• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perkosaan Oleh Suami

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
couple22.jpg

Ada suatu perkosaan yang mungkin jumlahnya jauh lebih banyak daripada perkosaan yang diberitakan oleh banyak media massa di negara kita. Itulah perkosaan yang dilakukan oleh para suami terhadap istrinya.

Sebuah peristiwa menyedihkan yang dialami oleh banyak istri, tetapi tidak terungkap seperti peristiwa perkosaan yang dilakukan oleh pria bukan suami. Perkosaan yang dilakukan oleh suami pada umumnya ditutup oleh korban yang istri sendiri, karena hanya dianggap sebagai urusan keluarga.

Mungkin banyak orang tidak dapat menerima kalau seorang suami dianggap memperkosa istrinya. Dalam anggapan mereka istri tidak selayaknya menolak suaminya yang menginginkan hubungan seksual. Dengan kata lain mereka menganggap seorang istri harus selalu siap pakai memenuhi keinginan seksual sang suami. Seperti sebuah mesin saja. Mereka lupa atau pura-pura lupa bahwa istri yang juga manusia dapat merasa tidak bergairah atau payah atau tidak ingin diganggu pada suatu saat. Bahkan ada pula yang menggunakan alasan agama, bahwa istri harus tunduk kepada suami. Maka mereka beranggapan setiap kali suaminya menginginkan hubungan seksual, sang istri tidak boleh menolak. Agaknya ini merupakan anggapan yang salah dalam menafsirkan suatu ajaran agama.

Benarkah ada perkosaan yang dilakukan oleh suami terhadap istri?

Bertolak dari pengertian perkosaan, yaitu setiap hubungan seksual yang berlangsung tanpa persetujuan bersama, maka hubungan seksual yang hanya dikehendaki oleh suami sementara sang istri tidak menghendaki, sebenarnya termasuk perkosaan. Apalagi kalau disertai ancaman, misalnya akan dicerai, akan mencari wanita lain, bahkan sampai dipukul atau diperlakukan dengan kekerasan sampai menimbulkan penderitaan bagi sang istri.

Banyak istri mengeluh mengalami rasa sakit di vaginanya akibat hubungan seksual yang dipaksakan oleh suaminya, atau dengan kata lain diperkosa oleh suaminya. Pada dasarnya pengalaman mereka sama, yaitu mereka sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual karena sebab tertentu. Tetapi sang suami tetap memaksa sambil marah. Maka hubungan seksual berlangsung seperti dengan sebuah benda. Sang suami segera puas, tetapi sang istri kesakitan sampai berhari-hari.

Sebagian mereka sedang tidur nyenyak ketika dibangunkan oleh suaminya yang meminta melakukan hubungan seksual. Pada saat itu sang suami sudah siap ingin melakukannya, sementara sang istri masih dalam keadaan setengah sadar dan tidur yang lelap. Maka berlangsunglah hubungan seksual yang sangat menyiksa sang istri. Mudah dimengerti kalau sebagian sampai mengalami infeksi pada kelaminnya.

Sebagian lain memang tidak sedang tidur, tetapi sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual setelah payah bekerja seharian. Tetapi dengan terpaksa mereka melayani keinginan seksual suaminya kalau tidak ingin menjadi tumpahan kemarahan, bahkan tamparan. Sebagian istri yang lain memang telah kehilangan gairah seksualnya sehingga merasa lebih senang bila tidak disentuh oleh suaminya. Tetapi sang suami tidak pernah mau mengerti, sehingga tetap saja menuntut melakukan hubungan seksual. Kalau menolak, maka kemarahan yang didapat, bahkan kekerasan.

Memang agak aneh mendengar ada perkosaan dilakukan oleh suami terhadap istri. Tetapi setelah mengetahui contoh di klinik tersebut, masihkah merasa aneh? Jelas itu suatu tindakan perkosaan yang dilakukan oleh suami. Tetapi tentu saja sang istri yang menjadi korban, tidak mungkin melaporkan dan menuntut secara hukum. Bagaimana pun juga sang pemerkosa adalah suami sendiri. Kecuali kalau benar-benar sudah tidak tahan menghadapi derita yang dialami.

