• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Persepuluhan Mendatangkan Berkat

tommy-ch

IndoForum Newbie A
No. Urut
11387
Sejak
11 Feb 2007
Pesan
306
Nilai reaksi
36
Poin
28
PENDAHULUAN
Dalam salah satu pertemuan hamba-hamba Tuhan, seorang gembala sidang menceritakan tentang gerejanya yang saat itu sedang maju dengan pesatnya.
Pendiri gereja itu adalah seorang pendeta senior yang bernama Pdt. Tan Hok Cuan. Awal perjalanan gereja itu terasa berat dan tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Pada suatu hari Pdt. Tan Hok Cuan bermimpi. Di dalam mimpinya dia berbincang-bincang dengan Tuhan Yesus. Sementara dia berbincang-bincang, dari arah yang berlawanan ada satu orang yang berjalan mendekati mereka. Yesus menoleh melihat orang itu dan menggelengkan kepala. Bajunya yang compang-camping menunjukkan dia orang yang sangat menderita dan miskin. Tuhan Yesus bertanya kepadanya, "Ketika engkau di dunia dimana gerejamu?" Orang itu menjawab, "Gereja saya ada di Isa Almasih." Yesus bertanya lagi, "Siapa pendetamu?" Orang itu menunjuk pada Tan Hok Cuan dan berkata, "Itu pendetaku."
Tuhan Yesus mengalihkan pandanganNya pada Tan Hok Cuan dan memarai dia. Tuhan Yesus menegurnya, "Aku mempercayakan jemaatKu untuk kau gembalakan. Mengapa jemaatku jadi menderita dan miskin seperti ini? Itu adalah tanggung jawabmu. Mengapa engkau tidak mengajar mereka bagaimana hidup dalam anugerah dan berkat Tuhan?" Ketika sedang dimarahi, tiba-tiba Pdt. Tan Hok Cuan terbangun dari tidurnya. Setelah terbangun dia mulai sadar kalau selama ini dia tidak mengajar bagaimana jemaat bisa hidup dalam anugerah, tentang bagaimana menabur supaya akhirnya bisa menuai. Juga tentang persepuluhan sehinga jemaat tidak bisa dibukakan tingkap langit dan berkat dicurahkan sampai melimpah. Dia mulai sadar dan mulai mengajarkan kepada jemaat supaya jemaat hidup bagaimana caranya bisa hidup dalam anugerah Tuhan. Ketika Firman Tuhan diajarkan, banyak jemaat mulai mengerti dan percaya. Mereka mulai mengembalikan persepuluhan dan menabur sehingga banyak jemaat akhirnya menuai dan diberkati Tuhan. Karena jemaat diberkati, mereka juga mulai banyak memberi untuk pekerjaan Tuhan sehingga gereja juga diberkati, :Sejak saat itu." kata gembala sidang tersebut, "Gereja bisa melakukan banyak pelayanan sehingga gereja bertumbuh dan banyak jiwa bisa diselematkan." Kita bisa lihat saat ini gereja Isa Almasih berkembang sampai ke seluruh Indonesia.

Ketika mendengar kesaksian ini, saya merasa ditegur oleh Tuhan. Tuhan berkata "Engkau juga sama seperti Tan Hok Cuan, engkau pendeta yang tidak berani mengajar tentang keuangan. Engkau egois, supaya tidak dianggap sebagai pendeta yang mata duitan, pendeta suka berkhotban tentang uang. Engkau sedang melinduni dirimu sendiri supaya dianggap sebagai pendeta yang baik, padahal jemaat sedag menderita dan kekurangan." Tuhan berkata kalau saya tidak mengajar tentang keuangan, bagaimana jemaat bisa diberkati oleh Tuhan karena menabur dan menuai, karena mengembalikan perepuluhan sehingga merasakan tingkap-tingkap langit dibukakan dan berkat Tuhan dicurahkan dalam hidup mereka. Tuhan ingin saya melakukan apa yang diajarkan Firman Tuhan, mengajarkannya pada jemaat supaya mengerti dan melakukannya sehingga jemaat dan gereja pun diberkati.

