Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Secara garis akbar manusia di dunia dapat dibedakan jadi dua, mereka yg percaya pada Tuhan & mereka yg tidak. Orang-orang percaya pada Tuhan karena merasa yakin, sedangkan sisanya merasa tidak yakin. Tuhan menurunkan ajarannya pada manusia tetapi Tuhan sendiri tidak pernah menunjukkan diri. Selain itu sudah ribuan tahun terlewat sejak Tuhan menurunkan utusannya, wajar saja kalau banyak orang merasa tidak yakin.
Orang yg tidak mempercayai keberadaan Tuhan disebut atheis. Mereka merasa tidak yakin dengan keberadaan Tuhan & inilah beberapa pertanyaan yg biasa mereka jadikan sebagai alasan.
Jika Tuhan menciptakan manusia maka siapa yg menciptakan Tuhan?
Pertanyaan klasik, siapa yg menciptakan Tuhan? Tak ada apa pun di Bumi ini yg tercipta dari udara kosong jadi secara logika pasti Tuhan juga diciptakan oleh sesuatu. Namun, kalau pertanyaan itu terjawab maka pertanyaan lain akan muncul. Siapa yg menciptakan pencipta Tuhan? Siapa yg menciptakan pencipta dari pencipta Tuhan? Sebuah pertanyaan yg tidak akan ada akhirnya.
Pertanyaan ini dapat dijawab dengan logika sederhana, Jika ayahmu melahirkan, apa tipe kelamin anaknya? Jawaban atas tipe kelamin cuma ada dua, laki-laki atau perempuan. Namun, pertanyaan itu tidak dapat dijawab karena tidak logis, tidak mungkin seorang pria dapat melahirkan. Pertanyaan pencipta Tuhan juga seperti itu, Tuhan semestinya maha kuasa & karena itulah tak ada yg lebih tinggi dariNya. Karena itulah pertanyaan tersebut jadi tidak kredibel.
Jika Tuhan menciptakan segalanya, maka Tuhan juga menciptakan kejahatan
Jika Tuhan membenci perbuatan jahat maka mengapa Dia menciptakan kejahatan? Ini sama seperti pengusaha rokok yg harap produknya banyak dibeli tetapi produk itu sendiri membunuh penggunanya. Untungnya pertanyaan ini sudah dijawab dengan begitu spektakuler oleh Albert Einstein.
Dalam fisika, apakah dharap itu ada? Tidak, istilah yg benar adalah ketiadaan panas. Begitu juga kejahatan, kejahatan tercipta karena tidak adanya kebaikan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan, kejahatan terjadi karena manusia kekurangan kebaikan dalam dirinya.
Mengapa Tuhan tidak menunjukkan diri?
Jika Tuhan benar-benar ada & menunjukkan dirinya pada manusia maka semestinya tak akan ada lagi atheis di dunia ini. Benar? Salah! Memangnya siapa yg dapat menjamin bahwa semua orang akan mempercayai Tuhan kalau Tuhan menunjukkan diri? Bahkan Covid yg sudah jadi berita internasional masih dianggap hoax oleh beberapa orang.
Mengapa Tuhan tidak menciptakan semua orang beriman?
Jika Tuhan maka kuasa maka tidak akan sulit untuk menciptakan semua manusia menyembahnya. Benar? Bisa jadi. Tak ada jawaban yg benar-benar masuk akal untuk pertanyaan ini, tetapi saya dapat berikan sebuah pengandaian.
Anda punya seorang anak, Anda harap anak Anda jadi PNS supaya hidupnya terjamin dengan banyak tunjangan & juga danang pensiun. Anda tahu itu jalan yg benar, jalan itu akan memberikan kekayaan, kekuasaan, & begitu banyak kemudahan, tetapi anak Anda harap jadi seorang petinju. Gimana? Anda dapat memaksa anak Anda jadi PNS?
Manusia tidak memerlukan Tuhan
Quote:
Tuhan mungkin ada, tetapi ilmu pengetahuan menciptakan keberadaan Tuhan tidak diperlukan.
~Stephen Hawking
Apa yg orang-orang sebut sebagai Tuhan, orang lain menyebutnya hukum fisika.
~Nikola Tesla
Pertanyaan paling ultimate, manusia tidak memerlukan Tuhan. Bahkan tanpa Tuhan pun segalanya terus berjalan mengikuti hukum fisika, bahkan keberadaan alam semesta itu sendiri dapat dijelaskan dalam teori big bang. Segalanya terus tercipta & hancur mengikuti putaran yg tidak berawal & tidak berujung.
Jadi, di mana peran Tuhan dalam dunia ini?
Ada yg dapat jawab? Hari ini 06:14