Mengapa sampai terjadi perkosaan oleh suami?

Jawaban yang pasti, karena sang istri tidak mau atau tidak bersedia memenuhi keinginan suami untuk melakukan hubungan seksual. Karena istri menolak atau tidak bersedia, maka suami melakukan berbagai bentuk kekerasan agar dapat melakukan hubungan seksual.

Tetapi pemaksaan oleh suami terhadap istri tidak dapat dilepaskan dari faktor lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi. Lingkungan tersebut tampak berpengaruh besar terhadap kekerasan terhadap wanita, khususnya kekerasan seksual oleh suami. Lingkungan sosial ekonomi di mana status sosial ekonomi wanita lebih rendah daripada pria menyebabkan wanita berada di bawah “kekuasaan” pria, termasuk dalam kehidupan seksual.

Lingkungan budaya dengan perbedaan gender yang kuat telah menempatkan status budaya wanita lebih rendah daripada pria. ini menyebabkan pria selalu menganggap wanita harus tunduk kepada pria. Bahkan istri tidak ditempatkan menjadi mitra yang sejajar dengan suami, melainkan sebagai “pembantu” atau paling tinggi sebagai “pendamping”.

Maka ketika mengetahui istri menolak atau tidak bersedia melakukan hubungan seksual, suami begitu saja memaksanya, bahkan dengan kekerasan. Suami tidak pernah ingin tahu atau bertanya mengapa sang istri menolak atau tidak bersedia melakukan hubungan seksual.

Mengapa sang istri tidak bersedia melakukan hubungan seksual?

Pertanyaan inilah yang seharusnya dipikirkan atau ditanyakan oleh suami menghadapi istri yang menolak atau tidak bersedia melakukan hubungan seksual. Ada beberapa alasan yang disampaikan oleh istri, mengapa mereka menolak melakukan hubungan seksual, yang menyebabkan sang suami kemudian memperkosanya.

Sebagian istri sering menolak melakukan hubungan seksual karena selama menikah tidak pernah merasakan kenikmatan hubungan seksual. Hanya suami saja yang menikmati. Akibatnya dorongan seksualnya lenyap sama sekali. Padahal penyebabnya sangat mungkin karena ketidaktahuan suami tentang seksualitas, atau mungkin karena gangguan fungsi seksual pada suami.

Sebagian yang lain menolak melakukan hubungan seksual karena memang sedang tidak bergairah karena payah atau sedang tidur. Kalau saja sang suami mau mengerti keadaan tersebut, maka mereka tidak akan langsung melakukan hubungan seksual sementara sang istri tidak siap. Kalau saja mereka mengerti, maka mereka akan menunggu sampai sang istri juga siap sehingga tidak terjadi peristiwa perkosaan dengan akibat yang merugikan istri. Atau kalau mereka mengerti bahwa sang istri bukan hanya merupakan obyek seksual suami, maka mereka seharusnya dapat memaklumi kalau sang istri sedang tidak bersedia melakukan hubungan seksual. Para suami Seharusnya menyadari bahwa istri bukanlah sebuah benda yang selalu siap pakai untuk melakukan hubungan seksual, sama halnya dengan pria yang tidak selalu siap pakai.

Menyedihkan bila mendengar salah satu alasan suami yang menikah lagi, yaitu karena sang istri tidak mampu sepenuhnya melayani kebutuhan seksual suami. Jadi karena sang istri hanya mampu memenuhi sebagian saja, maka sang suami menikah lagi. Sungguh menyedihkan, karena sang suami tidak mau berupaya mencari apa sebabnya sang istri tidak mampu melayani kebutuhan sek sualnya. Padahal kalau dicari penyebabnya, sangat mungkin karena sang istri tidak dapat menikmati hubungan seksual yang dilakukan akibat ketidakmengertian suami atau akibat gangguan fungsi seksual suami.

