• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pilgub Jatim Masih Menyisakan Banyak Persoalan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
cYox2.jpg
Pilgub Jatim 29 Agustus masih menyisakan banyak masalah. Mulai dari kurangnya Komisi Pemilihan Umum melakukan sosialisasi hingga maraknya kecurangan yang terjadi merata di berbagai daerah.

Demikian penilaian Ketua Korps PMII Jatim, Athik Hidayatul Ummah, Selasa (2/9/2013). Menurunya, demi tegaknya demokrasi di Jawa Timur pihak-pihak terkait harus menindak tegas setiap pelaku pelanggaran dan kecurangan Pilgub Jatim.

"Demi tegaknya demokrasi yang jujur dan adil, setiap pelaku kecurangan harus ditindak. Kalau dibiarkan, masa depan demokrasi di Jatim akan semakin suram. Demokrasi abal-abal akan melahirkan pemimpin yang dzalim," katanya melalui keterangan tertulis.

Dia mengungkapkan, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan kinerja KPU. Mulai dari sosialisasi yang kurang, hingga distribusi C-6 (undangan memilih). "Banyak pemilih yang tak mendapat C-6. Ini merugikan pemilik hak pilih," tandasnya.

Lebih lanjut, aktivis perempuan ini menyayangkan ulah pasangan calon Cagub-Cawagub yang menghalalkan segala cara untuk menang. "Money politics sangat marak. Ada juga mobilisasi kades dan birokrasi. Parahnya penyelenggara Pemilu di tingkat bawah tidak bisa bertindak netral," katanya.

Dia menambahkan, ada laporan di sejumlah daerah C-6 ditukar mi instan oleh relawan salah satu pasangan. "Jadi, ada orang yang datang ke rumah pemilih dengan membawa mi instan. C-6 ditukar dengan mi instan serta janji uang Rp20 ribu. Kemiskinan dimanfaatkan untuk berbuat curang," ungkapnya.

Sebelum Pilgub digelar, jelas Athik, semua pasangan Cagub-Cawagub sudah mengikuti deklarasi Pemilu damai. Sayangnya, hal itu hanya jadi catatan di atas kertas, karena di lapangan kecurangan masih marak. "Logikanya, kalau masih ada yang curang, kekecewaan pasti muncul dari pihak yang dicurangi," katanya.

Dikatakannya, janji siap menang dan siap kalah, seharusnya diikuti dengan permainan yang di fair di lapangan. "Jangan pihak yang kalah karena dicurangi dibilang tak legowo. Sebab, pihak yang menang dengan curang, sebenarnya ia tidak siap kalah," pungkas peneliti muda ini.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.