• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Peta Kekuatan Foke Versus Jokowi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta tinggal menyisakan dua calon peserta pada pemungutan suara putaran kedua. Besok, Kamis (20/9/2012), kedua kandidat itu akan saling bertarung memperebutkan takhta Jakarta-1. Siapa paling kuat?


Pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta, 11 Juli 2012, pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menjadi pemenang di lima wilayah administratif utama Jakarta. Pasangan nomor urut tiga itu hanya kalah di Kabupaten Kepulauan Seribu, meskipun total suara di tempat ini tergolong kecil dibanding wilayah lain.

Secara keseluruhan, duet Jokowi-Basuki meraih 1.847.157 suara. Jumlah itu setara dengan 42,60 persen dari total jumlah suara sah sebanyak 4.336.486 suara. Adapun duet calon gubernur petahana Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli (Foke-Nara) dengan nomor urut 1 berada di peringkat kedua dengan meraih 1.476.648 suara atau 34,05 persen.

Jokowi-Basuki juga dominan dalam perolehan suara di setiap kecamatan. Akan tetapi, Foke-Nara pun menunjukkan "perlawanan sengit" dengan menguasai sejumlah wilayah Ibu Kota.

Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran pertama dari Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Basuki menguasai lebih dari separuh wilayah DKI Jakarta. Dari 44 kecamatan di enam wilayah Jakarta, Jokowi hanya kalah di 13 kecamatan. Kekalahan paling telak terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Kepulauan Seribu.

Akan tetapi, Foke-Nara pun tak dapat menyaingi Jokowi-Basuki di wilayah Jakarta Barat. Dari delapan kecamatan di wilayah itu, Foke sama sekali tak pernah menyalip dukungan warga kepada Jokowi. Dus, Jakbar bisa dikatakan merupakan basis kekuatan Jokowi-Basuki karena pasangan itu menang di semua kecamatan di tempat tersebut.

Infografis dalam artikel ini menunjukkan peta kekuatan kedua calon peserta Pilkada DKI Jakarta itu berdasarkan perolehan suara pada putaran pertama. Pada gambar di atas ditampilkan perbandingan perolehan suara kedua pasangan dalam rupa grafik batang per kecamatan. Area dengan warna putih menunjukkan selisih persentase yang sangat kecil di antara kedua kandidat (di bawah 1 persen). Hasil suara di Kepulauan Seribu tidak ditampilkan pada peta karena terlalu kecil digambarkan sesuai proporsinya. Untuk melihat hasil perolehan suara secara keseluruhan, silakan melihat grafik di bawah ini.

Kecamatan Cengkareng di Jakarta Barat merupakan lumbung suara terbesar bagi Jokowi-Basuki. Di sini, mereka meraih 101.023 suara. Namun, jika dibandingkan dengan Foke-Nara, kekuatan terbesar Jokowi-Basuki justru tampak di Kecamatan Grogol Petamburan. Di kecamatan tersebut, Jokowi-Basuki meraih lebih dari 60 persen suara, sedangkan Foke-Nara hampir 25 persen.

5b8gu.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.