LoVe_ChiKa
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 8777
- Sejak
- 17 Nov 2006
- Pesan
- 3.571
- Nilai reaksi
- 379
- Poin
- 83
tambahan berita dari liputan 6.com nih
Kemungkinan Pesawat Mendarat dengan Kecepatan Tinggi
07/03/2007 13:18
Sejauh ini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan. Tapi, ada dugaan pesawat GA 200 ini melakukan pendaratan dengan kecepatan tinggi atau overshoot landing dan melakukan pengereman maksimum sehingga ban pesawat terbakar.
Liputan6.com, Yogyakarta: Penyebab terbakarnya pesawat Garuda nomor penerbangan GA 200 di Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta, belum terungkap. Hingga Rabu siang (7/3), tercatat 96 penumpang selamat, tapi 44 orang ditemukan sudah tak bernyawa [baca: Pesawat Garuda Terbakar Saat Akan Mendarat].
Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan. Namun ada dugaan pesawat yang dipiloti Kapten Marwoto Komar ini melakukan pendaratan dengan kecepatan tinggi atau overshoot landing dan melakukan pengereman maksimum yang menyebabkan ban pesawat terbakar.
Pesawat jenis Boeing 737-400 itu berangkat pagi tadi atau sekitar pukul 06.00 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pesawat kemudian mendarat sekitar pukul 06.55 WIB di lapangan terbang Adi Sucipto, Yogyakarta. Akan tetapi, badan pesawat itu posisinya sudah keluar dari landasan pacu dan terjerembab di lahan persawahan.
Hampir seluruh badan pesawat milik maskapai penerbangan nasional tersebut hangus terbakar. Sedangkan beberapa bagian pesawat, terutama mesin, hancur berantakan. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api yang membakar pesawat ini disertai dengan sejumlah bunyi ledakan.
Cuaca buruk memang belum bisa dijadikan alasan kecelakaan. Pasalnya, ketika pesawat mendarat, kondisi cuaca di sekitar Bandara Adi Sucipto tidak buruk. Kendati demikian, semua itu masih sebatas dugaan. Yang terang, sejumlah penumpang mengatakan pesawat sudah mengalami gangguan sejak berada di udara.
Pesawat Garuda yang nahas itu mengangkut 133 orang penumpang. Jumlah ini belum termasuk awak kabin. Komandan Pangkalan Udara Adi Sucipto menegaskan, 96 orang penumpang selamat. Namun 44 orang ditemukan telah meninggal dunia. Di antara penumpang terdapat sejumlah staf Kedutaan Besar Australia serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan kriminolog Adrianus Meliala.
Menanggapi kecelakaan tersebut, Kepala Komunikasi Garuda Pujobroto menyatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti sebab musabab musibah yang menimpa pesawat bernomor penerbangan GA 200. Menurut Pujobroto, penyelidikan musibah itu menjadi kewenangan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Lebih jauh Pujobroto menjelaskan, pihak Garuda bersama tim KNKT akan menggelar investigasi seputar kecelakaan pesawat itu. Selain penyelidikan, tim gabungan berusaha mencari kotak hitam atau black box. Sebab, kotak hitam menyimpan rekaman pembicaraan di kokpit atau data kondisi terakhir pesawat. Dan setelah data-data terkumpul, barulah dianalisis sehingga penyebab musibah dapat terungkap
Pujobroto menambahkan, seluruh pesawat Garuda yang diterbangkan telah mengikuti program perawatan dan sistem pengoperasian yang sesuai ketentuan atau prosedur penerbangan nasional. Selain itu, Pujobroto atas nama PT Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kecelakaan pesawat tersebut.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Kemungkinan Pesawat Mendarat dengan Kecepatan Tinggi
07/03/2007 13:18
Sejauh ini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan. Tapi, ada dugaan pesawat GA 200 ini melakukan pendaratan dengan kecepatan tinggi atau overshoot landing dan melakukan pengereman maksimum sehingga ban pesawat terbakar.
Liputan6.com, Yogyakarta: Penyebab terbakarnya pesawat Garuda nomor penerbangan GA 200 di Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta, belum terungkap. Hingga Rabu siang (7/3), tercatat 96 penumpang selamat, tapi 44 orang ditemukan sudah tak bernyawa [baca: Pesawat Garuda Terbakar Saat Akan Mendarat].
Sejauh ini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kecelakaan. Namun ada dugaan pesawat yang dipiloti Kapten Marwoto Komar ini melakukan pendaratan dengan kecepatan tinggi atau overshoot landing dan melakukan pengereman maksimum yang menyebabkan ban pesawat terbakar.
Pesawat jenis Boeing 737-400 itu berangkat pagi tadi atau sekitar pukul 06.00 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pesawat kemudian mendarat sekitar pukul 06.55 WIB di lapangan terbang Adi Sucipto, Yogyakarta. Akan tetapi, badan pesawat itu posisinya sudah keluar dari landasan pacu dan terjerembab di lahan persawahan.
Hampir seluruh badan pesawat milik maskapai penerbangan nasional tersebut hangus terbakar. Sedangkan beberapa bagian pesawat, terutama mesin, hancur berantakan. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api yang membakar pesawat ini disertai dengan sejumlah bunyi ledakan.
Cuaca buruk memang belum bisa dijadikan alasan kecelakaan. Pasalnya, ketika pesawat mendarat, kondisi cuaca di sekitar Bandara Adi Sucipto tidak buruk. Kendati demikian, semua itu masih sebatas dugaan. Yang terang, sejumlah penumpang mengatakan pesawat sudah mengalami gangguan sejak berada di udara.
Pesawat Garuda yang nahas itu mengangkut 133 orang penumpang. Jumlah ini belum termasuk awak kabin. Komandan Pangkalan Udara Adi Sucipto menegaskan, 96 orang penumpang selamat. Namun 44 orang ditemukan telah meninggal dunia. Di antara penumpang terdapat sejumlah staf Kedutaan Besar Australia serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin dan kriminolog Adrianus Meliala.
Menanggapi kecelakaan tersebut, Kepala Komunikasi Garuda Pujobroto menyatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti sebab musabab musibah yang menimpa pesawat bernomor penerbangan GA 200. Menurut Pujobroto, penyelidikan musibah itu menjadi kewenangan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Lebih jauh Pujobroto menjelaskan, pihak Garuda bersama tim KNKT akan menggelar investigasi seputar kecelakaan pesawat itu. Selain penyelidikan, tim gabungan berusaha mencari kotak hitam atau black box. Sebab, kotak hitam menyimpan rekaman pembicaraan di kokpit atau data kondisi terakhir pesawat. Dan setelah data-data terkumpul, barulah dianalisis sehingga penyebab musibah dapat terungkap
Pujobroto menambahkan, seluruh pesawat Garuda yang diterbangkan telah mengikuti program perawatan dan sistem pengoperasian yang sesuai ketentuan atau prosedur penerbangan nasional. Selain itu, Pujobroto atas nama PT Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kecelakaan pesawat tersebut.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)


