• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perisai renungan.......[insyaallah Update]

cleric_preston

IndoForum Beginner E
No. Urut
12309
Sejak
4 Mar 2007
Pesan
430
Nilai reaksi
28
Poin
28
Ibu dan Facebook
Ibu
Facebook
Hubungannya erat sekali
Setiap hari sehabis mandi selesai makan sehabis apapun
dalam hatiku aku berpikir
mau kemana gerangankah ia?
notebook
tapi apa yang selalu ia lihat di notebook?
facebook
tiap hari tawanya menggema
sampai kapankah hubungan erat antara ibu dan facebook?
mungkin sampai akhir hayatnya
notebooknya akan dibawanya ke surga


Judul email tersebut adalah “Bahaya Facebook”. Ketika saya membukanya, email tersebut tidak berisi tulisan ataupun foto. Hanya ada sebuah kalimat tentang anjuran untuk mewaspadai bahaya situs jejaring sosial yang sedang booming akhir-akhir ini, Facebook. Sebuah attach file video saya unduh.
Terlihat seorang gadis kecil usia sekitar 10 tahun duduk di atas kursi di sebuah panggung dengan sorot lampu besar terfokus padanya. Kemudian gadis kecil itu membaca puisi di atas. Ketika ia membacanya, terdengar tawa berderai dari audiens yang menonton.

Mendengar lirik pertamanya, spontan saya tertawa. Apalagi melihat ekspresinya ketika membaca, pun nada suaranya seolah menunjukan dia menahan rasa kesal untuk waktu yang cukup lama. Namun ketika meresapi lirik pada puisinya itu, saya tertegun dan termenung. Sebegitu dahsyatnya efek dari sebuah teknologi yang disebut situs jejaring sosial tersebut (social network site). Sebenarnya bukan untuk kali ini saja kasus semacam ini terjadi. Berberapa waktu yang lalu, Yahoo!Massanger meledak diantara para pengguna internet. Dikabarkan bahwa sepasang suami istri mengakhiri jalinan pernikahan mereka karena sang istri terpesona dengan seorang “teman” di daftar teman YMnya.

Alkisah, karena sang suami sibuk bekerja, sedangkan sang istri tidak bekerja, maka dipasanglah jaringan internet ke rumahnya untuk hiburan dan mengisi waktu bagi sang istri, disamping untuk menunjang tugas suami. Sang istri merasa nyaman dengan adanya fasilitas tersebut. Ketika YM mengalami booming, sang istri ikut terbawa arus. Setiap hari tidak bisa lepas dari perangkat komputer dan internetnya itu. Puncaknya, ketika sang istri menemukan sesosok “teman” laki-laki yang dianggapnya “lebih” dari suaminya sendiri. Boleh jadi karena kesibukan sang suami, sang istri merasa kurang mendapat perhatian. Ketika sang istri mendapat perhatian “teman” tersebut, segala sesuatunya dicurahkan kepadanya.

Parahnya, sang istri sampai melupakan tugas-tugasnya sebagai seorang ibu dan seorang istri. “witing trena jalaran saka kulina”, adanya cinta karena ada kebiasaan. Merasa sudah cocok, “teman” berjanji menikahi sang istri itu jika sudi bercerai dari suaminya yang sekarang. Benar saja, sang istri tersebut akhirnya bercerai. Namun ketika wanita tersebut menagih janjinya, sang “teman” mengelaknya. Dia mengatakan bahwa apa yang dikatakannya hanya untuk mengujinya apakah ia orang yang setia atau tidak.

Ketika internet pertama kali booming di era 2000-an, MiRC mengambil kendali. Ketika mailing list muncul, beragam komunitas membentuk mailing listnya untuk memperat komunikasi dan interaksinya. Hampir semua komunitas memiliki mailing list. Tanpa harus dicek, milis bisa hidup dan tidak akan kadalauarsa (expired). Beberapa waktu kemudian, Yahoo! Mengembangkan Yahoo!Massanger (YM). Dengan fitur ini, kita dapat ngobrol (chat) sepuasnya dengan koneksi kita dengan biaya jauh lebih murah dari telepon. Berkembang kemudia forum diskusi. Orang-orang ramai bergabung pada forum diskusi. Entah forum itu bertema daerah asal, almamater, komunitas hobi, agama, ilmiah, dan sebagainya. Bosan dengan forum, meledaklah situs pertemanan (Friendster, Hi5, dan sebagainya). Dan yang paling mutakhir adalah Facebook.

