• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Perompak Somalia Tebas Tangan Kapten Kapal

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
tQ1Ur.jpg
Bajak laut Somalia mulai menerapkan cara kekerasan demi memperoleh uang tebusan yang mereka inginkan. Salah satu korbannya adalah seorang kapten kapal Vietnam yang kehilangan tangannya, ditebas parang perompak.

Dilansir dari harian Daily Mail, 25 Januari 2012, aksi sadis ini dilancarkan oleh para perompak di Haradhere, Somalia, Jumat pekan lalu. Kapten kapal nelayan FV Shiuh Fu-1, Chao-I Wu, kehilangan tangan kanannya setelah permintaan tebusan sebesar US$3 juta (Rp26,8 miliar) tidak dipenuhi oleh keluarga korban dan perusahaan pemilik kapal.

Lalu, para perompak memerintahkan para awak kapal yang lain untuk menelepon keluarga mereka. Langkah ini diambil para perompak agar keluarga sandera mengetahui perihal amputasi tangan sang kapten.

"Mereka lalu memohon sambil menangis kepada keluarga untuk membayar tebusan. Jika pemilik kapal dan keluarga sandera tidak membayar uang yang kami minta, maka kami akan melukai awak yang lain," kata salah seorang perompak.

Harian Vietnam, Tuoi Tre, menuliskan seorang awak kapal bernama Tran Van Hung menelepon ayahnya dan mengatakan bahwa dia melihat adegan pemotongan tangan kapten tersebut. Para perompak juga memukulinya dan para awak lainnya.

Aksi kekerasan sadis perompak Somalia ini baru terjadi beberapa bulan terakhir. Biasanya, para perompak hanya membajak dan menyandera, tapi jarang melakukan tindak kekerasan.

Taktik baru mereka ini dimulai saat seorang turis Prancis, Marie Dedieu, 66, tewas setelah diculik perompak Somalia di pulau Manda, Kenya, Oktober lalu. Suami seorang warga negara Inggris, Judith Tebbutt, 56, juga tewas ketika perompak menyerang mereka di Kiwayu, Kenya. Hingga saat ini, Tebbutt masih berada di tangan para perompak.
 
wah sadis nih, padahal kapan hari udah digerebek pasukan khusus gabungan dr amerika dll
skrg malah lbh menggila lagi parah nih
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.