• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perut Bocah Anak Penambang Pasir Terus Membesar

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
EMYeP.jpg

PASURUAN - Malang nian nasib Imam Bukhori, bocah usia sembilan tahun asal Dusun Tanjung, Desa Wates Tani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Anak penambang pasir ini mengalami penyakit aneh, perutnya terus membesar tanpa diketahui penyebabnya.

Ironisnya, anak pasangan suami istri (pasutri) Suri (37) dan Sumarni (33), ini tidak pernah diperiksakan ke Puskesmas atau dokter sejak mengalami gejala pada usia 15 hari. Kemiskinan dan hidup serba kekurangan menjadikan pasutri ini takut jika berurusan dengan biaya pengobatan.

"Perutnya terus membesar sejak usianya masih 15 hari. Kami tidak ada biaya untuk mengobatinya," tutur Sumarni.

Dalam kesehariannya, Imam Bukhori memang seolah tidak menghiraukan penyakit yang dideritanya. Meski kondisi perutnya membuncit, ia tetap bersekolah seperti teman sebayanya.

Ia baru mengeluh manakala mengalami timbul penyakit lain yang secara tidak langsung berhubungan dengan perutnya. Ia terus mengeluh dan menangis manakala tidak bisa buang angin dan buang air besar. Namun apadaya, Sumarni hanya bisa membujuknya agar tetap bersabar tanpa membawanya untuk berobat.

"Dia masih bersekolah. Tapi kadang-kadang merasa minder dan malu karena perutnya yang besar. Ia terus menangis karena tidak bisa buang angin dan buang air besar," tandasnya.

Sebagai penambang pasir, jika beruntung pasutri ini hanya mendapatkan penghasilan Rp35.000 per hari. Hidup yang serba kekurangan ini menjadikannya enggan untuk memeriksakan kondisi kesehatan anaknya ke dokter.

Pada beberapa waktu lalu, ia pernah berniat membawanya ke rumah sakit di Probolinggo. Namun, karena diminta untuk dilakukan rawat inap, mereka memilih pulang karena merasa kawatir tak mampu membiayai pengobatannya.

Ditempat terpisah, Kepala Puskesmas Nguling, Dr Saiful Anam, mengatakan, besar kemungkinan penyakit yang diderita Imam termasuk jenis penyakit yang ganas. Jika tidak segera diobati, dikhawatirkan akan mengalami kanker hati primer. Hal tersebut merujuk pada gejala-gejala semisal perut yang kian membesar, berkurangnya nafsu makan, kesulitan untuk buang air besar (BAB), serta mengalami mual yang luar biasa.

Pihaknya akan segera memastikan dan melakukan pemeriksaan USG dan ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mengetahui penyakit apa yang dialami Imam. Pihaknya juga akan memberikan rujukan ke RSUD Bangil agar segera ditangani.

"Kami akan melakukan pemeriksaan terlebih dulu, untuk mengetahui jenis penyakitnya. Kalau tidak cepat ditangani, bisa berbahaya dan menimbulkan kematian," kata Saiful Anam.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.