yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Saat berlangsung prosesi acara pelantikan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov yang dipimpin langsung oleh Gubernur Soekarwo, Fattah yang hadir dalam acara tersebut lebih memilih asyik memainkan ponsel pintarnya.
Sikap tak beretika ini dilakukan selama sekitar tiga sampai lima menit, saat petugas membacakan Surat Keputusan Gubernur tentang 17 pejabat eselon II yang dimutasi.
Fattah leluasa memainkan ponsel, karena tempat dia berdiri berada di barisan nomor empat. Baris paling belakang diantara para kepala SKPD lain.
Dengan begitu, apa yang dilakukan tak terlihat langsung oleh gubernur maupun pejabat lain yang berdiri di baris depan. Seperti, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf dan Ketua DPRD Jatim Halim Iskandar.
Kontan saja beberapa petugas dan staf tampak rasan-rasan membicarakan tindakan tak patut yang dilakukan Fattah.
"Lihat itu Pak Fattah, masak pejabat lain serius dan khusyuk mengikuti prosesi pelantikan, dia malah enak-enakan main HP," ujar seorang petugas kepada Surya, sambil berbisik.
"Dia memang seperti itu, seenaknya sendiri, tak punya etika," timpal undangan lainnya.
Dikonfirmasi atas tindakan tak terpuji yang dilakukan Kepala Bappeprov Fattah Jasin, Gubernur Soekarwo langsung mencak-mencak.
Orang nomor satu di Jatim ini tegas menyatakan, bahwa apa yang dilakukan anak buahnya tersebut sangat tidak patut dan pelanggaran serius.
"Dalam etika birokrasi itu tidak boleh. Sangat dilarang," tegasnya kepada Surya, usai pelantikan.
Menurut Pakde Karwo, sebagai pejabat birokrasi dan pejabat publik, mestinya Fattah memahami betul etika birokrasi tersebut. Bahwa ada hak di mana dia harus mendengarkan, dan ada hak juga saat dia harus bicara.
"Tapi ternyata dia tidak paham akan hal itu," tegasnya.
Untuk itu, Pakde Karwo berjanji akan memanggil Fattah untuk memberi teguran dan peringatan keras.
"Secepatnya orangnya akan saya panggil," imbuhnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bappeprov Jatim Fattah Jasin langsung kaget saat dikonfirmasi terkait tindakannya main ponsel pintar saat prosesi pelantikan pejabat eselon II dan III.
"Kok ngono pertanyaane (kok begitu pertanyaannya)," tukasnya kepada Surya.
Menyadari sikap yang dilakukannya akan menjadi bumerang, Mantan Kepala Disperindag Jatim ini lantas buru-buru membantahnya.
"Enggak, aku mendengarkan kok," kilahnya, sambil ngelonyor pergi.
Sementara itu, dalam mutasi pejabat di lingkungan Pemprov Jatim Senin (31/8/2015) sore, Gubernur Soekarwo memutasi dan melantik 17 orang pejabat eselon II. Mutasi ini merupakan yang terbesar sejak Soekarwo menjabat Gubernur untuk periode kedua kalinya, 12 Februari 2014 lalu.
17 pejabat eselon II yang dilantik masing-masing, Sukardo sebagai Kadisnakertransduk, Mujib Affan sebagai Asisten IV bidang Administrasi Umum, I Made Sukarta menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Zainal Muhtadien sebagai Asisten I bidang Pemerintahan.
Lalu Jonathan Juadianto sebagai Kepala Bakesbangpol, Idrus menjadi Kepala Bakorwil Malang, Supaad sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga, Dachlan menjadi Kepala Dinas PU Pengairan, dan Asyhar sebagai Kepala Bakorwil Pamekasan.
Kemudian Sofwan menjadi Asisten III bidang Kesra, Indra Wiragana sebagai Kepala Dinas Kehutanan, Sekesi sebagai Kepala Dinas Sosial, Tutut Tri Herawati menjadi Kepala BPPKB, Ardo Sahak jadi Kepala Badan Ketahanan Pangan.
Lantas Ardhi Prasetiawan sebagai Staf Ahli bidang Pemasyarakatan dan Sumber Daya Mineral, Agung Harianto menjadi Kepala Bakorwil Bojonegoro, dan Suprayitno sebagai Staf Ahli bidang Hukum dan Politik.
Selain pejabat eselon II, Gubernur juga melantik 24 orang pejabat eselon III.