• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pernah Dibully Karena Tidak Cantik? Begini Tipsnya, Baca Baik-baik!!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Pernah Dibully Karena Tidak Cantik? Begini Tipsnya, Baca Baik-baik!!

Sumber Gambar:https://www.brownhealth.org/be-well/...rents-can-help


Pernah Dibully Karena Tidak Cantik? Begini Tipsnya, Baca Baik-baik!!


Hai semuanya, Shalom Aleichem!

Selamat sore GanSist semuanya!



Di banyak lingkungan sosial, khususnya di sekolah atau dunia maya, standar kecantikan sering jadi sumber tekanan yg akbar bagi perempuan. Wajah simetris, kulit mulus, tubuh langsing, & rambut tertentu sering dipromosikan sebagai standar ideal. Akibatnya, perempuan yg tidak sesuai dengan standar tersebut kadang jadi target ejekan, sindiran, bahkan perundungan.

Padahal, secara ilmiah, kecantikan bukanlah ukuran tunggal nilai manusia. Banyak penelitian psikologi menunjukkan bahwa standar kecantikan berubah dari waktu ke waktu, & sangat dipengaruhi oleh budaya serta media (Langlois et al., 2000). Namun, tekanan sosial tetap dapat berdampak serius pada kesehatan mental, khususnya kalau seseorang mengalami bullying karena penampilannya.

Thread ini adalah seri #16 dari Superwoman Series, yg membahas bagaimana cara menghadapi bullying karena dianggap tidak cantik. Pendekatan yg dibahas di sini bukan balas dendam, bukan kekerasan, & bukan juga perubahan ekstrem pada tubuh. Sebaliknya, ini adalah cara yg bermartabat, cerdas, & membangun diri.

Tujuan utama dari thread ini sederhana, yaitu membalas bullying dengan pertumbuhan pribadi.

Quote:
Mengapa Bullying Karena Penampilan Terjadi?​


Dalam psikologi sosial, fenomena ini berkaitan dengan apa yg disebut appearance-based bullying, yaitu perundungan yg didasarkan pada penampilan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa tipe bullying ini cukup biasa terjadi pada remaja, khususnya pada perempuan (Puhl & Heuer, 2009).

Ada beberapa alasan mengapa hal ini dapat terjadi, yaitu:

1) Standar kecantikan sosial yg sempit: Media sering menampilkan standar kecantikan tertentu sebagai standar ideal.

2) Mekanisme dominasi sosial: Sebagian orang mengpakai ejekan untuk merasa lebih unggul.

3) Kurangnya empati: Orang yg tega mengerjakan bullying sering kali tidak memahami akibat emosional dari kata-kata mereka.

Bullying semacam ini dapat menimbulkan akibat psikologis seperti rendahnya harga diri, kecemasan, & depresi (Hawker & Boulton, 2000). Oleh karena itu, cara meresponsnya perlu bijak, & harus bersifat membangun kekuatan mental.


Quote:
Cara Elegan Menghadapi Bullying Karena Tidak Cantik​


Quote:
1. Jangan Malu Jika Fisik Jelek, Selama Otak & Hati Tidak Jelek​


Penampilan fisik adalah kombinasi faktor genetik & lingkungan yg tidak sepenuhnya dapat dikontrol oleh seseorang. Namun, sikap, kecerdasan, & empati perempuan adalah kualitas yg dapat dikembangkan sepanjang hidup.

Dalam psikologi, konsep ini berkaitan dengan self-worth atau nilai diri. Wanita yg memiliki nilai diri yg sehat tidak menilai dirinya cuma dari satu aspek seperti penampilan fisik (Orth & Robins, 2014).

Banyak tokoh feminis akbar dalam sejarah tidak diketahui karena kecantikan fisiknya, tetapi karena kecerdasannya, keberaniannya, atau kontribusinya bagi masyarakat.

Oleh karena itu, seseorang tidak perlu merasa malu kalau penampilannya tidak sesuai standar populer. Selama seseorang memiliki integritas, empati, & kemampuan berpikir yg baik, nilai dirinya tetap tinggi.


Quote:
2. Kuasai Ilmu & Keterampilan yg Tidak Dimiliki Pembully​


Salah satu cara paling efektif menghadapi ejekan adalah dengan mengembangkan kompetensi diri.

Dalam teori psikologi self-determination, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa kompeten dalam suatu bidang (Deci & Ryan, 2000). Ketika seseorang menguasai keterampilan tertentu (misalnya akademik, seni, olahraga, atau teknologi), rasa percaya diri akan meningkat secara alami.

Kompetensi juga memberikan pengakuan sosial yg sehat. Orang yg memiliki kemampuan nyata biasanya lebih dihargai dalam komunitas.

Sebaliknya, banyak pelaku bullying justru mengpakai ejekan sebagai cara menutupi rasa tidak kondusif mereka sendiri.

