Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Vaksin gratis saat ini banyak pro-kontra, khususnya vaksin yg diborong pemerintah Indonesia adalah vaksin yg masih belum lulus uji dari negara China. Banyak masyarakat yg takut divaksin, karena berdasarkan pengalaman masa lalu, vaksin darurat suka menimbulkan banyak masalah, seperti dulu vaksin polio yg justru menciptakan wabah polio semakin meningkat.
Ditambah lagi dengan fenomena yg kita hadapi, seperti pejabat yg tidak mau divaksin terlebih dahulu, menciptakan masyarakat semakin mempertanyakan keamanan dari vaksin itu sendiri. Selain itu juga pertanyaan Taiwan yg tidak mau mengpakai vaksin dari China, & dari China sendiri malah memborong 100jt vaksin Pfizer dari Jerman, padahal mereka punya 5 vaksin lokal:
1. Sinopharm dari Beijing Institute
2. Sinopharm dari Wuhan Institute
3. Sinovac
4. CanSino dari Beijing Institute
5. Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical
Juga dari pengalaman masa lalu China yg pernah terjadi distribusi vaksin yg sudah kadaluarsa, sehingga menciptakan rakyat semakin ragu dengan vaksin, khususnya vaksin asal China.
Spoiler for Taiwan ogah dengan vaksin China:
Spoiler for China borong vaksin Jerman:
Nah, terlepas dari asal vaksin & pro-kontra tersebut, pertanyaan sebenarnya, perlukah dikita divaksin? Terutama untuk yg sudah pernah terpapar covid19.
Jawabannya adalah tidak perlu, kenapa tidak perlu?
Pertama yg perlu dipahami adalah vaksin bukanlah obat, vaksin hanyalah zat untuk merangsang tubuh membentuk antibody, zat itu dapat berupa virus yg sudah di non-atifkan, dapat berupa sub-unit protein virus, dapat berupa virus tiruan, dapat berupa DNA/RNA virus, & metode2 lainnya yg tujuannya supaya vaksin tersebut dianggap virus oleh tubuh & merangsang tubuh menciptakan antibody supaya virus tersebut tidak berkembang.
Dengan vaksin tersebut diharapkan tubuh dapat memprodukti antibody tanpa harus beresiko terkena akibat negatif dari misalkan tertular virus yg sebenarnya. Untuk kasus covid19, diharapkan yg belum mempunyai antibody, tubuhnya dapat memperoleh antibody yg sama dengan yg sudah terpapar covid19 tanpa harus beresiko terjadi gagal nafas, batuk2, kehilangan indra penciuman, & gejala2 covid19 lainnya.
Nah, untuk yg sudah pernah kena covid19 & sudah sembuh, dalam tubuhnya sudah terbentuk antibody kepada covid19 tersebut, itu kenapa orang yg sudah pernah positif covid19 tidak akan tertular lagi untuk yg kedua kalinya, tetapi kalo positif untuk kedua kalinya dapat, tetapi tidak akan mengalami gejala apapun lagi untuk positif yg ke dua, tiga, & seterusnya, karena dalam tubuhnya sudah ada antibody.
Begitu juga dengan yg sudah divaksin nanti, mereka dapat saja positif, tetapi tidak akan berpengaruh apapun kepada tubuh mereka.
Jika tubuh sudah memproduksi antibody covid19, untuk apa harus dirangsang kembali tubuhnya untuk membentuk antibody yg sama?
Virus dari keluarga Corona antibodynya bertahan di tubuh selama 6 bulan - 2 tahun, sedangkan umur covid di Indonesia belum hingga 1 tahun, dapat dibilang semua survival covid dari yg paling awal kena hingga sekarang antibody nya masih ada, jadi tidak perlu untuk divaksin lagi.
Nah, ada yg mengatakan kalau antibody yg didapat dari vaksin lebih kuat daripada dari virus asli, hal ini bertentangan dengan konsep virologi sendiri.
