yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Informasi yang dihimpun Okezone, sembilan orang yang dipindahkan ke Mapolda Jawa Tengah, ST, 39, warga Gedangan, Grogol, Sukoharjo; MR, 30, warga Tambak, Grogol; S alias JN alias J, 39, warga Botorejo, Desa Blimbing, Gatak, Sukoharjo; ZA, 42, warga Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo; S, 37, warga Kudu, Baki, Sukoharjo; YP, 35, warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo; DTH, 41, warga Kadirejo, Gandekan, Solo; MH, 25, warga Laban, Mojolaban, Sukoharjo dan MY alias M alias MD, 22, warga Semanggi, Solo.
Salah satu warga Jagalan,Budi Waluyo mengatakan,awalnya sebelum kelompok yang melakukan aksi sweping tersebut dibubarkan paksa oleh polisi, tiba-tiba menghampiri warga yang tengah asik duduk-duduk di pinggir jalan kampung.
Tanpa ada kata sedikitpun, kelompok tersebut langsung membubarkan warga yang tengah asik duduk-duduk. Sontak,aksi tersebut mengagetkan warga yang tidak mengira mendapatkan serangan tersebut.
"Kalau pastinya saya tidak tahu pasti. Tapi dari laporan warga lainnya, mereka langsung bertindak diluar batas. Terus, warga yang ada di dalam rumah terkejut. Saat itu kami semua melihat banyak yang kocar-kacir menyelamatkan diri dari serangan tersebut,"jelasnya,kepada Okezone,Senin (4/2/2013).
Menurut Budi, untungnya aksi sweping tersebut bisa dibubarkan begitu polisi tiba di lokasi sweping.
"Termasuk beberapa orang diamankan polisi,"paparnya.
Terpisah, Humas Polresta Solo,Jawa Tengah, membenarkan sembila orang yang diduga melakukan aksi sweping tersebut telah dipindahkan ke Polda Jawa Tengah. Dengan dipindahkannya sembila orang tersebut, pihak Polresta bisa lebih fokus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa otak intelektual dibalik serangkaian aksi sweping. Pasalnya, dari informasi yang diterima polisi, diperkirakan 60-an orang mengikuti aksi kelompok itu.
"Sasaran masih kami kembangkan. Arahnya jika memang ada ya aktor intelektualnya," jelasnya kepada wartawan,di Solo,Jawa Tengah, Senin (4/2/2013).
Sis Raniwati mengatakan kelompok itu diduga kuat terorganisiasi. Dia menjelaskan terdapat benang merah antara aksi anarkis pada Minggu dini hari dan aksi-aksi serupa yang terjadi sebelumnya.
"Jadi ada hubungannya dengan penyerangan sebelumnya. Soalnya sebelum kejadian minggu dini hari,sudah ada kejadian-kejadian serupa," tegasnya.
Menurut Sis, selain mengamankan sembila orang yang diduga melakukan aksi penyerangan, Polisi mengamankan barang bukti lainnya seperti dua buah ketapel, dua tongkat atau stik berbahan besi, 34 butir kelereng berukuran sedang, tujuh kerikil, 13 buah potongan besi, sebilah golok, sebilah keris kecil, sembilan batu dan satu cepuk berisi skrup dan paku serta dua buah sarung tongkat. Serta tida buah sepeda motor turut disita.