Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sosok Pahlawan yg Menginspirasi, Tanpa Dia Lingkungan Kotor!
Setiap hari tidak ada orang yg tidak menghasilkan atau membuang sampah, bukan tulisan sampah yg sempet jadi panas warga IFers beberapa waktu silam, ataupun jadi sampah masyarakat dalam tanda kutip, tetapi memang sampah yg menciptakan lingkungan sangat kotor.
Pernah merasakan jadi tenaga bersih-bersih di kantor ataupun di sekolah, tidak menciptakan harga diri ane jatuh karena hal tersebut. Memang stigma masyarakat kadang menciptakan ane malu, tetapi sudahlah, yg penting prinsip ane "kebersihan beberapa dari iman".
Berbicara tentang bersih-bersih, ada seorang pria tua yg patut dijuluki pahlawan. Karena tanpa jasa beliau, lingkungan rumah ane, sangat kotor, sampah pun menumpuk.
Setiap hari Pukul 6:30 wib, beliau sudah menunaikan kewajibannya mengangkut sampah warga. Setiap hari dapat menghabiskan waktu 4 jam untuk mengambil sampah di lingkungan ane.
Karena lingkungan rumah ane banyak gang sempit, beliau mengambil sampah tanpa bantuan alat, cuma dengan tangan, ketika beliau lelah, terkadang sampahnya diseret, menuju ke gerobaknya, yg berjarak kurang lebih hingga 400 meter.
Quote:
Sesosok kakek tua, yg masih kuat mengambil sampah, anak ane memanggilnya 'Padi' (Pak Pardi), seperti padi yg sudah banyak memberi manfaat bagi banyak orang, & sudah jadi kebutuhan pokok.
Mempunyai satu istri & dua orang anak perempuan, tinggal dikontrakkan yg anak & cucunya juga tinggal bersamanya.
Belum lama selama 3 hari petugas kebersihannya "mogok" tidak mengambil sampah, sudah tentu hati kecil ane bertanya-tanya, karena tidak seperti biasanya, sampah hingga 3 hari tidak diangkut.
Masih teringat jelas, saat banjir akbar awal tahun, sampah menumpuk di mana-mana, dia pun terkena banjir tersebut, tetapi beliau masih menjalankan kewajibannya.
Belum sempat bertanya, dia sudah curhat sama bokap ane, katanya sudah 2 (dua) bulan hak dia belum dikasih oleh ketua rumah tangga di lingkungan sini, padahal tiap bulan, iuran kebersihan sering berjalan, kedzaliman macam apa ini!
Padahal iuran sampah Rp. 15.000,-/rumah, dari iuran tersebut tidak ada setengahnya yg diberikan kepadanya, tetapi beliau tetap semangat mengambil sampah-sampah warga dengan penuh peluh, mengingat hal tersebut, kadang ane & keluarga kasih rokok & uang lebih untuk dia, tanpa melalui ketua RT di sini.
Maaf ane jadi curhat, yg pasti sosok pahlawan bagi ane & warga tempat ane tinggal adalah seorang pengangkut sampah yg setiap hari membersihkan sampah-sampah warga, dia pun sangat rajin menyapu lingkungan sekitar.
Salut buat anda Pak Pardi, jasamu takkan pernah terganti, sehat selalu.
Opini ane, gambar dokumen ane
Selamat Hari Pahlawan
Hari ini 00:22
Setiap hari tidak ada orang yg tidak menghasilkan atau membuang sampah, bukan tulisan sampah yg sempet jadi panas warga IFers beberapa waktu silam, ataupun jadi sampah masyarakat dalam tanda kutip, tetapi memang sampah yg menciptakan lingkungan sangat kotor.
Pernah merasakan jadi tenaga bersih-bersih di kantor ataupun di sekolah, tidak menciptakan harga diri ane jatuh karena hal tersebut. Memang stigma masyarakat kadang menciptakan ane malu, tetapi sudahlah, yg penting prinsip ane "kebersihan beberapa dari iman".
Berbicara tentang bersih-bersih, ada seorang pria tua yg patut dijuluki pahlawan. Karena tanpa jasa beliau, lingkungan rumah ane, sangat kotor, sampah pun menumpuk.
Setiap hari Pukul 6:30 wib, beliau sudah menunaikan kewajibannya mengangkut sampah warga. Setiap hari dapat menghabiskan waktu 4 jam untuk mengambil sampah di lingkungan ane.
Karena lingkungan rumah ane banyak gang sempit, beliau mengambil sampah tanpa bantuan alat, cuma dengan tangan, ketika beliau lelah, terkadang sampahnya diseret, menuju ke gerobaknya, yg berjarak kurang lebih hingga 400 meter.
Quote:
Sesosok kakek tua, yg masih kuat mengambil sampah, anak ane memanggilnya 'Padi' (Pak Pardi), seperti padi yg sudah banyak memberi manfaat bagi banyak orang, & sudah jadi kebutuhan pokok.
Mempunyai satu istri & dua orang anak perempuan, tinggal dikontrakkan yg anak & cucunya juga tinggal bersamanya.
Belum lama selama 3 hari petugas kebersihannya "mogok" tidak mengambil sampah, sudah tentu hati kecil ane bertanya-tanya, karena tidak seperti biasanya, sampah hingga 3 hari tidak diangkut.
Masih teringat jelas, saat banjir akbar awal tahun, sampah menumpuk di mana-mana, dia pun terkena banjir tersebut, tetapi beliau masih menjalankan kewajibannya.
Belum sempat bertanya, dia sudah curhat sama bokap ane, katanya sudah 2 (dua) bulan hak dia belum dikasih oleh ketua rumah tangga di lingkungan sini, padahal tiap bulan, iuran kebersihan sering berjalan, kedzaliman macam apa ini!
Padahal iuran sampah Rp. 15.000,-/rumah, dari iuran tersebut tidak ada setengahnya yg diberikan kepadanya, tetapi beliau tetap semangat mengambil sampah-sampah warga dengan penuh peluh, mengingat hal tersebut, kadang ane & keluarga kasih rokok & uang lebih untuk dia, tanpa melalui ketua RT di sini.
Maaf ane jadi curhat, yg pasti sosok pahlawan bagi ane & warga tempat ane tinggal adalah seorang pengangkut sampah yg setiap hari membersihkan sampah-sampah warga, dia pun sangat rajin menyapu lingkungan sekitar.
Salut buat anda Pak Pardi, jasamu takkan pernah terganti, sehat selalu.
Opini ane, gambar dokumen ane
Selamat Hari Pahlawan