Covid19 diklaim sebagai virus alami, bukan virus buatan lab, karena strukturnya yg komplex, sedangkan virus buatan lab struktur yg jauh lebih sederhana, begitu juga dengan vaksin, karena virus asli lebih komplex, maka antibody yg dihasilkan akan lebih complex juga dibandingkan dengan vaksin, yg mana vaksin dari virus yg dilemahkan menghasilkan agresiftas virus yg lebih rendah, apalagi dengan metode virus tiruan yg tentunya lebih sederhana daripada virus aslinya. Hari ini 14:23
Ditambah lagi dengan fenomena yg kita hadapi, seperti pejabat yg tidak mau divaksin terlebih dahulu, menciptakan masyarakat semakin mempertanyakan keamanan dari vaksin itu sendiri. Selain itu juga pertanyaan Taiwan yg tidak mau mengpakai vaksin dari China, & dari China sendiri malah memborong 100jt vaksin Pfizer dari Jerman, padahal mereka punya 5 vaksin lokal:
1. Sinopharm dari Beijing Institute
2. Sinopharm dari Wuhan Institute
3. Sinovac
4. CanSino dari Beijing Institute
5. Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical
Juga dari pengalaman masa lalu China yg pernah terjadi distribusi vaksin yg sudah kadaluarsa, sehingga menciptakan rakyat semakin ragu dengan vaksin, khususnya vaksin asal China.
Spoiler for Taiwan ogah dengan vaksin China:
Spoiler for China borong vaksin Jerman:
Nah, terlepas dari asal vaksin & pro-kontra tersebut, pertanyaan sebenarnya, perlukah dikita divaksin? Terutama untuk yg sudah pernah terpapar covid19.
Jawabannya adalah tidak perlu, kenapa tidak perlu?
Pertama yg perlu dipahami adalah vaksin bukanlah obat, vaksin hanyalah zat untuk merangsang tubuh membentuk antibody, zat itu dapat berupa virus yg sudah di non-atifkan, dapat berupa sub-unit protein virus, dapat berupa virus tiruan, dapat berupa DNA/RNA virus, & metode2 lainnya yg tujuannya supaya vaksin tersebut dianggap virus oleh tubuh & merangsang tubuh menciptakan antibody supaya virus tersebut tidak berkembang.
Dengan vaksin tersebut diharapkan tubuh dapat memprodukti antibody tanpa harus beresiko terkena akibat negatif dari misalkan tertular virus yg sebenarnya. Untuk kasus covid19, diharapkan yg belum mempunyai antibody, tubuhnya dapat memperoleh antibody yg sama dengan yg sudah terpapar covid19 tanpa harus beresiko terjadi gagal nafas, batuk2, kehilangan indra penciuman, & gejala2 covid19 lainnya.
Nah, untuk yg sudah pernah kena covid19 & sudah sembuh, dalam tubuhnya sudah terbentuk antibody kepada covid19 tersebut, itu kenapa orang yg sudah pernah positif covid19 tidak akan tertular lagi untuk yg kedua kalinya, tetapi kalo positif untuk kedua kalinya dapat, tetapi tidak akan mengalami gejala apapun lagi untuk positif yg ke dua, tiga, & seterusnya, karena dalam tubuhnya sudah ada antibody.
Begitu juga dengan yg sudah divaksin nanti, mereka dapat saja positif, tetapi tidak akan berpengaruh apapun kepada tubuh mereka.
Jika tubuh sudah memproduksi antibody covid19, untuk apa harus dirangsang kembali tubuhnya untuk membentuk antibody yg sama?
Virus dari keluarga Corona antibodynya bertahan di tubuh selama 6 bulan - 2 tahun, sedangkan umur covid di Indonesia belum hingga 1 tahun, dapat dibilang semua survival covid dari yg paling awal kena hingga sekarang antibody nya masih ada, jadi tidak perlu untuk divaksin lagi.
Nah, ada yg mengatakan kalau antibody yg didapat dari vaksin lebih kuat daripada dari virus asli, hal ini bertentangan dengan konsep virologi sendiri.
Covid19 diklaim sebagai virus alami, bukan virus buatan lab, karena strukturnya yg komplex, sedangkan virus buatan lab struktur yg jauh lebih sederhana, begitu juga dengan vaksin, karena virus asli lebih komplex, maka antibody yg dihasilkan akan lebih complex juga dibandingkan dengan vaksin, yg mana vaksin dari virus yg dilemahkan menghasilkan agresiftas virus yg lebih rendah, apalagi dengan metode virus tiruan yg tentunya lebih sederhana daripada virus aslinya. Hari ini 14:23