KBR68H- Laporan-laporan mengenai kasus kekerasan berbasis gender naik tiap tahun. Itu terlihat dalam laporan-laporan berbagai organisasi perempuan, Komnas Perempuan hingga Lembaga Bantuan Hukum. Diantara kasus-kasus itu menurut LBH APIK, jumlah kasus KDRT ( Kekerasan Dalam Rumah Tangga) masih menempati kasus terbanyak di kepolisian. Selain KDRT, kasus-kasus kekerasan seksual dan perkosaan cukup banyak dilaporkan oleh perempuan.
Namun peningkatan kasus-kasus ini termasuk pelaporannya ke penegak hukum belum sebanding dengan penegakan hukum dan penghukuman yang layak bagi pelakunya. Hukuman yang dijatuhkan pada kasus KDRT, juga masih rendah. Sementara pada kasus kekerasan seksual dan perkosaan, pembuktian dan proses penanganan kasus perkosaan dan kekerasan seksual lainnya kerapkali membuat perempuan korban mundur dari proses pemeriksaan. Sebabnya menurut laporan Justice for the Poor adalah penanganan kasus yang makan waktu, namun juga proses yang kerap berbalik menjadi memalukan bagi korban.
Namun peningkatan kasus-kasus ini termasuk pelaporannya ke penegak hukum belum sebanding dengan penegakan hukum dan penghukuman yang layak bagi pelakunya. Hukuman yang dijatuhkan pada kasus KDRT, juga masih rendah. Sementara pada kasus kekerasan seksual dan perkosaan, pembuktian dan proses penanganan kasus perkosaan dan kekerasan seksual lainnya kerapkali membuat perempuan korban mundur dari proses pemeriksaan. Sebabnya menurut laporan Justice for the Poor adalah penanganan kasus yang makan waktu, namun juga proses yang kerap berbalik menjadi memalukan bagi korban.