Apa akibatnya bagi istri?

Ada beberapa akibat buruk yang mungkin terjadi dalam kehidupan seksual wanita yang mengalami perkosaan oleh suami. Pertama, dorongan seksualnya lenyap. Kedua, dorongan seksual tetap ada tetapi reaksi seksual terhambat sehingga merasa sakit setiap kali melakukan hubungan seksual. Ketiga, hambatan mencapai orgasme. Keempat, mengalami vaginismus, yaitu kekejangan abnormal pada otot sekitar vagina sepertiga bagian luar sehingga hubungan seksual tidak mungkin dilakukan.

Sejauh mana istri mengalami akibat perkosaan oleh suami sangat tergantung pada sikap atau kekerasan yang dilakukan oleh suami dan jangka waktu perkosaan berlangsung. Semakin buruk sikap atau kekerasan yang dialami dan semakin lama perkosaan dialami, semakin buruk akibat yang dialami oleh istri. Vaginismus merupakan akibat akhir pada fungsi seksual istri yang mengalami perkosaan oleh suami.

Bagaimana istri harus bersikap bila mengalami perkosaan oleh suami?

Istri yang mengalami perkosaan oleh suami seharusnya tidak boleh berdiam diri dan membiarkan kekerasan itu berlangsung. Mereka harus menentukan sikap dan berbuat sesuatu agar tragedi itu tidak berlanjut.

Beberapa langkah berikut ini boleh dilakukan oleh istri yang mengalami perkosaan oleh suami.

Pertama, menjelaskan dan menyadarkan suami bahwa tindakannya tidak benar dan tergolong perkosaan.

Kedua, menjelaskan kepada suami bahwa penolakannya untuk melakukan hubungan seksual bukan karena tidak senang kepada suami, melainkan karena ada alasan tertentu. Alasan tersebut harus dijelaskan juga kepada suami.

Ketiga, menyadarkan suami bahwa tindakannya justru dapat menimbulkan akibat lebih buruk bagi kehidupan seksual istri. Keempat, bicarakan dengan suami bagaimana mengatasi masalah seksual yang mereka alami sebagai satu pasangan. Ajaklah suami untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli agar hubungan seksual dapat berlangsung harmonis.
 
klo kek gini, suaminya jahat ya ?
ngga mau kok dipaksa.. mpe dipukul pula?
 
ternyata ada juga ya pemerkosaan dalam rumah tangga.
 
klo kek gini, suaminya jahat ya ?
ngga mau kok dipaksa.. mpe dipukul pula?

hbis mnta jatah ga dksih, sapa yg tahan. suami juga manusia low:)
 
hbis mnta jatah ga dksih, sapa yg tahan. suami juga manusia low:)

Ya gak gitu juga om.. kan suami juga ada otak.. masa dia gak mikirin istrinya...emang dia nikah ga ada rasa sayang2nya ama istri?...:-/:-/
 
>.< ada hal begituan juga toh. biasanya kan sama" enak hehehehe
 
sex pada manusia itu agak ribet karena dinikmati. Beda dengan hewan, kecuali lumba-lumba. Hewan saja, dalam melakukan hubungan sex hampir tidak ada species yang bisa maksa. Karena bisa berantem sengit sampe mati malah.

Nah.... suami bisa jadi sakit jiwa bila suka memperkosa istrinya. Ini penyakit jiwa yang susah untuk dibuktikan, karena masyarakat kita dan dunia umumnya, memang masih sangat prioritas dalam hal sexual pada laki-laki dalam sebuah rumah tangga. Istri melayani sex suami adalah kewajiban. Itu sudah melekat erat di masyrakat kita. Dan, adalah sebuah aib, bila istri menolak melayani suami. Dalam kondisi apapun.

