• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perjalanan Evolusi Venus

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
No. Urut
1035
Sejak
11 Mei 2006
Pesan
21.523
Nilai reaksi
1.324
Poin
113
Venus sudah lama dikenal sebagai saudara kembar Bumi. 4,5 milyar tahun lalu keduanya terbentuk dengan radius, massa, kerapatan bahkan kompoisis kimia yang nyaris sama. Tapi meskipun kembar dalam banyak hal, perbedaan tetap saja ada. Venus dan Bumi memiliki iklim yang sangat berbeda satu sama lainnya.

Analisa data European Venus Express menunjukan penyebab iklim kedua planet kembar ini sangat berbeda. Pada tahap awal pembentukan tata Surya, Venus sepertinya mengalami evolusi dengan cepat dibandig Bumi.

Data dari Venus Express memang mendukung teori kalau saudara kembar Bumi ini pernah memiliki air yang menyelimuti permukaan dalam volume yang signifikan. Tapi tampaknya lautan ini hilang dalam skala waktu geologi yang sangat singkat. Sebagai akibat dari kehilangan air, evolusi geologi permukaan Venus menjadi lebih lambat karena ia tidak dapat membentuk plat tektonik seperti di Bumi. Dengan demikian evolusi biologi juga tidak terjadi. Jadi Venus sebagai Bumi yang lain di Tata Surya dalam hal iklim dan kondisi habitasi, ternyata berevolusi terlalu cepat pada awalnya dan kemudian evolusi itu menjadi terlalu lambat.

Di awal kelahiran, Bumi dan Venus memang tumbuh dalam banyak kesamaannya. Namun dalam perkembangannya, Venus ternyata mengalami kehilangan air yang cukup besar, sedangkan Bumi justru kelihalangan sejumlah besar karbondioksida. Di Bumi, CO2 terkunci dalam mineral pada kerak, di lautan dan di dalam tumbuhan. Lepasnya sebagian karbon dioksida ke atmosfer inilah yang sekarang kita kenal sebagai pemanasan global dan penyebab terjadinya perubahan iklim. Di Venus, sebagian besar CO2 masih berada di atmosfer dan temperatur permukaannya sangat panas mencapai 450 derajat Celsius. Bayangkan jika kita ada di permukaan Venus, mungkin kita sudah gosong. Akibat dari banyaknya CO2 di atmosfer, evolusi geologi maupun biologi jadi berhenti. Kondisinya terlalu panas untuk bisa terbentuk kehidupan.

Yang menarik, fisis kedua planet ini ternyata sama, dan Venus Express menempatkan perilaku iklim kedua planet dalam framework umum yang bisa kita pahami. Saat ini pekerjaan Venus Express masih belum berakhir, ia baru akan pensiun setelah bulan Mei 2009. Dan pekerjaan lanjutan akan dikerjakan dalam kerjasama dengan Jepang pada pesawat ruang angkasa Venus Climate Orbitter yang akan tiba di Venus bulan Desember 2010.
 
wah cuaca nya beda.... gak bisa di tempati deh
 
Venus Express tu pesawat luar angksa ya/?
gi mana ttg jarak na Bumi dan Venus/?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.