• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perut Panas Saat Hamil? Mungkin Heartburn Penyebabnya

jennywijaya

IndoForum Newbie A
No. Urut
288379
Sejak
10 Nov 2020
Pesan
318
Nilai reaksi
1
Poin
18
Pernahkah Anda merasakan perut panas saat hamil? Jika iya, ada kemungkinan penyebab kondisi ini adalah karena heartburn. Heartburn merupakan rasa nyeri atau sensasi terbakar yang terjadi di dada, tepat di belakang tulang dada Anda. Rasa nyeri tersebut sering terasa parah setelah Anda makan, di malam hari, atau ketika Anda berbaring. Heartburn yang sesekali terjadi merupakan hal yang normal dan tidak perlu menyebabkan kekhawatiran tersendiri. Kebanyakan orang dapat mengatasi ketidaknyamanan akibat heartburn seorang diri, dengan mengubah gaya hidup dan menggunakan obat-obatan over-the-counter atau OTC.

Namun apabila perut panas saat hamil yang disebabkan karena heartburn sering terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari Anda, hal ini dapat menjadi sebuah gejala kondisi yang lebih serius yang membutuhkan perawatan medis dari dokter. Gejala heartburn yang bisa Anda rasakan di antaranya adalah nyeri panas di dada yang biasanya terjadi setelah Anda makan dan dapat terjadi di malam hari; rasa nyeri yang semakin parah saat berbaring; dan rasa pahit atau asam di mulut.

Carilah bantuan dokter secepatnya apabila Anda mengalami rasa nyeri dada parah atau adanya tekanan di dada, terutama apabila dikombinasikan dengan tanda dan gejala lainnya seperti rasa nyeri di lengan dan rahang dan juga kesulitan bernapas. Nyeri dada dapat menjadi sebuah tanda adanya serangan jantung. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter apabila heartburn terjadi dalam dua kali dalam satu minggu, gejala terus menerus muncul meskipun Anda telah menggunakan obat-obatan OTC, Anda kesulitan menelan, sering mual dan muntah, serta turunnya berat badan karena nafsu makan yang buruk atau tidak dapat makan.

Heartburn terjadi ketika asam lambung naik ke tabung yang membawa makanan dari mulut ke lambung (kerongkongan). Dalam kondisi normal, ketika Anda menelan, otot di sekitar bawah kerongkongan akan relaks sehingga makanan dan minuman dapat mengalir ke lambung. Kemudian otot tersebut akan mengencang kembali. Jika jaringan tersebut sering relaks secara tidak normal atau bahkan melemah, asam lambung dapat kembali mengalir ke atas ke kerongkongan (yang dikenal dengan sebutan refluks asam), untuk kemudian menyebabkan heartburn. Naiknya asam lambung tersebut dapat menjadi lebih parah ketika Anda berbaring atau membungkuk.

Beberapa makanan dan minuman juga dapat memicu terjadinya heartburn pada beberapa orang, seperti makanan yang pedas, bawang, produk sitrus, produk tomat, makanan berlemak atau gorengan, cokelat, alkohol dan minuman berkarbonasi, minuman berkafein seperti teh dan kopi, dan juga makanan dalam porsi yang besar. Memiliki kelebihan berat badan dan sedang hamil juga dapat meningkatkan risiko seseorang dalam menderita heartburn. Heartburn yang terjadi dengan sering dan mengganggu rutinitas dianggap sebagai penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Perawatan GERD dapat melibatkan pemberian obat-obatan resep dari dokter, dan terkadang, operasi atau prosedur medis lainnya. GERD dapat merusak kerongkongan Anda dan menyebabkan perubahan prakanker di kerongkongan yang disebut kerongkongan Barrett.

Perut panas saat hamil
umumnya tidak perlu menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun, apabila kondisi ini sering terjadi dan bersifat parah sehingga mengganggu aktivitas Anda, konsultasi dengan dokter segera. Dokter akan melakukan beberapa tindakan pemeriksaan guna melakukan konfirmasi diagnosis kondisi yang menyebabkan gejala perut panas saat hamil. Dokter dapat merekomendasikan sinar X, endoscopy, ambulatory acid probe test, dan juga esophageal motility test. Endoscopy dilakukan untuk memeriksa ketidaknormalan apapun di kerongkongan. Sampel jaringan (biopsi) dapat diambil untuk mendapatkan analisa. Ambulatory acid probe test digunakan untuk mengidentifikasi kapan dan seberapa lama asam lambung merusak kerongkongan. Sementara esophageal motility test digunakan untuk mengukur gerakan dan tekanan di kerongkongan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.