Kesemuanya itu membawa dampak positif dalam pengembangan jejaring komunitas. Namun yang terkadang luput dari perhatian adalah dampak kurang baik yang ditimbulkan. Dua kisah di atas menjadi contohnya. Dalam kasus tersebut, sosok seorang ibu menjadi sorotan. Sebuah amanah termulia di atas bumi ini, yang Rasulullah menyebutkannya hingga tiga kali, menjadi pertaruhan. Seorang ibu yang mempunyai amanah sebagai pemimpin rumah tangga dalam membina keluarga, dan membina pendidikan bagi anaknya. Beratnya tanggungan amanah itu tidak jarang membuat seroang ibu jenuh dan membutuhkan hiburan sebagai selingan. Perkembangan teknologi yang ditawarkan internet dewasa ini, tidak hanya memberikan hiburan, namun ketika salah atau berlebih dalam penggunaannya, mempunyai akibat yang fatal.

Teknologi komunikasi dan informasi memungkinkan kita untuk memperpendek jarak ruang dan waktu. Kita bisa mengetahui informasi terbaru dari belahan dunia manapun pada saat ini juga. Namun yang perlu diingat, belum tentu apa yang terjadi di balik sana adalah beul-betul terjadi. Boleh jadi ada konspirasi dalam pengelolaan dan pengolahan informasi.

Pada situs jejaring pertemanan tersebut misalnya, ataupun melalui fasilitas ngobrol (chat), kita (dipaksa) mempercayai semua hal yang ada di depan kita. Ketika teman kita menulis bahwa dia sedang marah, kita percaya mentah-mentah. Pun begitu ketika teman kita mengatakan atau menulis kisah lucu tentang dirinya ataupun orang lain, serta merta kita percaya dan ikut larut dalam kegembiraannya. Kita lupa akan satu prinsip dalam informasi: objektifikasi. Dalam sebuah iklan permen, disebutkan, “gak semua yang loe denger itu bener…”. Kita lupa untuk mengkonfirmasi dengan sumber lain. Boleh jadi ketika teman kita mengatakan dia sedang sedih, nyatanya dia sedang tertawa terbahak-bahak. Karena hanya mengandalkan satu sumber, kita percaya mentah-mentah. Kita semakin larut.

Klimaksnya, terjadilah kasus tersebut. Bukan tidak mungkin hal seperti itu akan terulang kembali. Masing-masing dari kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Laki-laki bertanggung jawab atas dirinya dan anak istrinya kelak. Seorang wanita bertanggung jawab atas putranya dan untuk suaminya. Meskipun yang menjadi contoh tadi adalah sosok seorang wanita, bukan berarti renungan ini hanya untuk wanita. Renungan ini untuk kita resapi bersama.

oleh Fahdi Faaz
 
Akhir Yang Berbeda

Akhir Yang Berbeda​

Tatkala masih dibangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang.

Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang. Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri:

“Alangkah sabarnya mereka … setiap hari begitu … benar-benar mengherankan! “
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang-orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk bermunajat kepada Allah.
Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi. Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.


Aku bingung dan sering melamun sendirian… banyak waktu luang… pengetahuanku terbatas. Aku mulai jenuh… tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas.

Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan. Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol… tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah … Laailaaha Illallaah ..” perintah temanku.
Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding. Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat… Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar.

Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu. Tak ada gunanya…
Suara lagunya terdengar semakin melemah… lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.
Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun. Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening…

Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk.. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia.”
Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu’ sekali.
Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula… Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu.

Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

Kejadian yang menakjubkan. .. Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…. sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan.
Dia masih sangat muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang taat menjalankan perintah agama. Wajahnya begitu bersih - mungkin karena sering tersiram air wudhlu. Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an… dengan suara amat lemah.

“Subhanallah! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an? Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu.

Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur’an seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian “Aku akan menuntunya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku sudah punya pengalaman.” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat.

Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit….. Kepada orang-orang di sana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan.
Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin.Di sana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. Hanya ada satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan pertaubatan. Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata: memperbaiki diri dan mengajak orang lain… “Rasulullah telah mengingatkan, “Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya.”
 
nice info...

Ini bisa menjadi bahan renungan... betapa bahayanya jika kita terlalu respon terhadap facebook...

Dan juga dapat mengambil hikmah bahwa Mendengarkan orang membacakan al-quran itu sangat indah ditelinga....


Dan article ini dapat dijadikan bahan renungan!
 
Abu Yazid Al Busthami vs pastur

Pada suatu malam yang hening dan sejuk, salah seorang wali Allah yang shaleh, Abu Yazid Al Busthami Ra sedang tidur nyenyak. Tiba-tiba seperti ada suara yang memanggilnya, "Ya Abu Yazid, malam ini adalah hari raya orang Nasrani. Pergilah engkau ke biara mereka, dan sampaikan risalah nabimu Muhammad."