Untuk itu penting sekali kita belajar tentang perepuluhan. Ketika kita mengembalikan persepuluhan bukan nilai uangnya yang menjadi masalah atau membuat pendeta bertambah kaya, tapi ketaatan kita pada Firman Tuhan. Allah kita adalah Allah yang kaya yang memiliki seluruh dunia ini, bahkan Dia yang memberikan apa yang ada pada kita saat ini. Dengan memberikan persepuluhan, kita sedang melakukan ketetapan Tuhan sehingga Tuhan akan memenuhi janjiNya untuk mencurahkan berkat dalam hidup kita sampai berkelimpahan

BAB 1

Tuhan memulihkan umatNya


A. Pemulihan yang dilakukan Tuhan

Dalam Hagai 1 diceitakan pada saat itu bangsa Israel sedang berada dalam keadaan yang menderita. Mereka hidup di dala mkesedihan ,sakit penyakit dan kemiskinan. Dalam keadaan seperti itu mereka berseru kepada Tuhan untuk minta pertolongan dan kasih karunia Tuhan. Tuhan menyuruh mereka untuk membangun bait Allah dan mereka melakukannya kemudian Tuhan berjanji bahwa berkat akan dicurahkan sampai melimpah dalam hidup mereka. Setelah bait Allah selesai dibangun, Firman Allah mulai diajarkan kembali engan baik. Setiap bagian Firman Tuhan mulai diajarkan kembali supaya mereka mengerti seperti apa petunjuk Tuhan sehingga umat Allah melakukannya dan mengalami pemulihan. Di kitab Maleakhi ada beberapa pemulihan yang diajarkan Tuhan. Yang pertama adalah bagaimana motivasi dan pelayanan imam-imam harus dipulihkan supaya terjadi pemulihan didalam bangsa itu. Yang kedua adalah pemulihan keluarga. Rumah angga harus dibangun sesuai dengan Firman Tuhan supaya rumah tangga dipulihkan. Bila rumah tangga tidak dipulihkan maka kasih karunia Allah tidak bisa datang dalam hidup mereka. Sedangkan yang ketiga adalah pemulihan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Persepuluhan dan persembahan khusus harus diajarkan supaya umat Allah megalami pemuluha dan mendapat kasih karunia dari Allah, bisa keluar dari keterpurukan, penderitaan dan segala kutuk yang menekan mereka.

b. kasih Tuhan tidak berubah atas kita

Tuhan sedang menyampaikan kepada umatNya bahwa Tuhan tidak pernah berubah dan kasihNya tetap bagi kita. Dia tetap mengasihi dan memberkati kita, apapun keadaan kita, sekalipun kita berbuat yang tidak baik maupun dalam keadaan terpuuruk. Tuhan ingin bani Yakub atau bani Israel, yang berbicara tentang kita juga, tetap ada dan menjadi bangsa yang luar biasa. Jadi di ayat 6 ini kita diingatkan terlebih dahulu bahwa kasih Allah tidak berubah. Allah selamnya sama. Dulu Dia mengasihi dan pernah menoong kita, maka sekarang bahkan untuk masa depan kita, kasih dan rencana Allah yang luar biasa tetap tersedia bagi kita. Kemudian di ayat 7 dijelaskan tetang banyak hal. Yang pertama, "Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya...." (ayat 7a). Di ayat ini Tuhan sedang mengingatkan apa yang sebenernya telah membuat mereka menderita. Kasih Allah tidak berubahm tapi Firman Tuhan tidak dilakukan lagi. Itu yang menyebabkan mereka tidak bisa menerima anugerah dan mengalami rencana Allah. Segala sesuatu yang sebenernya sudah disediakan Allah bagi mereka.

Hal itu juga yang membuat kita kadang-kaang tidak bisa mengalami berkat dan mujizat Tuhan secara nyata. Tuhan ingin melakukan mujizat, melindungi, danmemberkati, tapi kitalah yang sering berubah. Kita menderita karena kita tidak taat melakukan Firman Tuhan dan menyimpang dari ketetapan Tuhan. Kita tahu bahwa kita diperintah untuk memanggil Allah itu Bapa. Allah adalah orang tua, sedangkan kita adalah anak-anakNya. Setiap orang tua pasti memiliki aturan tertentu yang harus dilaksanakan oleh anak-anaknya dengan tujuan supaya mereka mengalami anugerah dan memiliki masa depan yang cerah. Segala perintah yan gdiberikan orang tua kepada anaknya adalah untuk kebaikan mereka. Tapi tergantung pada anak itu, kalau anak itu tidak percaya pada orang tuanya, terus melanggar nasihat orang tuanya, maka hidupnya tidak terarah dan kacau. Sedangkan kalau anak itu mau percaya dan taat pada orang tua, maka perjalanannya akan terarah dan sampai pada apa yang diinginkan orang tuanya yaitu kebaikan bagi mereka.

Demikian juga dengan Allah yang adalah Bapa kita. Tuhan memberikan FirmanNya supaya kita mengalami kebaikan yang udah dipersiapkan bagi ktia.

