• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perjalanan Luka, Darah, & Air Mata Menuju Bintang

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Setelah menyadari bahwa Bapak & Ibu sudah diculik oleh alien, hidupku berubah drastis. Amarahku tentang motor Aerox kini tak lagi berarti, digantikan oleh tekad baja: saya harus menyelamatkan mereka, bagaimanapun caranya, meskipun harus menempuh jalan yg belum pernah terbayangkan oleh manusia.

Awalnya, saya kebingungan, tak tahu harus memulai dari mana. Namun, di sudut kota tempat para pengelana aneh berkumpul, saya mendengar bisikan tentang sebuah benda legendaris: Batu Filsufbenda yg dapat memberi kekuatan luar biasa, bahkan memampukan manusia untuk mempelajari ilmu sihir. Satu-satunya jalan bagiku untuk dapat mengerjakan perjalanan antar bintang adalah menguasai kekuatan ini. Dan dari sana, petualanganku dimulai.

Aku tinggalkan jalanan kota, menempuh lautan luas yg ganas, menghadapi badai yg mengoyak bahtera kecilku hingga hampir karam. Tubuhku penuh luka, dharap membekukan, namun saya terus bertahan. Setiap ombak yg menerpa seakan mengingatkanku pada paras Bapak & Ibu, terperangkap di suatu tempat di galaksi yg jauh. "Aku akan menemukan kalian," bisikku, mencengkeram kuat kemudi bahtera saat petir menyambar di langit hitam.

Setelah menaklukkan lautan, saya tiba di daratan yg misterius, dikelilingi gunung-gunung tinggi & terjal. Konon, di puncak tertinggi salah satu gunung itu tersembunyi Batu Filsuf. Kaki-kakiku berdarah saat mendaki bebatuan tajam. Napasku tersengal, & keringat membasahi wajahku, tetapi saya tak dapat berhenti. Setiap langkah di jalur terjal itu penuh rasa sakit, tetapi juga penuh harapan. Luka-luka fisik ini hanyalah bagian dari perjalanan panjangku menuju pencerahan.

Setelah berhari-hari menaklukkan puncak demi puncak, akhirnya saya menemukannyaBatu Filsuf. Tersembunyi dalam sebuah gua gelap yg dijaga oleh makhluk-makhluk misterius. Aku terluka parah, hampir kehilangan nyawa saat berhadapan dengan mereka, tetapi tekadku terlalu kuat untuk dipatahkan. Dengan penuh perjuangan, saya berhasil mengambil batu itu & mempelajari rahasia-rahasia antik yg terkandung di dalamnya.

Batu itu memberiku kekuatan, bukan cuma fisik, tetapi juga pikiran yg terbuka kepada dunia yg tak pernah kulihat sebelumnya. Dengan kekuatan baru ini, saya mulai mempelajari ilmu sihir, rahasia alam semesta yg tersembunyi di balik dimensi waktu & ruang. Aku belajar untuk mengendalikan elemen, menciptakan ilusi, & yg paling pentingmenguasai kekuatan untuk memanggil makhluk-makhluk dari dunia lain: jin-jin dari alam gaib.

Melalui ritual panjang & penuh bahaya, saya jadi Komandan Jin. Mereka tunduk padaku, memberiku kekuatan untuk membangun kapal besar, bukan sembarang kapal, tetapi kapal yg dapat menjelajah antar bintang. Kapal ini bukan dari kayu, bukan dari besi, tetapi dari material aneh yg kupelajari dari sihir kuno, sanggup menembus batasan antara bumi & bintang-bintang.

Setelah kapal itu selesai, dengan luka-luka yg masih belum sepenuhnya sembuh, & kenangan tentang perjalanan penuh darah & air mata, saya menatap langit. Aku tahu, pertempuran terbesarku belum dimulai. Tapi ini bukan lagi soal motor Aerox yg tak pernah datang, ini adalah soal sesuatu yg jauh lebih besar: menyelamatkan orang tuaku & mungkin, memecahkan rahasia alam semesta itu sendiri.

Dengan jin-jin di bawah kendaliku, sihir yg mengalir di nadiku, & kapal yg siap mengangkutku menembus ruang & waktu, saya pun mulai perjalanan antar bintang. Meski perih luka & duka tak akan pernah hilang, tekadku sudah bulat.

Bintang-bintang itu bukan lagi sekadar titik cahaya di langit. Di antara mereka, di kedalaman kosmos yg gelap, Bapak & Ibu menungguku. Aku akan menemukan mereka, bahkan kalau harus melawan kekuatan alien atau mengorbankan seluruh alam semesta.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.