• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Petogogan, Jadi Contoh Kampung Deret di Jakarta

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
cdgaK.jpg
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan RW 05 Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi percontohan kampung deret di Jakarta. Perkampungan yang dulu kumuh dan sebagian besar bangunannya semi permanen kini berubah menjadi bangunan berdinding batu bata, dengan desain rumah yang sama.

Sebanyak 123 rumah di Kampung Petogogan itu, saat ini sudah rampung dan Kamis sore 3 April 2014 diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Di pemukiman yang padat penduduk itu, kini jalannya diperlebar, kemudian saluran drainase juga dibuat membentang sepanjang rumah yang dijadikan kampung deret itu.

Di sekitar pemukiman yang dijadikan kampung deret itu dibuat juga sebuah taman tempat bersosialisasi bagi warga dan anak-anak di Petogogan. Di taman itu dipasang semacam mainan anak dan ayunan.

Ketua RW 05, Kelurahan Petogogan, Suroyo, menuturkan, sebenarnya impian warga untuk menata kampung itu sudah muncul sejak tahun 2005 yang lalu, tetapi baru bisa terealisasi lewat program kampung deret yang pada tahun 2013.

Kata Suroyo, pada saat itu warga ditawari program kampung deret oleh lurah setempat. Kemudian, warga pun segera membenahi segala admintrasi dan langsung disetujui oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta.

"Ini adalah mimpi tahun 2005 yang jadi kenyataan," kata Suroyo saat peresmian kampung deret Petogogan.

Disampaikan Suroyo, pada tahun 2005 itu, pihak Karang Taruna di RW 05 Kelurahan Petogogan, sempat mengadakan sayembara untuk membuat konsep lingkungan perumahan yang sehat. Pemenang sayembara telah keluar. Tetapi konsep rumah yang sehat tidak bisa direalisasikan karena tidak ada biaya.

"Tapi setelah beberapa tahun berlalu. Ternyata ada tawaran untuk dijadikan kampung deret. Warga langsung menyambut antusias," tuturnya.

Setelah direnovasi dari sejak bulan Oktober 2013 yang lalu, rumah-rumah warga berderet rapi dan dicat dengan warna oranye dan abu-abu. Di atap rumah ada hiasan gigi balang, ornamen khas Betawi.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menuturkan, pertama kali dirinya masuk ke kampung Petogogan pada saat awal-awal menjadi gubernur DKI Pada 1,5 tahun yang lalu.

Saat pertama kali ke kampung itu, dia merasa sangat tidak nyaman karena di rumah warga banyak jemuran. Kemudian sinar matahari pun tidak masuk ke pemukiman warga karena bentuk rumah yang berantakan dan kondisinya sangat kumuh.

Menurutnya, Kampung Petogogan itu jarak antar warga pun sangat berdekatan sehingga jalan gang masuk ke kampung itu sangat kecil. Lalu kawasan itu kerap dilanda banjir karena drainase kampung yang sangat buruk. Tetapi kini, kampung itu tertata rapi.

"Dulu tidak ada sinar masuk sekarang lihat sendiri jadi terang benderang. Dulu yang ada di sepanjang jalan hanya jemuran," ujar Jokowi.

Karena alasan itulah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan program kampung deret pada warga Petogogan. Kata dia, pada awalnya banyak warga yang menolak lantaran takut dibohongi pemerintah. Setelah melalui proses sosialisasi yang panjang, akhirnya warga setuju lingkungan mereka direnovasi.

"Sekarang sudah seperti apartemen kan. Semua cat nya sama bentuknya sama semuanya," tutur Jokowi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.