Alkitab menceritakan tetang Adan dan Hawa yang ditempatkan di Taman Eden yan gsubur dan makmur. Allah sangat mengasihi mereka, tapi mengapa mereka hidup menderita ?? Bukan karena kasih Allah yang berubah, tapi kita yang brubah dengan melanggar ketetapan Allah. Itulah yang membuat penderitaan datang mengubah hidup kita dari keadaan yang penuh anugerah Allah menuju keadaan yang penuh dengan kesengsaraan
 
2

Kembali kepada ketetapan Tuhan


A.Bagaimana harus kembali?

Kita bisa merenungkannya dalam hidup kita. Mungkin ada yang berkata, "Katanya Allah berjanji, Allah mengasihi, rencana-Nya yang luar biasa, Allah menyediakan segala yang dibutuhkan anak-anak-Nya, tapi mengapa aku tidak mengalami apa yang dijanjikan?" Bila keadaan kita seperti ini, kita bisa memeriksa diri mungkin ada ketetapan Allah yang kita langgar. Firman Tuhan berkata, "Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam..."(ayat 7b). Artinya ,kembali kepada ketetapan dan petunjuk Tuhan." Ada ajakan dari Tuhan supaya kita mengalami anugerah Tuhan dan hidup dipulihkan. Kembali pada Tuhan artinya kembali pada Firman dan ketetapan Tuhan.

Dalam perumpamaan tentang anak yang hilang, anak bungsu pergi dari rumah karena dia tidak percaya pada bapanya. Dia ingin melakukan apa yang menjadi hasrat hatinya. Dia berjalan dengan pikirannya sendiri, semakin jauh dari perlindungan dan nasihat bapanya. Sekalipun bapanya sudah menyediakan segala yang dibutuhkannya, tapi dia tidak bisa mendapatkannya. Dia hidup menderita dan kekurangan sampai makan makanan babi saja tidak ada orang yang memberikannya. Dia menyadari bahwa dia sudah sangat jauh dari bapanya. Dia ingat bahwa di rumah bapanya ada kemakmuran, kekayaan dan kebahagiaan. Setibanya dirumah, bapanya menyambut dengan penuh sukacita. Keadaannya dipulihkan, diberikan jubah yang mahal dan diadakan pesta untuknya. Kembali kepada Bapa akan terjadi pemulihan. Artinya kembali adalah percaya dan taat pada perkataan Bapa kita.

Hari ini, Firman Tuhan menyuruh kita kembali kepada Tuhan. Artinya, kembali kepada petunjuk dari Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah ya dan amin!Firman Tuhan adalah jaminan bagi hidup kita. Firman Tuhan adalah Allah sendiri. Kembali pada Firman Tuhan berarti kembali kepada Allah. Saat itulah kita akan mengalami pemulihan

Pelajaran ketiga dari Maleakhi 3:7 adalah cara kita kembali kepada Allah. Di ayat 7c dikatakan,"...Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanankah kami harus kembali?" Seringkali kita berkata, "Tuhan, salahku apa sehingga mengalami keadaan seperti ini? Kembali bagaimana?" Kita tidak tahu bagaimana caranya kembali karena tidak mengerti bahwa kita sudah melakukan kesalahan. Seperti yang dialami umat Allah pada saat itu, mereka tidak tahu kalau mereka sudah melanggar ketetapan Tuhan. Kemudian Maleakhi 3:8, Tuhan menjelasakan apa yang salah dalam hidup mereka, "Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Apakah manusia boleh menipu Allah?
Jawabanya pasti tidak. Tapi kita tetap melakukannya.

Umat Allah pada saat itu ditegur karena sudah menipu Tuhan. Ternyata, tanpa sadar mereka sudah melanggar ketetapan Tuhan. Ternyata, tanpa sadar mereka sudah melanggar ketetapan Tuhan tentang persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Karena mereka tidak memelihara perintah Tuhan ini maka mereka menderita.


B. Mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus.

Tuhan memberi petunjuk bagaimana mereka bisa mengalami pemulihan yaitu kembali lakukan ketetapan Tuhan tentang persembahan persepuluhan dan persembahan khusus.

Hal yang sama bisa terjadi dalam hidup kita. Hidup kita menderita tapi kita tidak tahu kesalahan apa yang sudah kita lakukan yang menyebabkan semuanya itu. Saat ini Tuhan berkata, "Kembali lakukan Firman Tuhan." Mendengar pertanyaan ini mungkin kita berontak, "Firman Tuhan yang mana? Aku sudah lakukan semua." Tuhan sedang mengingatkan, kadang-kadang banyak orang menderita karena melanggar ketetapan Allah, salah satunya tentang persembahan persepuluhan dan persembahan khusus.

