Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi semuanya!
Semoga kalian semua sering dalam keadaan yg sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun
Pada kesempatan yg sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan memberikan kalian informasi tentang pertolongan perdana pada perdarahan akibat jarum infus yg terlepas, baik yg terlepas secara tidak sengaja maupun yg memang sengaja dilepas.
Pertama-tama, gue akan memberi tahu kepada kalian bahwa gue bukan dokter & juga bukan perawat, sehingga gue cuma dapat memberikan tips sedapat gue saja
Jarum infus yg terlepas memang merupakan hal yg sangat mengerikan bagi beberapa orang. Darah merah pekat yg bercucuran dari letak jarum infus yg tercabut dapat mengundang kepanikan yg luar biasa, baik bagi para penunggu pasien maupun bagi pasien itu sendiri.
Ada beberapa hal yg dapat menciptakan jarum infus pasien terlepas, antara lain, pasien terlalu aktif bergerak, pasien memberontak atau mengamuk, pasien terjatuh dari ranjang rumah sakit, serta pasien yg memang dengan sengaja mencabut jarum infusnya sendiri (biasanya terjadi pada pasien anak-anak, pasien lanjut usia, pasien yg hendak kabur dari rumah sakit, serta pasien kritis yg sudah tidak tahan lagi dengan penyakit yg dideritanya).
Berikut adalah pertolongan perdana yg perlu kita lakukan untuk menghentikan darah yg mengucur keluar akibat jarum infus yg terlepas.
Selamat menyimak
Quote:
Pertolongan Pertama Pada Perdarahan Akibat Jarum Infus Yang Lepas
1. Jangan panik, karena kepanikan cuma akan menciptakan denyut jantung pasien jadi lebih cepat & tekanan darah pasien jadi lebih tinggi, sehingga darah yg mengucur jadi lebih banyak.
2. Suruh pasien untuk mengistirahatkan letak jarum infus yg tercabut, karena adanya mobilisasi (gerakan) dapat meningkatkan aliran darah ke letak jarum infus yg tercabut, sehingga darah yg mengalir keluar jadi lebih banyak.
3. Cucilah tangan Anda dengan sabun di air yg mengalir untuk menghindari bahaya kontaminasi bakteri yg dapat menyebabkan infeksi berbahaya pada pasien.
4. Kemudian, suruh pasien untuk menekan sendiri letak jarum infus yg terlepas dengan mengpakai kain yg bersih atau kassa steril untuk menghentikan darah yg mengucur keluar. Atau, apabila pasien tidak dapat bekerja sama, tekanlah letak jarum infus yg terlepas dengan mengpakai kain yg bersih atau kassa steril. Tekanlah selama 3-5 menit atau hingga perdarahan benar-benar berhenti. Normalnya, apabila pasien tidak mengidap gangguan pembekuan darah (misalnya hemofilia, leukemia, DBD, ITP, serta trombastenia Glanzmann), darah akan berhenti mengucur setelah letak jarum infus yg tercabut ditekan selama sekitar 3-5 menit. Satu hal yg harus sering diingat adalah, apabila ada seseorang yg mengalami perdarahan di kaki atau tangan, JANGAN PERNAH MENGIKAT BAGIAN PANGKAL KAKI ATAU TANGANNYA, karena hal tersebut cuma akan menyebabkan kematian jaringan (gangren) yg dapat berujung pada amputasi.
5. Bila perlu, sambil terus menekan letak jarum infus yg tercabut, suruhlah pasien untuk menaikkan letak jarum infus yg tercabut lebih tinggi dari jantung pasien, supaya aliran darah ke letak jarum infus yg tercabut jadi berkurang & perdarahan jadi lebih cepat berhenti.
6. Segera laporkan kepada perawat yg bertugas bahwa jarum infus pasien terlepas, supaya perawat dapat segera memasangkan jarum infus yg baru.
7. Apabila pasien mengalami gangguan pembekuan darah, atau pasien merupakan bayi yg berusia di bawah 1 bulan (khususnya bayi yg baru saja lahir), berhati-hatilah dengan tanda-tanda syok atau pre syok. Syok merupakan suatu pertanda bahwa jumlah darah di dalam tubuh pasien sudah sangat sedikit akibat adanya perdarahan yg berlebihan. Syok atau pre syok biasanya ditandai dengan denyut nadi yg sulit teraba atau bahkan tidak dapat teraba sama sekali, laju pernapasan yg dangkal & cepat, kulit yg pucat & dharap, serta bibir & kuku yg berwarna kebiruan. Bayi baru lahir sangat rentan mengalami syok, karena bayi baru lahir cuma memiliki satu cangkir darah di dalam tubuhnya.
8. Laporkan juga kepada perawat apabila pasien menunjukkan tanda-tanda syok atau pre syok. Apabila pasien memang mengalami syok, perawat akan memberikan cairan infus yg lebih banyak atau transfusi darah untuk mengggantikan darah yg banyak terbuang akibat perdarahan.
Sekian informasi dari gue
Apabila ada salah mengatakan atau ada kata-kata gue yg kurang berkenan, gue mohon maaf
Good morning and have a nice day!
Quote:
Sumber:
1. Pemikiran gue sendiri (dulu waktu gue masih SMA, gue mengikuti ekstrakurikuler PMR Wira).
2. https://www.kompasiana.com/posmasiah...e=all#section1
3. https://intisari.grid.id/amp/0326568...t-ini?page=all
4. https://m.liputan6.com/health/read/4...angtua-lakukan
5. http://www.drmomma.org/2010/05/death...ision.html?m=1
6. https://health.kompas.com/read/2016/...Tubuh.Manusia.
7. https://en.m.wikipedia.org/wiki/Hypovolemic_shock
8. Dan sumber-sumber lainnya yg sudah tercantum pada thread ini.
Hari ini 06:00