Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perkenalkan namaku SANDRA. Aku & keluargaku tinggal di sebuah rumah yg cukup akbar dari pihak ayahku. Kami tinggal d sebuah kota kecil di jawatimur & kisah ini adalah tentang kisah tanteku bernama Ami.
Pernikahan pada umumnya dilakukan dengan dua orang yg saling mensayangi untuk saling melengkapi,menerima segala kekurangan pasangan & menerima kelurga dari kedua belah pihak.
Tapi hal ini tentu sangat berbeda dari kehidupan perkawinan tante. Sebut saja namanya AMI,beliau seorang wanita dengan dua anak yg sudah beranjak dewasa. Pertama laki-laki berusia 18 tahun & yg kedua perempuan berusia 11 tahun.
Tante ami adalah single parent. Singkat cerita tante ami d perkenalkan oleh temannya perempuan kepada seorang pria duda bernama RAHMAT. Usia mereka cuma terpaut satu tahun. Tante ami lebih muda dari om RAHMAT & ternyata baru di ketahui bahwa om rahmat adalah kakak kelas tante ami waktu SMP. Om rahmat adalah duda tanpa anak namun beliau mengadopsi anak perempuan yg usianya sama dengan anak tante ami yg kedua, sebut saja nadia.
Awalnya sih terlihat baik-baik saja. Tante ami terlihat bahagia & menerima kehadiran anak angkat om rahmat ketika mereka berkunjung ke rumah tante ami & saya pun juga begitu bahagia akan adanya calon anggota keluarga baru.
Mereka jadi lebih sering berjumpa bahkan untuk berjalan-jalan bersama. Tentu saja tante ami dengan anak keduanya & om rahmat dengan anak angkatnya, mungkin di pandangan semua orang mereka sudah seperti keluarga sebenarnya ini baru pendekatan & memang ada niatan untuk menikah.
Entah mengapa saya merasa tidak terlalu yakin dengan niatan tante ami untuk menikah bukan karena tidak harap melihat tante sendiri bahagia. Hanya saja dari omongan yg di besar-besarkan oleh nenekku sepertinya lebih banyak kebohongan. Oh iya nenekku adalah tipe orang yg lebih membanggakan tanteku daripada ayahku yg sama-sama anak kandung., ya nenek memiliki dua anak dari dua pernikahannya.
Kata orang sih,nenek bersikap seperti itu ke ayahku karena beliau d tinggal suaminya saat lagi hamil ayahku & menikah lagi serta hidup bersama dengan suami keduanya hingga saat ini dari perkawinan inilah terlahir tante ami. Namun,bukankah itu adalah alasan yg tidak masuk akal untuk "PILIH KASIH" di antara keduanya anaknya apalagi dari rahim yg sama? Ah sudah lah rasanya pikiranku tak sanggup hingga ke sana apalagi usiaku baru saja menginjak 20tahun & saya memutuskan untuk berkerja sehingga saya terlalu bodoh untuk menalar semua sikap nenek ke ayahku begitu juga sikap tante ami yg tidak jauh beda dengan sikap nenek kepada ayahku.
Tinggal satu atap karena rumah yg akbar bertingkat, di bagian atas saya & keluargaku sedangkan lantai bawah adalah nenekku,tante ami & kedua anaknya sehingga hampir 24 jam kami tahu apa yg terjadi walau terkadang sumber itu kami dapat dari tetangga yg iseng bercerita atau memang mereka harap memastikan sesuatu hal.
Lanjut part 2
Mohon maaf kalau ada bahasa yg kurang tepat atau penataan letaknya
Hari ini 08:35