• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Perlu Aturan Khusus untuk Eksplorasi Shale Gas

Sosmed MMI

IndoForum Newbie D
No. Urut
282168
Sejak
16 Okt 2013
Pesan
72
Nilai reaksi
0
Poin
6
Jakarta, GEO ENERGI - Persoalan pengembangan potensi shale gas Indonesia yang memiliki cadangan 574 triliun kaki kubik (Tcf), dinilai perlu ada aturan khusus soal masa eksplorasi yang tentunya beda dari eksplorasi gas konvensional. Rovicky Dwi Putrohari, Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), menyatakan perlu ada semacam aturan yang bisa membuat durasi eksplorasi menjadi minimal 20 tahun. Menurutnya, masa eksplorasi itu mengacu pada masa eksplorasi shale gas di Amerika Serikat yang mencapai 20 tahun hingga 30 tahun. Padahal, Direktorat Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral hanya mengalokasikan waktu eksplorasi 10 tahun. “Bila melihat pengembangan shale gas di Amerika Serikat membutuhkan waktu 20 tahun hingga 30 tahun baru bisa menentukan mana wilayah yang bisa dikomersialkan,” ujarnya seperti dilansir Bisnis, Rabu (26/3). Untuk itu, dia mengharapkan ada semacam aturan khusus soal masa eksplorasi. Misalnya, bila wilayah kerja eksplorasi 10.000 hektar dengan durasi 10 tahun, maka pasca kontrak habis dapat diperpanjang lagi 10 tahun tetapi sudah mengerucut ke wilayah yang ditargetkan menjadi 2.000 hektar. “Nah, wilayah kerja sisanya bisa digarap pelaku usaha lainnya,” ujarnya. Pasalnya, riset untuk memetakan potensi shale gas di Indonesia harus dilakukan dengan tepat agar mendapatkan data yang terkalkulasi dengan tepat agar pelaku usaha yang berminat bisa menghitung nilai keekonomiannya. Masalahnya, ujarnya, jumlah potensi sebesar 574 Tcf tersebut baru spekulatif data sehingga masih belum bisa meyakinkan para pengembang industri ini. Padahal, shale gas sedang ‘booming’ di Amerika Serikat. Namun, memang potensi shale gas terbesar Indomesia berada di wilayah Indonesia Timur, tetapi yang masuk secara monetize ada di wilayah Indonesia Barat. Pasalnya, proses fracturing membutuhkan lahan yang cukup luas, tetapi lahan di wilayah Indonesia Barat sudah penuh. Dia mengungkapkan memang ada sejumlah tantangan dalam pengembangan shale gas di Indonesia antara lain lahan yang sudah padat penduduk dan waktu yang tidak bisa cepat. (bi) - See more at: http://www.geoenergi.co/read/policy...usus-untuk-eksplorasi-shale-gas/#.UzPyxJuP0iJ
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.