Hal wajar ini menjadi ektrem, bila pria sebagai pemegang kekuasaan terbiasa dengan hal ini. Ini bisa parah, bila menjadi ketergantungan, misal manjadi tidak puas bila tidak maksa. Istilah fetish kemudian muncul. Ada banyak orang yang suka dengan cerita-cerita perkosaan. Sebagai selingan ini gpp. Tapi bila tergantung dengan perkosaan... silahkan ke psikiater atau sexsolog deh....
 
Maaf dulu pada yang posting, mungkin sebaiknya kita belajar dulu dari berbagai segi kehidupan, aspek psikologis dari berbagai sudut, aspek biologis dari berbagai sumber, dan aspek agama dari berbagai macam agama, terakhir tidak menjadikan beberapa contoh di lapangan yg kemudian di pandang sebagai sebagai suatu yg universal atau sama kepada semua manusia (dan tidak menyamakan/menganalogikan aktifitas sex selain manusia kepada manusia; mis : pd salah satu jenis laba2 yg membunuh pasangannya setelah beraktifitas sex) sekali lg bukan bermaksud offense lho...just open minded aja mari kita terima dengan hati yg lapang dan pikiran yg terbuka pad suatu perbedaan...

Sebagai contoh pribadi, saya sudah nikah ketika saya menginginkan aktifitas sex kapan saja, dimana saja asal wajar tidak nganeh-anehi, dan istri tidak berhalangan, istri sayapun akan dengan senang hati melayani tidak pernah menolak, krn dia merasa bisa melaksanakan salah satu kewajibannya dengan baik, bisa menjaga suami untuk tidak kepikiran yg macam.macam, dan dia merasa itu sebagai ladang pahala krn sudah berbakti kepada suami.

Pun ketika saya melihat ketidak engganan di wajah istri, ketika di perlihatkan di mimik muka, sikap...mungkin...mungkin...lg Bad mood dsb, kan tinggal kitanya yg pinter2 memperbaiki suasana, bagaimana istri jd bergairah, yg pada tujuan akhirnya istri jd ingin jg berhubungan sex. misalnya kita ajak ajak nonton ke cineplex, rekreasi, atau sekedar ngobrol memahami apa yang sedang dia rasakan, pikirkan, inginkan..dsb, dengan begitu secara otomatis biasanya antara kita berdua akan saling memahami satu sama lain..."

Kan tidak lantas kekerasan sebagai jalan keluar, nuwun sewu nggih bagi saya memukul istri itu pamali...ora pates blas dilakoni karo wong lanang nang bojone...hiii jan nggilani tenan..ngisin..isin..ni (he..he.. maaf bahasa jawanya keluar...yg nggak ngerti silahkan tanya pada yg bisa bahasa jawa)..kan istri memang diambil dari sebagian tulang rusuk kita (riwayat Nabi Adam AS dan Ibu Siti Hawa menurut ajaran Islam) bukan dari tulang lengan atau kaki...jd istri itu untuk di peluk...bukan untuk dipukul tau ditendang... peluk dalam tanda kutip lho...artinya kurang lebih memahami, mengerti mengasihi pun juga peluk dalam arti harfiah.

Jd demikian sedikit pengalaman dari saya kurang lebihnya mohon maaf...sekali lg tidak bermaksud offense tp membuka pikiran kita semua...dengan hati yg lapang..klo ada kata yg tidak berkenan mohon maaf lahir dan batin...mumpung bulan ada di bulan baik...

(based on true story...he..he...)
 
@parisyah
Yang anda ceritakan sepenuhnya benar. Tapi, sesuai dengan forumnya. Threat ini kan berada di Health Centre.... jadi, kajiannya memang secara medis. Dalam hal ini, kajian anda mungkin tepatnya untuk Forum religi atau Life Style... hehehehehe...

