prajuritlele
IndoForum Newbie E
- No. Urut
- 284528
- Sejak
- 9 Apr 2015
- Pesan
- 60
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
Umuh Muchtar tak percaya kualitas pemain timnas Indonesia dapat kalah telak.
Permasalahan terus menghantui persepakbolaan Indonesia. Setelah konflik antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang berujung sanksi FIFA, kini persepakbolaan Indonesia dikabarkan terlibat match fixing atau pengaturan skor, Kamis (18/06/15).
Kabar match fixing atau pengaturan skor itu muncul setelah tim nasional (timnas) Indonesia kalah telak 5-0 dari Thailand di babak semifinal ajang SEA Games 2015 di Singapura. Lalu kembali kalah saat menghadapi Vietnam diperebutan juara tiga dengan skor yang sama 5-0.
Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar pun sedikit menaruh kecurigaannya. Sebab jika melihat permainan dan kualitas pemain, Garuda Muda tidak akan kalah dengan skor cukup telak.
"Saya sih yakin para pemain tidak akan ikut-ikutan. Tapi saya juga heran, kenapa juga banyak kebobolan. Kenapa permainan juga seperti itu," tanya Umuh.
Umuh menyayangkan jika kasus match fixing itu terbukti. Sebab hal itu akan merugikan Indonesia, apalagi baru saja mendapatkan sanksi dari federasi sepakbola dunia.
"Kalau itu sampai benar-benar terjadi memalukan, saya berbicara keras, tapi kita tunggu dulu sampai dimana kebenarannya," tuturnya.
Sementara itu, Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku selama hampir tiga musim menukangi Maung Bandung, belum pernah ada yang menawarkan timnya untuk terlibat pengaturan skor.
"Selama saya menukangi Persib tidak pernah ada yang seperti itu, selama tiga tahun kebelakang. Alhamdulillah mulus sekali, tidak pernah ada yang mendekati, menawar-nawarkan diri (untuk bermain skor) tidak pernah ada," ungkap Djanur.
Mungkin saja, kata Djanur para pengatur skor itu segan mendekati Persib, karena tim berjuluk Pangeran Biru ini merupakan tim yang sehat dari segi finansial.
"Buat persib mah Alhamdulillah tidak pernah ada yang mendekati jadi ya karena memang mungkin mereka menganggap kita sehat, tidak pernah ada yang menyentuh tim Persib dari hal seperti itu," tandasnya.
Sumber : http://ids.ms/0b3HwHBw
Permasalahan terus menghantui persepakbolaan Indonesia. Setelah konflik antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang berujung sanksi FIFA, kini persepakbolaan Indonesia dikabarkan terlibat match fixing atau pengaturan skor, Kamis (18/06/15).
Kabar match fixing atau pengaturan skor itu muncul setelah tim nasional (timnas) Indonesia kalah telak 5-0 dari Thailand di babak semifinal ajang SEA Games 2015 di Singapura. Lalu kembali kalah saat menghadapi Vietnam diperebutan juara tiga dengan skor yang sama 5-0.
Manajer tim Persib Bandung, Umuh Muchtar pun sedikit menaruh kecurigaannya. Sebab jika melihat permainan dan kualitas pemain, Garuda Muda tidak akan kalah dengan skor cukup telak.
"Saya sih yakin para pemain tidak akan ikut-ikutan. Tapi saya juga heran, kenapa juga banyak kebobolan. Kenapa permainan juga seperti itu," tanya Umuh.
Umuh menyayangkan jika kasus match fixing itu terbukti. Sebab hal itu akan merugikan Indonesia, apalagi baru saja mendapatkan sanksi dari federasi sepakbola dunia.
"Kalau itu sampai benar-benar terjadi memalukan, saya berbicara keras, tapi kita tunggu dulu sampai dimana kebenarannya," tuturnya.
Sementara itu, Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku selama hampir tiga musim menukangi Maung Bandung, belum pernah ada yang menawarkan timnya untuk terlibat pengaturan skor.
"Selama saya menukangi Persib tidak pernah ada yang seperti itu, selama tiga tahun kebelakang. Alhamdulillah mulus sekali, tidak pernah ada yang mendekati, menawar-nawarkan diri (untuk bermain skor) tidak pernah ada," ungkap Djanur.
Mungkin saja, kata Djanur para pengatur skor itu segan mendekati Persib, karena tim berjuluk Pangeran Biru ini merupakan tim yang sehat dari segi finansial.
"Buat persib mah Alhamdulillah tidak pernah ada yang mendekati jadi ya karena memang mungkin mereka menganggap kita sehat, tidak pernah ada yang menyentuh tim Persib dari hal seperti itu," tandasnya.
Sumber : http://ids.ms/0b3HwHBw