Abu Yazid segera bangkit dari tidurnya dan pergi ke salah satu biara Nasrani. Setiba di sana, ia duduk di tengah-tengah mereka. Dia mengira tidak ada orang yang mengenalnya. Akan tetapi tiba-tiba pastur mereka berkata, "Aku tidak bisa meneruskan khotbahku ini sebelum pengikut Muhammad keluar dari ruangan ini." Pastur itu berkata demikian sambil menuding Yazid agar meninggalkan ruangan itu.

Para jamaah pastur tidak mengerti. Mereka bertanya, "Darimana pastur tahu kalau dia pengikut Muhammad?"

"Pada wajah pengikut Muhammad terdapat bekas sujud!"

Akhirnya jamaah yang ada di biara itu serentak memerintahkan kepada Abu Yazid agar keluar dari tempat itu. Akan tetapi Abu Yazid bersikeras. Katanya, "Aku tidak akan meninggalkan tempat ini hingga Allah menentukan antara aku dan kalian karena Dia-lah Yang Maha Pemutus segala perkara."

"Aku berikan kesempatan kepada tuan untuk tinggal di sini dan menjawab semua pertanyaanku. Kalau tuan bisa menjawab semua pertanyaanku, kami akan beriman bahwa Tuhan itu satu, dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Akan tetapi , kalau tuan tidak bisa menjawab, meskipun hanya satu pertanyaan, tuan harus menemui resiko. Kami akan memenggal kepala tuan. Bagaimana, apakah tuan setuju?" tantang pastur.

Abu Yazid Ra menjawab, "Tanyalah apa yang tuan hendak tanyakan, karena Allah Ta'ala sudah berfirman: "Takutlah hanya kepada Allah, Allah mengajarmu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS.Al Baqarah :282)

Lalu pastur itu berdiri dan memulai pertanyaan-pertanyaannya satu demi satu.

Pastur : Siapa satu yang tidak ada duanya?

Abu Yazid : Satu yang tidak ada duanya ialah "Qul huwallahu Ahad."

Pastur : Apa dua yang tidak ada ketiganya?

Abu Yazid : Dua yang tidak ada ketiganya ialah firman Allah: "Kami telah menjadikan malam dan siang sebagai kedua ayat Allah."

Pastur : Apa tiga yang tidak ada keempatnya?

Abu Yazid : Alasan Musa kepada Khaidir, yaitu tenggelamnya perahu, pembunuhan anak muda, dan pendirian bangunan tembok, lalu sesudah itu ia mengatakan, "Inilah perpisahanku dengan engkau."

Patur : Apa empat yang tidak ada kelimanya?

Abu Yazid : Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.

Pastur : Apa lima yang tidak ada keenamnya?

Abu Yazid : Yakni shalat yang lima waktu bagi kaum muslimin.

Pastur : Apa enam yang tidak ada ketujuhnya?

Abu Yazid : Yaitu waktu yang ditetapkan Allah dalam penciptaan langit dan bumi. Antara lain dalam firman-Nya: "Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan." (QS.Qaaf :38)

Pastur : Kenapa ayat itu diakhiri dengan firman-Nya: "Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan?"

Abu Yazid : Karena kaum Yahudi beranggapan Allah Ta'ala menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya dalam waktu enam hari, lalu pada hari yang ketujuh, pada hari Sabtu, Allah Ta'ala beristirahat karena letih. Dengan akhiran ayat itu Allah Ta'ala hendak menjawab kepalsuan kaum Yahudi.

Pastur : Apa tujuh yang tidak ada kedelapannya?

Abu Yazid : Bacalah firman Allah yang artinya: "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" (QS.Al Mulk:3)

Pastur : Apa delapan yang tidak ada kesembilannya?

Abu Yazid : Jumlah malaikat yang membawa Arsy Allah. Bacalah firman-Nya yang terdapat dalam Al Qur'anul Karim "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (QS.Al Haaqqah:17)

Pastur : Apa saja kesembilan mukjizat Nabi Musa kepada Fir'aun?

Abu Yazid : Kesembilan mukjizat itu adalah tangan, tongkat, penghapusan, kekurangan makanan, bencana taufan, serangan belalang, serangan serangga(kutu) , serangan kodok, banjir darah, dan syarat-syarat penentu lainnya.

Pastur : Apa sepuluh yang bisa menerima tambahan itu?

Abu Yazid : Bacalah ayat Al Qur'anul Karim: "Siapa yang datang dengan membawa amal kebaikan, maka untuknya diberikan sepuluh kali lipat, dan Allah Maha Kuasa melipatgandakan ganjaran-Nya bagi orang-orang yang dikehendaki- Nya."

Pastur : Siapa sebelas orang bersaudara yang terkenal itu?

Abu Yazid : Mereka adalah saudara-saudara Nabi Yusuf As, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: "(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku." (QS.Yusuf :4)

Pastur : Kuburan siapa yang mengembara membawa orangnya?