Mungkin diantara kita ada yang mengalami hal yang sama. Menderita tapi tidak tahu kenapa, tidak ada berkat, rumah tangga kacau dan sakit-sakitan. Mungkin yang terjadi pada kita sama seperti yang dialami umat Allah pada saat itu, yaitu kita sudah melanggar ketetapan Tuhan tentang persepuluhjan dan persembahan khusus.

Untuk lebih jelasnya, saya berikan gambaran seperti apakah persembahan persepuluhan itu. Persembahan persepuluhan adalah sepersepuluh dari berkat yang Tuhan berikan dalam hidup kita, kita kembalikan lagi kepada Tuhan suapaya pekerjaan Tuhan bisa dilakukan. Semau pekerjaan Tuhan banyak membutuhkan dana dalam pelaksanaanya. Dana yang ebrasal dari persepuluhan ini dipakai untuk membiayai pekerjaan Tuhan. Tuhan memberikan berkatnya yang 90% untuk kita kelola, kita atur untuk mencukupi kebutuhan hidup kita. Tapi yang 10% adalah milik Tuhan yang harus kita kembalikan . Lalu bagaimana menghitungnya? Di bawah ini ada contoh seberapa banyak persepuluhan yang harus kita kembalikan kepada Tuhan.

Contoh Pengusaha:
- Modal.........................100jt
- Biaya lain-lain.............. 50jt
- Jual...........................200jt
- Laba..........................50 jt
- Persepuluhan............... 5 jt

Persepuluhan tidak diambil dari penjualan tapi dari besarnbya keuntungan dari berkat Tuhan yang diberikan kepada kita saja. Yang 90% diserahkan pada kita untuk mengelolanya, sebagai pengelola yang baik dari milik Tuhan. Kalau keuntungan yang kita peroleh 50 juta,maka persepuluhannya adalah 5 juta. Jadi dari keuntungan saja, bukan penjualan. Contoh lain misalnya tanah, mobil, rumah dan lain-lain.

Contoh:

- Tahun 1990 membeli rumah......................10jt
- Tahun 2002 rumah dijual........................100jt
- Keuntungan...........................................90jt
- Persepuluhannya......................................9jt

Lalu, bagaimana kalau tidak mendapat untung? Bila kita tidakmendapatkan untung maka tidak ada persepuluhannya.

Contoh lain:

- Karyawan yang menerima gaji Rp 500.000,- berarti persepuluhannya Rp 50.000,-
- Bila mendapat warisan, maka 10% dariyang diwariskan.
- Seorang pelajar, persepuluhannya adalah 10% dari uang saku yang diterimanya.

Saya sudah belajar mengembalikan persepuluhan sejak saya masih mendapat uang saku dari orang tua sampai saya bekerja dan mendapat gaji. Saya juga mengajar anak-anak saya sejak dari kecil mengembalikan persepuluhan dari uang saku atau apapun yang saya berikan. Saya didik mereka untuk melakukan ketetapan Tuhan mulai dari kecil.

Ada juga pengusaha yang tidak bisa membuat pembukuan sehingga tidak tahu keuntungannya. Mungkin karena berjualan secara eceran, yang penting ada uang yang masuk sehingga tidak tahu seberapa besar persepuluhannya.

Untuk kasus seperti ini, caranya adalah dengan memperkirakan sendiri dengan hati yang jujur. Kita perkirakan sebanyak apa pendapatan kita pada bulan itu lalu perkirakan dengan hati yang jujur persepuluhan yang akan kita kembalikan kepada Tuhan.Sungguh-sungguh sebesar itulah pendapatan kita supaya kita tidak tertuduh di dalam hati karena Tuhan melihat hati kita dan bukan seberapa banyak yang kita berikan.

Setelah persepuluuhan, ada juga persembahan khusus, yaitu persembahan yang kita berikan di luar persembahan persepuluhan. Persembahan khusus diambil dari yang 90% berkat yang kita terima itu. Contoh persembahan khusus adalah persembahan hari Minggu, janji iman untuk pembangunan gereja, persembahan anak asuh, dan pembangunan sekolah. Tuhan mengajarkan hal ini supaya anak-anak Tuhan mengalami anugerah.


C. Akibat melanggar ketetapan Allah

Ketika umat Allah melanggar ketetapan Allah tentang persepuluhan dan persembahan khusus, hasilnya mereka hidup menderita dengan kemiskinan dan sakit penyakit. Maleakhi 3:9 tertulis, "Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!" Mereka kena kutuk karena mereka melanggar ketetapan Tuhan. Ternyata ketika kita melanggar ketetapan Tuhan, kita akan kena kutuk dan hidup dalam penderitaan.

