Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pendidikan sangat penting untuk menunjang SDM yg berkualitas, namun ada banyak cerita di Indonesia dimana lulusan Sarjana pusing mencari pekerjaan, lulusan Sarjana cuma jadi penarik becak, ojol, jualan sempol & banyak hal lainnya cerita-cerita tentang lulusan sarjana yg gagal bersaing di dunia pekerjaan.
Maka akan ada pertanyaan dibenak orang awam,
Perlu Ga Sih Pendidikan Hingga Sarjana Di Indonesia?
Pendidikan itu perlu, namun untuk mencapai tingkat Sarjana diperlukan kemauan, tekad, serta ekonomi yg cukup kuat lalu plan masa depanmu harap jadi apa! Itu yg perlu dilakukan, jangan hingga gelar mahasiswa cuma kedok untuk open BO menaikan tarif kencan bagi om hidung belang kelas kakap, jadi niat harap jadi sarjana ini yg perlu diluruskan.
Kalau kita mau berkata jujur, kepada mereka yg meneruskan kuliah hingga jadi sarjana ketika ditanyakan "Untuk apa anda kuliah? Apa tujuanmu kuliah?" Yakin beberapa akbar tak dapat menjawab dengan pasti, alasannya tentu beragam, ada yg ikut teman, ada yg disuruh orang tua untuk kuliah, ada yg memang niatnya harap jadi seorang yg pakar di dalam bidang tertentu & profesional dalam berkarir dimasa depan namun jawaban ini cuma dilakukan segelintir orang.
Karena terlihat ada cerita tentang Sarjana Pertanian bekerja jadi administrasi di perusahaan, itupun ada koneksi orang dalam. Maka pendidikan jadi sarjana di Indonesia banyak kaum pelajar tak mengerti tujuan mereka kuliah & belajar itu untuk apa?
Seharusnya sebelum kuliah calon mahasiswa harus sudah ada tujuan dalam mengarungi langkahnya dimasa depan, setelah lulus kuliah harap jadi apa? Mau kerja dimana? Sebagai apa? Jadi dapat dikatakan setelah lulus anda harus jadi professional, keahlian lulusan sarjana dapat dibilang jadi berkualitas karena memang menyukai jurusan yg ditawarkan oleh Universitas tersebut baik PTN maupun PTS.
Karena kalau tak memikirkan tujuanmu setelah kuliah hendak kemana, maka dapat dikatakan gelar sarjana hanyalah sekedar gaya & sia-sia. Maka gelar itu tak diperlukan, karena banyak mahasiswa salah kaprah ketika mendapatkan gelar sarjana akan mudah mencari pekerjaan!
Faktanya lowongan kerja terbatas, belum lagi banyak calon pekerja yg bergelar Sarjana tak memenuhi kompetensi yg diharapkan oleh perusahaan, jadi banyak yg lulusan sarjana dapat dikatakan kualitasnya buruk, karena tidak memiliki kompetensi yg cukup.
Kuliah juga harus ditunjang dengan skill primer lainnya seperti bahasa asing, maka tak heran mereka yg punya uang lebih bahagia kuliah di negara asing dibandingkan di negeri sendiri. Karena bahasa asing yg dikuasai akan lebih mudah dipelajari bila berjumpa dengan mahasiswa lain.
Tak jarang kualitas lulusan SMA dapat lebih kompetensi dengan yg lulusan sarjana, bahkan dapat lebih berprestasi karena mereka fokus dengan tujuannya jadi sosok yg ahli.
Apapun hal itu bila anda fokus dalam belajar & menggali potensi dalam diri akan ada yg namanya kesuksesan, misal anda punya keahlian menciptakan kue & fokus tanpa harus kuliah namun hal tersebut anda tekuni dengan sungguh-sungguh dapat dipastikan anda jadi pakar pembuat kue, ujungnya usaha kuemu juga dapat berakhir dengan kesuksesan.
Kuliah itu cuma penunjang supaya keahlianmu lebih meningkat & dapat dilirik oleh perusahaan besar, bahkan bukan cuma sebagai gelar & meningkatkan bayaran gaji saja namun sebagai pakar yg berkualitas.
Contoh mudah Jesselyn Lauwreen & Nadya adalah finalis MasterChef Indonesia (MCI) Season 8keduanya adalah lulusan sekolah masakan Le Cordon Bleu, namun berbeda negara kalau Nadya lulus dari Le Cordon Bleu Australia, Jesselyn lulus dari Le Cordon Bleu Paris. Namun lihat saat ini Lord Adi petani cabai yg tidak sekolah masakan jadi sosok pembeda diantara kedua finalis tersebut, bahkan walau tidak pemenang lomba Lord Adi punya program tersendiri di televisi dengan style cooking comedy.
Itu salah satu contoh sekolah itu perlu, namun tujuan setelah lulus itu mau kemana? Itu yg harus difikirkan dengan matang, karena banyak gelar sarjana sekarang ini cuma jadi penghias dinding ruangan saja, karena salah tujuan, salah mengambil jurusan.
Lor Adi tidak ada titel lulusan sekolah masakan sanggup menembus dunia entertaint
Apa tanggapanmu dengan hal ini guys?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik
Pic : google