Abu Yazid : Nabi Yunus As, sebagaimana terukir dalam firman-Nya: "Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, nisacaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." (QS.Ash Shaffaat :142-144)

Pastur : Apa yang bernapas tanpa roh?

Abu Yazid : Bacalah firman Allah Ta'ala yang artinya: "Demi Subuh, apabila ia bernapas." (QS.At Takwir :18)

Pastur : Siapa mereka yang percaya tapi dimasukkan ke dalam neraka?

Abu Yazid : Mereka adalah orang Yahudi dan Nasrani. Bacalah firman Allah dalam Al Qur'anul Karim: Orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani tidak mempunyai sesuatu pegangan", padahal mereka(sama- sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya. (QS.Al Baqarah :113)

Dalam ayat lain Allah Ta'ala juga berfirman: "Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima(agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi." (QS.Ali Imran :85)

Pastur : Siapa mereka yang berdusta tapi dimasukkan ke dalam surga?

Abu Yazid : Mereka adalah saudara-saudara Yusuf Alaihissalam yang berdusta kepada ayah mereka. Hal ini dikisahkan Allah Ta'ala lewat firman-Nya: Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." (QS.Yusuf :17) Lalu kata Yusuf kepada mereka kemudian: Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni(kamu) , dan Dia-lah Maha Penyayang di antara para penyayang." (QS.Yusuf :29)

Kemudian kata ayahnya kepada mereka kemudian, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.Yusuf :98)

Pastur : Apa ciptaan Allah yang dicelanya sendiri?

Abu Yazid : Suara keledai, sebagaimana tersebut dalam ayat-Nya: "...Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (QS.Luqman :19)

Pastur : Apa ciptaan Allah yang tidak berayah dan tidak beribu?

Abu Yazid : Mereka adalah malaikat yang tidak berayah dan tidak beribu. Tubuhnya nurani, tidak makan dan tidak minum, tidak dilahirkan dan tidak melahirkan, tidak pernah tidur dan beristirahat. Dia bertasbih siang dan malam, seperti halnya kita bernapas setiap saat.

Pastur : Siapa pula ciptaan Allah yang tidak berayah dan tidak beribu?

Abu Yazid : Nabi Adam, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya: "Sesungguhnya misal(penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti(penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." (QS.Ali Imran:59)

Pastur : Pohon apa yang yang terdiri dari 12 ranting, dan setiap ranting terdiri dari 30 daun. Pada tiap daun ada 5 buahnya, 3 buah di antaranya ada teduhnya, dan 2 di antaranya ada di panasnya?

Abu Yazid : Pohon yang terdiri dari 12 ranting itu yang pada tiap rantingnya ada 30 daun, dan pada tiap daun ada 5 buah, 2 buah di antaranya ada di panasnya dan 3 buah lagi ada di teduhnya. Yang dimaksud dengan pohonan adalah tahun, tiap-tiap tahun ada 12 bulan, tiap-tiap bulan ada 30 hari, pada tiap-tiap hari terdapat 5 kewajiban menunaikan shalat, 2 shalat ditunaikan di siang hari(Dhuhur dan Ashar), dan 3 shalat lainnya ditunaikan pada waktu matahari terbenam, yakni Maghrib, Isya', dan Subuh.

Abu Yazid : Kini giliran saya, wahai tuan Pastur yang terhormat, untuk memajukan satu pertanyaan saja. Saya harap Anda bisa menjawabnya.

Pastur : Silakan!

Abu Yazid : Apa kunci surga itu?

Pastur : ...(Sang Pastur tidak dapat menjawab)

Jamaah Nasrani yang hadir di biara itu menjadi gusar kepada gurunya. Mereka berkata kepada pastur, "Bagaimana ini? Dia(Abu Yazid) dapat menjawab semua pertanyaan pastur, sedangkan pastur sendiri tidak mampu menjawab sebuah pertanyaan pun?"

Dengan pucat pasi pastur pun berkata, "Wahai anak-anakku! Aku tahu jawabannya, akan tetapi aku takut kepada kalian semua...."

Para pengikutnya serentak berkata, "Silakan bapak menjawab! Tidak usah takut dan ragu-ragu kepada kami." Lalu pastur itu menjawab dengan suara keras. "Kunci surga itu ialah: Laa ilaa ha Illallah, Muhammad Rasululullah( Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah)".

Setelah pastur mengucapkan kalimat tauhid tersebut, kontan seluruh anggota jamaahnya mengikuti ucapan pasturnya. Mereka serempak berikrar "Laa ilaa ha Illallah, Muhammad Rasululullah" .

Lalu mereka memutuskan merubah biara menjadi masjid tempat orang mengabdikan diri kepada Allah Ta'ala.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.