Seperti apakah orang yang kena kutuk itu? Orang yang kena kutuk itu misalnya setiap memulai usaha selalu gagal. Di beri modal baru dan lebih banyak selalu saja gagal. Hidupnya dibayangi kegagalan. Di beri modal berapapun pasti habis. Orang yang gagal berusaha sebabnya bisa bermacam-macam,bisa karena tidak begitu pintar strateginya atau tidak pintar bekerja. Tapi orang yang kena kutuk akan selalu gagal berapapun modal yang dimilikinya, ditolong seperti apapun akan selalu habis. Dibayang-bayangi oleh kutuk kemiskinan. Kutuk juga bisa berwujud dibelenggu sakit penyakit. Ada orang yang sakit karena pola hidupnya tidak benar dan makan sembarangan. Tapi ada orang yang kena kutuk kemudian menderita sakit penyakit. Sakit yang satu belum sembuh sudah ditambah sakit penyakit yang lain. Contoh lain tentang orang yang kena kutuk adalah perceraian yang terjadi terus menerus dalam beberapa generasi.Mulai dari kakek nenek, orang tua, anak-anak, semua bercerai. Kutuk terjadi menurun ke generasi berikutnya. Dalam Keluaran 20:5 tertulis bahwa kutuk bisa sampai ke keturunan yang ke tiga dan ke empat.

Hidup dalam kutuk berati hidup yang penuh dengan penderitaan dan kegelisahan. Selalu dibayangi sakit penyakit, kegagalan dan kehancuran. Kita bisa lihat dari hidup Adam dan Hawa. Mereka sangat dikasihi Tuhan dan ada rencan aluar biasa yang sudah dipersiapkan Tuhan bagi mereka tapi mereka melanggar ketetapan Tuhan. Karena ketidaktaatab mereka, Tuhan berkata dalam ayat berikut.

Maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tabah seumur hidupmu
Kejadian 3:17​

Karena tanahnya sudah dikutuk, maka tidak ada hasil yang nyata. Bekerja setengah mati pun hanya semak duri yang dihasilkan.Tuhan juga berkata kepada Hawa di ayat berikut:

"Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu;namun engakau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu."
Kejadian 3:16​

Sakit penyakit mulai datang karena kutuk. Adam dan Hawa telah melanggar ketetapan Allah, maka kutuk datang. Sekalipun Allah mengasihi mereka, menyediakan Taman Eden untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, merencanakan masa depan, tapi mereka menderita karena melanggar ketetapan Allah.


D. Keluar dari kutuk

Lalu bagaimana caranya keluar cari kutuk? Jawabannya dapat dilihat di ayat berikut.

"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah-Ku dan ujialah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan
Maleakhi 3:10​

Allah sudah memberi solusi keluar dari kutuk yaitu membawa seluruh - bukan sebagian persembahan persepuluhan ke dalam rumah perbendaharaan supaya ada persediaan makanan di rumah Allah. Ketika kita sudah mengembalikan persepuluhan, kita boleh membuktikan bahwa hidup kita buhan hanya dicukupi, tapi mengalami kelimpahan. Yang menjajikan hal ini adalah Tuhan dan Tuhan tidak pernah berubah dengan janji-Nya
 
3

Alasan kita mengembalikan persepuluhan​


Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengembalikan persepuluhan ke rumah Tuhan, yaitu:

A. Tanda pengakuan otoritas Allah atas hidup kita

Dengan membawa persembahan persepuluhan ke rumah Tuhan, kita sedang mengakui bahwa Allah berkuasa dan berwenang mengakui bahwa Allah berkuasa dan berwenang penuh atas hidup kita. Contohnya seperti ini, pada jaman dahulu bila ada bupati atau raja-raja muda menghadap kaisar setiap tahunnya, mereka harus mebawa upeti sebagai tanda pengakuan otoritas kaisar atas mereka. Bila mereka datang dengan tangan kosong maka kaisar akan marah karena merasa tidak diakui otoritasnya.

Dalam kisah Adam dan Hawa ada buah yang dikhususkan dan tidak boleh dimakan, buah itu adalah lambang otoritas Allah. Allah sangat mengasihi Adam dan Hawa sehingga semuanya diberikan, tapi Allah ingin kita mengakui ototritas-Nya. Ketika Hawa menyentuh buah pengetahuan yang baik dan jahat itu, dia sedang menyentuh otoritas Allah dan sebagai akibatnya hidup mereka hancur.

