Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gue malah jadi resah ketika tau bahwa sistem himpunan itu dapat dibilang sampah. Kenapa sampah, oke kita bedah satu per satu, yg pertama, awal perdana gue masuk ke himpunan, banyak kegiatan & segala macam hal. Namanya gue orangnya malesan, ketika gue males & gak mau ikut suatu kegiatan, ada sebuah kata" pemaksaan dari mulut bullshit temen gue, 'Mana kontribusi elu'. Semenjak itu gue emang sedikit sedikit meminimalisir rasa males gue.
Hingga suatu ketika gue diangkat jadi ketua penyelenggara acara di himpunan gue. Gue gak ada niat sama sekali pun buat jadi ketua. Sistem seleksinya pun pada akhirnya nunjuk gue jadi ketua. Apalah atuh gue yg gak dapat nolak, argumen gue lemah selemah saya dihadapan-Mu.
Mulai dari situlah gue ada sebuah kejadian yg tidak disangka oleh gue sendiri. Dimana si kating baik ini kerjaannya sama dengan netizen, mengkritik tetapi solusi tidak ada. Apakah ini yg dinamakan mahasiswa senior? Yang katanya berpikir jauh lebih dewasa daripada gue.
Gini mungkin gue akan lebih terima kritikan dari jauh" hari sebelum acara, masalahnya ini tuh h-2 & anda baru mengkritik. Sedangkan gue sendiri memberikan waktu untuk anda berbicara dalam waktu yg panjang. Apakah sebodoh itu otak anda sehingga anda baru kepikirannya h-2? Kan enggak cuy. Itu yg pertama.
Keresahan gue yg kedua, ketika akhir dimana periode kating baik ini habis, pada umumnya semua orang mungkin akan merasa kehilangan, nangis-nangis. Gue enggak, justru malah senang, akhirnya gue terbebaskan dari jeratan kating baik.
Tapi benar si, lebih menyakitkan itu ketika kita diserang oleh angkatan sendiri atau ya dapat dibilang internal kita. Ketika masa transisi, semua orang mempunyai keharapan punya suatu jabatan. Gue mungkin satu"nya orang yg tidak mengharapkan hal itu, tetapi lingkungan gue banyak yg mendukung gue untuk naik jadi ketua departemen, siapa si yg enggak mau naik karena dukungan dari temen-temen ya meskipun ada bau bau wah si ini mah bercanda. Gue udah mengharapkan sebuah ekspetasi lebih karena gue punya bekal lebih daripada yg lain.
Ketika pada akhirnya pengumumannya keluar, & nama gue tidak ada disana. Gue bener kecewa, angkatan gue meremehkan kemampuan gue. Gue bukan karena gila jabatan, yg jelas gini ketika gue ada suatu dukungan dari temen" gue untuk naik jadi ketua dalam suatu departemen itu malah menciptakan orang percaya diri & bahkan peluangnya pun gue yakin 99.99%. Ini yg dukungnya masalahnya dari departemen sendiri. Gue sempat bertanya pada diri gue sendiri, apa gue yg dibodohi oleh mereka, atau gue emang salah menanggapi mereka?
Gue mencoba me lobby sana sini seperti orang mencari keadilan. Ini mana keadilan gue kok gue serasa ditenggelamkan, apakah ini sebuah konspirasi alam semesta? Tidak ada jawaban yg sesuai dengan apa yg gue harapkan. Semua jawabannya sama & malah gue seperti yg diceramahi, oke dari situ gue paham. Gue emang tidak diharapkan didalamnya. Ini adalah rasa sakit lebih dari patah hati yg biasa gue rasakan.
Hari ini 20:37
Hingga suatu ketika gue diangkat jadi ketua penyelenggara acara di himpunan gue. Gue gak ada niat sama sekali pun buat jadi ketua. Sistem seleksinya pun pada akhirnya nunjuk gue jadi ketua. Apalah atuh gue yg gak dapat nolak, argumen gue lemah selemah saya dihadapan-Mu.
Mulai dari situlah gue ada sebuah kejadian yg tidak disangka oleh gue sendiri. Dimana si kating baik ini kerjaannya sama dengan netizen, mengkritik tetapi solusi tidak ada. Apakah ini yg dinamakan mahasiswa senior? Yang katanya berpikir jauh lebih dewasa daripada gue.
Gini mungkin gue akan lebih terima kritikan dari jauh" hari sebelum acara, masalahnya ini tuh h-2 & anda baru mengkritik. Sedangkan gue sendiri memberikan waktu untuk anda berbicara dalam waktu yg panjang. Apakah sebodoh itu otak anda sehingga anda baru kepikirannya h-2? Kan enggak cuy. Itu yg pertama.
Keresahan gue yg kedua, ketika akhir dimana periode kating baik ini habis, pada umumnya semua orang mungkin akan merasa kehilangan, nangis-nangis. Gue enggak, justru malah senang, akhirnya gue terbebaskan dari jeratan kating baik.
Tapi benar si, lebih menyakitkan itu ketika kita diserang oleh angkatan sendiri atau ya dapat dibilang internal kita. Ketika masa transisi, semua orang mempunyai keharapan punya suatu jabatan. Gue mungkin satu"nya orang yg tidak mengharapkan hal itu, tetapi lingkungan gue banyak yg mendukung gue untuk naik jadi ketua departemen, siapa si yg enggak mau naik karena dukungan dari temen-temen ya meskipun ada bau bau wah si ini mah bercanda. Gue udah mengharapkan sebuah ekspetasi lebih karena gue punya bekal lebih daripada yg lain.
Ketika pada akhirnya pengumumannya keluar, & nama gue tidak ada disana. Gue bener kecewa, angkatan gue meremehkan kemampuan gue. Gue bukan karena gila jabatan, yg jelas gini ketika gue ada suatu dukungan dari temen" gue untuk naik jadi ketua dalam suatu departemen itu malah menciptakan orang percaya diri & bahkan peluangnya pun gue yakin 99.99%. Ini yg dukungnya masalahnya dari departemen sendiri. Gue sempat bertanya pada diri gue sendiri, apa gue yg dibodohi oleh mereka, atau gue emang salah menanggapi mereka?
Gue mencoba me lobby sana sini seperti orang mencari keadilan. Ini mana keadilan gue kok gue serasa ditenggelamkan, apakah ini sebuah konspirasi alam semesta? Tidak ada jawaban yg sesuai dengan apa yg gue harapkan. Semua jawabannya sama & malah gue seperti yg diceramahi, oke dari situ gue paham. Gue emang tidak diharapkan didalamnya. Ini adalah rasa sakit lebih dari patah hati yg biasa gue rasakan.
Hari ini 20:37