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa mengisi bensin beroktan tinggi pada mesin/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang besar.
Jika dicermati spesifikasi kendaraan kita, pada buku manual atau buku panduan pengguna terdapat informasi kompresi rasio (compression ratio/CR). Ini adlaah hasil perhitungan perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja.
Sebagai contoh motor Honda CB150R yang memiliki rasio kompresi 11:1. Maka bensin yang cocok adalah dengan oktan 95 yakni Pertamax Plus. Lalu bagaimana jika diisi dengan bensin yang nilai oktannya lebih rendah?
Bensin dengan nilai oktan lebih rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar, yang menjadi masalah adalah ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikan api. Saat piston naik keatas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakat tersebut.
‘Ngelitik’ atau pingin atau knoking adalah yang terjadi saat mesin beroktan tinggi namun diasupi bensin dengan nilai oktan rendah. Analoginya, piston ibarat telapak tangan yang ditusuk-tusuk dengan paku. Meskipun perlahan namun pasti dapat membuat piston seperti permukaan bulan dan bahkan bisa bolong.