Yah, kajian medis, norma, masyarakat dan religi memang harus seimbang dalam meneliti suatu masalah. Kemudian, akan semakin berkembang lagi. Misal seperti yang anda tulis, bahwa dalam agama anda wanita adalah diciptakan dari tulang rusuk pria.... ini menurut agama anda, belum tentu toh.... misal di agama lain, misal agama Buddha dan Hindu.... Hal seperti itu tidak ada.

Jadi, mari lebih konsen di kajian medis saja, sesuai dengan jenis room 'health centre'....

btw, nice story..... semoga makin rukun saja.... hehehehehe
 
Makasih-makasih..sudah didoakan amin..amin..

Usul apa saran ya....ini ya...krn yg kurasa penjelasannya lebih ke arah psikologis...he.he..bener ga yah
Klo Kajian Medis ditambahin jg penjelasannya secara medis misalnya nih... hormon apa saja sih yang bisa mendorong seorang pria ataupun wanita untuk berkeinginan melakukan aktifitas sex.., trus kira kira hal seperti apa saja yg kira2 jg dapat mendorong hormon tersebut bisa keluar...klo bisa sih mulai dari pola makan, aktifitas dsb...tp yg berkaitan dengan emosi tertentu terutama marah (berkaitan dengan topic)...sehingga ada kecenderungan kekerasan, paksaan tau apalah namanya dalam tanda kutip "perkosaan" (sorry masih belum bisa setuju alias masih ngganjel klo di bilang ada perkosaan dalam rumah tangga maksudnya suami istri)....kira2 ada penjelasan logisnya ga ya? he.he..makasih klo dah mao jelasin...sorry aku cuma bisa langsung praktek tp ga tau teorinya...makasih infonya..

salam kenal
 
Hmmmmm aneh juga yah kalo Istri harus sampai diperkosa sama suami? ada yang tidak nyambung disini, apakah karena si Suami yang terlalu Egois dan memaksakan kehendak atau bisa jadi si Istri yang terlalu dingin...perlu bantuan psikiater untuk masalah ini, sebab permasalahan ini kompleks dan banyak penyebabnya :D
 
@Parish dan Notia
Kalau ingin jawaban pastinya, mungkin gak bisa disini. Gw rasa perlu konsultasi langsung antara pasien yang merasa sudah melakukan perkosaan pada istri dengan psikiater atau sexsolog.

Kemudian masalah hormon. Setahu saya yang membuat laki-laki itu beringas, dalam hal sezual ataupun sifat, biasanya adalah hormon tostesteron dan adrenalin. Hormon ini banyak terdapat pada laki-laki. Berhubungan dengan gairah, pembentukan otot dan sintesa protein. Kelebihan hormon ini bisa membuat laki-laki meenjadi beringas.

Kemudian, jangan pula diremehkan pengaruh obat-obatan dan alkohol. Khusus alkohol. Sudah jamak kita ketahui, ini bisa memberikan efek masa bodoh dan egois, serta tak kenal takut. Bukan hanya dalam sex, dalam hal lainpun alkohol sering digunakan untuk mendorrong keberanian, walau kebanyakan hanya bersifat sugesti. Lebih jauh lagi alkohol memang memacu kerja jantung. Begitu juga dengan kafein.

Kemudian, kalau kita lihat lagi ke tradisi atau kebiasaan masyarakat timur, misal di Timur Tengah dan Jepang, posisi wanita memang masih jauh dari 'sama' dengan laki-laki. Sebagai contoh, praktek poligami bisa dimaklumkan, bagaimana dengan poliandri... wah mending politeknik deh.... hehehehehe

jadi, memang sangat rentan bila wanita diposisi yang masih beresiko mengalami perkosaan, bahkan oleh suami sendiri.

begitu.....
 
Ehm..... musti dilihat juga ini penyebab nya......
Klo memang istri nya gak mau dan suami nya meminta dengan kesadaran dan sebagai rasa sayang ya musti di periksa tuh istri nya ....
Jangan2 dia punya PIL lagi :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.