Kita sudah diberi berkat berlimpah, sedangkan persepuluhan adalah lambang otoritas Allah atas hidup kita. Selama kita menghormati ototritas Allah maka berkat akan terus mengalir. Dengan mengembalikan persepuluhan, kita mengakui otoritas Allah atas kita sehingga kita tetap berada dalam perlindungan, anugerah dan kasih Tuhan.

"Demikianlah juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan,a dalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN."
Imamat 27:30​


B. Pengakuan bahwa segala berkat adalah dari dan milik Tuhan

Kita adalah milik Tuhan, tertulis dengan

"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"
1 Korintus 6:20​

Kita suah dibeli dan harganya sudah dibayar lunas! Bukan dikredit atau dibayar sebagian, tetapi luans. Kita dulu adalah budak dosa dan hidup dalam kutuk, tapi kita sudah ditebus darah Yesus yang mahal sehingga kita dibebaskan dan mendapat hidup kekal. Jadi kita adalah milik Tuhan dan semua yang ada oada kita menjadi milik Tuhan. Sama halnya bila kita membeli ayam dengan lunas,maka cakar, sayap, kepala ayam itu adalah milik kita. Semaunya menjadi milik kita karena sudah dibayar lunas.

Karena kita sudah dibeli secara lunas oleh Tuhan, maka waktu, talenta, dompet dan tabungan kita adalah milik Tuhan. Bukan pada saat bermasalah saja kita datang kepada Tuhan dengan berkata, "Tuhan ini masalahMu," Tapi segala sesuatu, baik masalah, pergumulan, kekayaan, rumah dan gereja, semuanya milik Tuhan. Kalau kita merasa berkat yang kita dapatkan karena perjuangan dan kepandaian kita maka akan kesulitan melakukan ketetapan Tuhan ini. Kita akan mengajukan bermacam alasan untuk tidak mengembalikan persepuluhan.

Tapi kalau menyadari bahwa semuanya adlah milik Tuhan yang dipercayakan pada kita, kita tidak akan merasa sayang untuk mengembalikan apa yang menjadi milik Tuhan.Misalnya kita adalah pengusaha dan punya bendahara yang mengurus keuangan. Kita ingin membeli sebuah barang harganya 100 juta dan menyuruh bendahara untuk membayarnya.Bendahara itu tentu saja harus membayarnya karena uang itu bukanlah miliknya maka akan dengan mudah membayarnya.

Ketika kita taat dan membawa persepuluhan ke rumah Tuhan, tandanya kita sedang mengakui bahwa semuanya adalah milik Tuhan. Tuhan yang berhak memerintahkan kita bagaimana harus menggunakan segala sesuatu yang dipercayakanNya. Kita bisa belajar dari hidup Daud. Sekalipun awalnya hanya seorang penggembala kambing yang jumlanhnya hanya dua tiga ekor tapi kemudian Daud diangkat menjadi raja yang luar biasa. Daud mengerti bahwa keadaannya bisa berubah semua karena kasih karunia Tuhan maka segala yang ada padanya adalah milik Tuhan. Ketika Bait Allah dibangun, Daud tidak merasa sayang untuk mempersembahkan apa yang ada padanya. Dia juga mengajar rakyatnya untuk mempersembahkan apa yang mereka miliki. Ketika memberikan dengan sukacita maka tidak terasa berat. Setelah Daud memberi, dia berdoa kepada Tuhan supaya mereka diberi hati yang selalu ingin memberi.


C. Tanda kita mengasihi Tuhan

Dengan mengembalikan persepuluhan adalah tanda kita mengasihi Tuhan. Matius 6:21 berkata, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimy berada." Artinya, dimana kita berani menaruh harta kita, maka di situ juga hati kita berada. Contohnya kalau kita ada mobil itu. Kalau kita tidak ada hati pada mobil itu, kita tidak akan rela menghabiskan uang disitu. Kalau kita berani keluar unag untuk urusan duniawi, bisa dipastikan kalau hati kita penuh dengan keduniawian. Begitu juga kalau kita berani menaruh harta kita untuk pekerjaan Tuhan. Itu bukti dari perkataan Tuhan Yesus, "Dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."

Ada orang sedang pacaran. Si pria berkata kepada pasangannya, "Aku mencintai engkau dengan segenap hatiku." Tapi pada kenyataannya sangat perhitungan dalam mengeluarkan uang. Itu namanya tidak benar-benar cinta. Orang yang pelit ketika jatuh cinta akan berubah menjadi murah hati. Lalu mengapa setelah menikah berubah menjadi pelit? Karena setelah sekian lama cintanya mulai luntur. Dimana kita menaruh harta kita, sebenarnya disitulah hati kita. Hati dan harta sangat berkaitan. Ketika kita berani menaruh harta kita kepada Tuhan, maka hati kita pun ada pada Tuhan.