Mengembangkan keterampilan bukan cuma cara membalas secara elegan, melainkan juga investasi masa depan.


Quote:
3. Jangan Percaya Bahwa Kamu Akan Selamanya Tidak Cantik​


Salah satu kesalahan berpikir yg sering terjadi adalah fixed mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan atau nilai diri tidak dapat berubah (Dweck, 2006).

Padahal dalam kenyataan, banyak aspek dalam diri manusia berkembang seiring waktu. Gaya hidup sehat, rasa percaya diri, sikap positif, & kedewasaan emosional dapat menciptakan seseorang terlihat jauh lebih menarik.

Dalam psikologi sosial, daya tarik seseorang tidak cuma ditentukan oleh wajah, tetapi juga oleh ekspresi, bahasa tubuh, empati, & kepercayaan diri (Rhodes, 2006).

Artinya, seseorang dapat jadi sangat menarik dalam banyak cara, meskipun tidak memenuhi standar kecantikan konvensional.


Quote:
4. Jangan Membenci Perempuan Cantik​


Ketika seseorang sering diejek karena penampilan, seseorang dapat mengembangkan rasa iri atau marah kepada orang yg dianggap lebih cantik. Namun, kebencian semacam ini justru dapat merusak kesehatan mental.

Penelitian menunjukkan bahwa perbandingan sosial yg negatif dapat meningkatkan stres & menurunkan kesejahteraan psikologis (Festinger, 1954).

Daripada membenci orang lain, jauh lebih sehat untuk belajar menerima keberagaman penampilan manusia. Setiap orang memiliki kelebihan & kekurangan masing-masing.

Keberanian jadi diri sendiri adalah bentuk kepercayaan diri yg paling kuat.


Quote:
5. Perkuat Kehidupan Spiritual​


Banyak penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual atau keagamaan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, rasa syukur, & ketahanan kepada stres (Koenig, 2012).

Doa, meditasi, atau refleksi spiritual dapat menolong seseorang memandang hidup secara lebih luas. Ketika seseorang merasa hidupnya memiliki makna yg lebih akbar daripada sekadar penampilan fisik, tekanan sosial jadi lebih mudah dihadapi.

Selain itu, rasa syukur yg berkembang melalui praktik spiritual terbukti berkaitan dengan tingkat kepuasan akan diri sendiri yg lebih tinggi (Emmons & McCullough, 2003).

Dengan mengatakan lain, spiritualitas dapat jadi sumber kekuatan batin yg sangat penting.


Quote:
Membalas Bullying dengan Cara Bermartabat​


Membalas bullying tidak harus berarti menyerang balik. Cara yg paling elegan adalah membangun diri hingga ejekan tersebut kehilangan maknanya.

Beberapa langkah praktis yg dapat dilakukan antara lain fokus pada pendidikan & keterampilan, menjaga kesehatan fisik melalui olahraga, membangun hubungan sosial yg positif, mengembangkan empati kepada orang lain, serta memperkuat kehidupan spiritual. Ketika seseorang berkembang secara intelektual, emosional, & spiritual, evaluasi dangkal tentang penampilan akan semakin tidak relevan.


Quote:
PENUTUP​


Bullying karena penampilan adalah masalah sosial yg nyata. Namun, respon kepada bullying dapat menentukan arah kehidupan seseorang.

Perempuan yg kuat tidak harus mengubah tubuhnya demi memenuhi standar sosial yg sempit. Wanita kuat dapat memilih jalan yg lebih bermartabat, yaitu mengembangkan kecerdasan, kedewasaan sikap, & spiritualitasnya.

Dalam topik tentang wanita tangguh, kecantikan seorang perempuan tidak diukur dari wajahnya, tetapi dari ketangguhan hatinya, kejernihan pikirannya, & kemampuannya untuk tetap berdiri tegak meskipun pernah diremehkan.

Sebab, pada akhirnya, kecantikan yg paling kuat adalah kecantikan yg berasal dari dalam hati & jiwa.


Quote:
SUMBER​


Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The what and why of goal pursuits. Psychological Inquiry, 11(4), 227268.

Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success. Random House.

Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377389.

Hawker, D. S. J., & Boulton, M. J. (2000). Twenty years research on peer victimization. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 41(4), 441455.

Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health. ISRN Psychiatry, 2012, 133.

Langlois, J. H., et al. (2000). Maxims or myths of beauty? Psychological Bulletin, 126(3), 390423.

Orth, U., & Robins, R. W. (2014). The development of self-esteem. Current Directions in Psychological Science, 23(5), 381387.

Puhl, R. M., & Heuer, C. A. (2009). The stigma of obesity. Obesity, 17(5), 941964.

Rhodes, G. (2006). The evolutionary psychology of facial beauty. Annual Review of Psychology, 57, 199226.


@aldo12 @itkgid @swiitdebby
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.