• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Permen tidak boleh Menjadi kembalian

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. byakuya
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

byakuya

IndoForum Activist C
No. Urut
46894
Sejak
25 Jun 2008
Pesan
14.460
Nilai reaksi
288
Poin
83
Banyaknya pengakuan masyarakat tentang penggunaan permen sebagai alat pengembalian transaksi perdagangan ritel, membuat pemerintah gerah. Departemen Perdagangan (Depdag) minta para pedagang eceran tak lagi menjadikan permen sebagai ganti uang kembalian kepada konsumen. Direktur Perlindungan Konsumen Depdag Radu Malam Sembiring menegaskan, aturan pengembalian dalam transaksi ritel tertuang jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23/1999 tentang bunk Indonesia (BI).



UU BI menetapkan, seberapa pun kecil nilai kembalian dalam setiap transaksi, tetap harus menggunakan alat pembayaran yang sah. ”Kami masih memberikan waktu bagi peritel untuk membenahi. Setelah ini kami akan mengambil tindakan tegas,” jelas Radu, kemarin. Jika peritel tetap membandel, Radu menilai mereka telah melanggar UU BI dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Sehingga perlu terkena tindakan tegas. Namun, sebelum mengambil tindakan tegas yang tak dia sebutkan dalam bentuk apa, Radu bilang, masalah transaksi ini lebih dulu diselesaikan langsung dengan instansi terkait, yaitu bunk Indonesia.



Sebab dalih pengusaha, mereka terpaksa memberikan permen karena tak mudah lagi bagi mereka mendapatkan uang receh untuk kembalian transaksi. ”Kami kesulitan untuk mendapatkan uang receh,” kata Heri Sumantri, Ketua Bidang Kemitraan dan Departemen UKM, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia. Tapi BI tak bisa begitu saja menerima dalih dari para pedagang tersebut. ”Perusahaan ritel bisa menukar ke BI dan kami sudah menyediakan,” kata Ery Setiawan, Kepala Bagian Pengelolaan Uang Keluar BI.
 
Iya emang ga boleh ini, cuma gw juga malas nolak kalo dikasihnya....
 
tapi tetep aja masih banyak yg make permen buat kembalian.... ;))

btw,
Direktur Perlindungan Konsumen Depdag Radu Malam Sembiring

itu siapanya Tifatul Sembiring ?? :-?
 
ane kalau di kasih kembalian pake perment..bakal ane balik tanya..ane td beli barangnya pake duit bukan pake perment:D
 
terpaksa deh diterima permennya daripada gak ada kembalian :D
 
ane kalau di kasih kembalian pake perment..bakal ane balik tanya..ane td beli barangnya pake duit bukan pake perment:D
Ga caya aku bang....;;)

Kalo aku biasanya ditanya dulu "Dek/Bang/Bos, ga ada kembalian uang kecil, pake permen aja ya?"
Ywdah, dengan begitu aku bilang aja gpp...:D
 
setuju-setuju karena sy ga doyan permen /heh
 
ya kalau nilainya kecil rp 100 sih gpp, klo kembaliannya rp 500 ya sama aja dia jualan permen :d.
Jadi mnrt saya gpp kembalian pakai permen asal nilainya kecil karena saya sendiri pernah ngalami jualan emang sering ngalamin susah cari uang receh
 
Tapi klo kembalian nya kurang gimana ? misal, kurang 50 atau 25 ? /gg
 
repotnya kalau kembaliannya kurang 25 ribu..apa APA HARUS PERMEN SEMUA KEMBALIANNYA:D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.