D. Supaya ada makanan di rumah Tuhan.

Dalam Maleakhi 3:10 dijelaskan alasan mengapa kita harus mengembalikan persepuluhan, yaitu membawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah supaya ada persediaan makanan di sana. Artinya, supaya rumah Tuhan tidak kekurangan dan ada biaya segala sesuatu yang hendak dilakukan. Dengan mengembalikan persepuluhan dan membawa persembahan khusus ke rumah Tuhan maka pekerjaan Tuhan akan maju karena banyak hal besar bisa dilakukan untuk membangun kerajaan Allah.

Lalu kemana kita harus membawa persepuluhan dan persembahan khusus kita? Banyak orang merasa berhak untuk menentukan dimana dia harus membaw persembahan persepuluhannya. Tapi persepuluhan adalah ketetapan Tuhan. Tuhan sudah mengatur denagn sebaik mungkin supaya rumah Tuhan bisa berjalan dengan baik. Kadang-kadang kita berpikir, "Gereja kita sudah kaya , kok. Tidak perlu lagi persembahan." Itu pemikiran yang salah. Gereja semakin besar, semakin banyak pekerjaan yang dilakukan, maka semakin membutuhkan banyak dana. Seorang pengusaha tahu persis tentang hal ini. Perusahaan yang kecil kebutuhan dana untuk operasional perusahaanya kecil. Semakin besar perusahaan, maka dana untuk operasionalnya juga semakin besar. Gereja semakin besar maka semakin banyak kebutuhannya.

Maka dari itu, kita harus membawa persepuluhan ke gereja dimana kita sudah digembalakan. Kalau setiap jemaat melakukan ketetapan Allah ini dengan baik, bisa dipastikan semua gereja akan bertumbuh dengan luar biasa dan tidak mengalami kekurangan. Kalau gereja bertumbuh dengan baik, yang mendapat keuntungan adalah jemaatnya.


E. Berkat Tuhan dicurahkan berkelimpahan

Dalam Maleakhi 3:10 Tuhan sudah berjanji,"...dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakanbagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan." Firman Tuhan adalah ya dan amin, Dia berjanji maka Dia juga menggenapinya. Tapi tentang hal ini adalah sebuah perjanjian yang harus dilaksanankan oleh kedua belah pihak. Bila kita taat melakukan ketetapan Tuhan maka secara otomatis berkat Tuhan akan dicurahkan secara berkelimpahan dalam hidup kita. Tuhan tidak bisa mengingkari perkataanNya sendiri. Bila Tuhan sudah berkata, "Ujilah Aku, kalau aku tidak membukakan tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan," itu artinya mengembalikan persembahan persepuluhan tidak membuat kita kekurangan tapi justru diberkati. Berkat Tuhan bisa berbicara tentang banyak hal misalnya berkat kesehatan, berkat damai sejahtera, kerukunan dalam rumah tangga, kesatuan,dll.


F. Menghardik belalang pelahap.

Selain supaya berkat Tuhan dicurahkan dalam hidup kita sampai berkelimpahan, dengan melakukan ketetapan Tuhan berarti kita sedang menyingkirkan belalang pelahap yang bisa menghabiskan berkat yang sudah disediakan Tuhan.

"Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman Tuhan semesta alam."
Maleakhi 3:11​

Ketika kita mengembalikan persepuluhan Tuhan berjanji akan menghardik belalang pelahap supaya anggur di ladang kita bisa berbuah sehingga apa yang sudah ada tidak bhabis dilahap belalang pelahap. Belalang pelahap berbicara tentang banyak hal, yaitu semua yang menggerogoti berkat Tuhan dalam hidup kita. Kita sudah bekerja dan mendapat nafkah yang sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan, tapi karena keluarga sakit sehingga terpaksa berobat ke dokter dan mengeluarkan banyak uang sehingga habis tak bersisa. Bila keadaan kita seperti ini, Tuhan menyuruh kita kembali kepada ketetapan Tuhan, maka belalang pelahap akan disingkirkan dari hidup kita.


G. Menjadi kesaksian bagi banyak orang

Tuhan berkata dalam Maleakhi 3:12, "Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam. Kalau kita kembali pada Tuhan dengan taat melakukan FirmanNya maka kita juga akan mengalami kebenaran FirmanNya yaitu janji Tuhan menjadi kenyataan dalam hidup kita.Kita keluar dari kutuk dan keterpurukan, hidup dalam kemenangan sehingga menjadi kesaksian bagi banyak orang. Orang lain akan melihat bahwa di dalam Tuhan benar-benar ada kasih karunia, kebahagiaan dan kuasa.

