yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Perjuangan Handoko Subali dan Elizabeth Halim mendirikan dan mengembangkan Tas Elizabeth mencapai usia ke-50 menjadi contoh bagi siapa saja yang terjun dalam dunia usaha.
"Mereka mulai dari bawah dan kini berkembang menjadi perusahaan nasional yang sukses. Dari kecil menjadi besar. Tas Elizabeth menjadi besar berkat ketekunan dan kerja keras. Teu bosanan," kata Wali Kota Bandung Dada Rosada ketika memberi sambutan peringatan Setengah Abad tas Elizabeth di Union Square, Cihampelas Walk, Bandung, Minggu (21/4/2013) malam.
Pada malam itu, Elizabeth Halim merayakan HUT ke-73. Elizabeth bersama suaminya Handoko merintis usaha tas dengan modal mesin jahit dan sepeda kumbang. Kini Tas Elizabeth memiliki lebih 40 gerai di seluruh Indonesia.
Dada Rosada mengaku kenal dengan Elizabeth Halim sejak tahun 1980-an. Ketika itu ia masih menjabat Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Bandung.
Wali Kota Bandung mengakui peran Tas Elizabeth bagi perekonomian Kota Bandung cukup besar. "Perusahaan tas ini menciptakan lapangan kerja, ikut menyejahterakan masyarakat," ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada tahun 2013 ini diproyeksikan mencapai 9,3 persen. Angka ini melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional. "Sedikit banyak, Tas Elizabeth ikut berperan dalam memajukan perekonomian Kota Bandung," kata Dada Rosada.
Jatuh bangun
Sementara itu Lisa Subali mewakili Direksi Tas Elizabeth mengungkapkan, pada tahun 1963 atau 50 tahun yang lalu, Tas Elizabeth berdiri di Kota Bandung. Ini merupakan perjuangan yang dimulai dari sebuah tekad membangun harapan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
"Dengan modal utama ketulusan, kejujuran, kerja keras dan disiplin, Pak Handoko Subali dan Ibu Elizabeth Halim memutuskan untuk merintis sebuah usaha kecil pembuatan tas perjalanan, atau travel bag yang hanya berbekal sebuah mesin jahit dan sebuah sepeda kumbang," kata Lisa yang juga putri Handoko dan Elizabeth.
"Tentunya perjuangan mereka tidak berhenti sampai di sana. Jatuh-bangun, pahit-manis, semua di hadapi semata mata untuk mencapai sebuah tujuan. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menyempurnakan setiap langkah perjuangan mereka hingga saat ini," lanjut Lisa.
Perjuangan Handoko dan Elizabeth mengembangkan usaha Tas Elizabeth kini diteruskan oleh putra-putrinya, Denny Subali, Sukianto Subali, Lisa Subali, Wino Subali.
"Dengan modal utama ketulusan, kejujuran, kerja keras dan disiplin, Pak Handoko Subali dan Ibu Elizabeth Halim memutuskan untuk merintis sebuah usaha kecil pembuatan tas perjalanan, atau travel bag yang hanya berbekal sebuah mesin jahit dan sebuah sepeda kumbang," kata Lisa yang juga putri Handoko dan Elizabeth.
"Tentunya perjuangan mereka tidak berhenti sampai di sana. Jatuh-bangun, pahit-manis, semua di hadapi semata mata untuk mencapai sebuah tujuan. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menyempurnakan setiap langkah perjuangan mereka hingga saat ini," lanjut Lisa.
Perjuangan Handoko dan Elizabeth mengembangkan usaha Tas Elizabeth kini diteruskan oleh putra-putrinya, Denny Subali, Sukianto Subali, Lisa Subali, Wino Subali.
Rangkaian acara
Peringatan setengah abad Tas Elizabeth diwarnai dengan berbagai kegiatan. Dalam peringatan pesta emas Elizabeth, ditampilkan acara “Bag Show” yang menampilkan 200 tas Elizabeth dengan rancangan busana karya Susan Budihardjo.
Kegiatan ini merupakan bentuk rasa terima kasih Elizabeth kepada para pelanggan dan relasi yang setia memberikan kontribusi sehingga Elizabeth tetap berdiri kokoh hingga saat ini. Acara ini memperkenalkan kembali wujud dan simbol khas tas Elizabeth sebagai produsen pertama tas di Indonesia. Acara ini bertujuan menumbuhkan kebanggaan pada generasi muda terhadap produksi dalam negeri.
Peringatan 50 tahun Tas Elizabeth juga diwarnai dengan pemberian 50 kaki palsu untuk penyandang cacat dari Bandung, Garut, Majalengka, Tasikmalaya. Pengukuran dilakukan 6 Maret lalu, pemasangan dilakukan pada 6 April, sedangkan penyerahan secara simbolis dilakukan pada Minggu 21 April.
Para staf Tas Elizabeth juga membuat Replika Tas Tangan Terbesar yang masuk Rekor MURI. Peringatan Setengah Abad Tas Elizabeth ini diwarnai juga dengan peluncuran 1.000 perangko Seri Handoko Subali dan Elizabeth Halim.