• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Petani Kawasan Merapi Budidaya Bit untuk Ekspor

Tiopan1990

IndoForum Newbie E
No. Urut
282834
Sejak
28 Mar 2014
Pesan
63
Nilai reaksi
0
Poin
6
AGEN TARUHAN TERPERCAYA || petani di kawasan Gunung Merapi yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani "Merapi Asri" Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, merintis budidaya bit untuk diekspor.

"Beberapa anggota sudah mulai menanam, kira-kira sekarang berumur satu bulan, dengan perkiraan panen dua bulan lagi," kata Ketua Kelompok Wanita Tani "Merapi Asri" Dusun Gowok Ringin, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Srini, di Magelang, Kamis.

Areal penanaman bit antara lain di Desa Sumber, Dusun Gowok Pos dan Gowok Ringin, Desa Sengi (Kabupaten Magelang), serta Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, dengan luas total sekitar lima ribu meter persegi.

Jumlah tanaman bit yang masih dalam masa pemeliharaan pertumbuhannya itu sekitar 15.000 pohon.

Rencananya, katanya, ekspor ke Singapura atas bit panenan kawasan itu melalui perusahaan ekspor produk hortikultura di Soropadan Agro Ekspo Kabupaten Temanggung, dengan nilai kontrak Rp4.000 per-kilogram.

Ia mengatakan bit yang diekspor itu akan dipilih yang kualitas terbaik dengan berat antara 1,5-6 ons per buah.

Bit, katanya, bermanfaat antara lain untuk penambah darah, pengobatan pasien diabet, dan pewarna alami produk makanan.

Ia mengaku belum bisa memperkirakan total panenan bit mendatang.

"Kalau yang untuk ekspor malah yang ukuran kecil, untuk pasaran lokal yang lebih besar," katanya.

Ia mengaku beberapa waktu lalu mencoba menanam bit sebanyak 1.000 pohon dengan total panen mencapai sekitar 50 kilogram.

"Yang uji coba penanaman kemarin cukup banyak peminat lokal, untuk dipasok ke toko buah dan swalayan. Harganya antara Rp5.000-Rp7.500 per kilogram, tetapi harga di pasaran lokal bisa berubah-ubah setiap saat," katanya.

Ia mengaku telah menjajaki ekspor bit dengan perusahaan ekspor di Sorpadan Agro Ekspo Temanggung dengan nilai kontrak Rp4.000 per kilogram.

"Kalau untuk ekspor harganya tidak berubah-ubah, jadi kami mendapat jaminan sesuai dengan nilai kontrak," katanya.

Buah bit yang juga dikenal dengan nama akar bit atau bit merah merupakan salah satu varietas Beta Vulgaris. Tanaman ini berupa akar, mirip umbi-umbian yang berwarna merah dan paling sering ditemui di Amerika Utara dan Inggris, namun juga dapat ditemui di Indonesia, biasanya dijual di supermarket-supermarket.

Sejak Februari 2012 hingga saat ini, kelompok wanita tani itu juga membudidayakan buncis prancis yang juga untuk ekspor antara lain ke Singapura dan Malaysia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.