Pada waktu gereja kita membeli gedung biorkop Star untuk dijadikan gedung gereja, saat itu kita tidak memiliki unag. Tapi Tuhan berbicara dengan jelas, "Beli, Aku yang akan mengadakan dananya." Akhirnya kita berani melangkah dan membelinya. Sedangkan mengenai kekurangannya, Allah membuka jalan dengan cara pinjam bunk sebanyak 450 juta. Kekuranagn dana kita 400 juta, jadi masih ada plafon yang bisa kita ambil lagi sebanyak 50 juta. Dengan gedung gereja baru yang lebih besar, maka biaya operasionalnya menjadi lebih besar. Saat itu pemasukan dan pengeluarannya tidak seimbang. Pengeluaran lebih besar daripada pemasukannya sehingga mau tidak mau hutangnya bertambah. Dari 400 juta menjadi 410 juta karena ditambah bunga dan yang lainnya. Bulan depannya naik lagi menjadi 420 juta. Bulan depan lagi naik lagi menjadi 430 juta. Bertambah terus sampai akhirnya plafon hutangnya habis. Bulan berikutnya sudah tidak tahu bagaimana harus membayar hutang sedangkan untuk membayar bunganya saja tidak bisa.

Hari itu saya duduk di bawah kaki Tuhan dan marah pada Tuhan, "Tuhan, dulu kami taat untuk membeli gedung karena Engkau yang berjanji untuk menyediakan dananya. Saat itu Tuhan gerakkan untuk ambil kredit di bunk, tapi sekarang kebutuhan meningkat terus. Uang habis,plafon di bunk-pun habis. Untuk membayar saja sudah tidak ada uang." Saya menuntut Tuhan karena Tuhan yang menyuruh untuk membeli. Mendengar amarah saya Tuhan hanya tertawa. Lalu Tuhan berkata, "Kamu ini pendeta tapi tidak mengembalikan persepuluhan." Mendengar hal itu saya kaget dan marah," Tuhan, yang saya berikan sudah bukan persepuluhan lagi, tapi perseratusan!." Tuhan tetap sabar mendengar protes saya dan berkata, "Kapan engkau berkata bahwa yang kau berikan adalah persepuluhan? Semua persembahan yang kau bawa adalah persembahan untuk membeli gedung. Dalam hal ini engkau bersalah, kau melanggar ketetapan Allah tentang persepuluhan sehingga kena kutuk." Saat itu keuangan gereja dan perusahaan saya macet sehingga gereja menderita kekurangan. Tuhan berkata lagi, "Sebagai pendeta, engkau tidak memberikan teladan. Engkau bisa khotbah tentang persepuluhan." Selain itu Tuhan juga menunjukkan kekeliruan saya. Misalnya, setiap bulan saya mendukung gereja sebesar 10 juta karena biaya operasionalnya besr. Seharusnya, 10 juta itu tidak berupa persembahan khusus semuanya. Misalnya persepuluhannya 6 juta, itu yang dibawa terlebih dahulu karena sudah menjadi ketetapan Tuhan. Kemudian sisanya yang 4 juta dibawa sebagai persembahan untuk mendukung biaya opersional gereja. Jumlahnya sama tapi artinya berbeda. Dengan pengertian yang baru, saya minta ampun pada Tuhan, saya berjanji pada Tuhan bahwa pada hari Minggunya saya akan mengembalikan persepuluhan dari perusaah saya. Pada hari Minggu itu, dengan tidak ada orang yang tahu, saya mengembalikan persepuluhan. Hari Senin saya ditelpon oleh bendahara yang berkata, "Pak, kemarin mujizat terjadi, hari Minggu kemarin ada 4 pengusaha yang mengembalikan persepuluhan dalam jumlah yang besar." Mendengar hal itu saya menangis. Hari MInggu saya baru meresponi untuk mengembalikan persepuluhan, tapi Tuhan langsung bekerja dengan menjamah yang lain. Sjak saat itu gereja kita tidak pernah kekurangan bahkan akhirnya hutang di bunk lunas.

Penting sekali untuk mengerti ketetapan Tuhan supaya kita melakukannya karena setiap ketetapan Tuhan bertujuan untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Mari kita kembali kepada Tuhan dengan melakukan ketetapan Tuhan sehingga tingkap langit dibukakan dan anugerah Tuhan dicurahkan dengan melimpah. Belalang pelahap dihancurkan sehingga kita mengalami rencana Tuhan dan hidup kita menjadi kesaksian bagi banyak orang.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.