Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Yahooo, thread perdana ane ini gan, mohon maaf kalau jelek.
Banyak yg sudah tahu bahwa masyarakat Indonesia dinilai sebagai masyarakat yg ramah tamah, namun hal itu cuma berlaku bagi turis dari luar negeri, bagi penduduk lokal masyarakat Indonesia sebenarnya 50:50, dapat ramah dapat juga tidak.
Pada thread kali ini ane akan memberi beberapa contoh perilaku
masyarakatIndonesia yg tidak sesuai dengan sila kedua yaitu Kemanusiaan yg adil & beradab.
Spoiler for 1. Dikit-dikit main tabok:
Tidak sedikit masyarakat Indonesia yg ringan tangan, kasus penganiyaan sering terjadi cuma karena masalah sepele. Seperti contohnya saja saat kita menegur pengendara yg parkir didepan gerbang keluar masuk rumah kita bukannya pengendara itu minta maaf & sadar malah memukul kita dengan keras, contoh lainnya juga dapat terjadi saat kita sedang berjalan kaki tiba-tiba tidak sengaja menyenggol orang & kita meminta maaf bukannya dimaafkan malah kena pukul apalagi kalau orang yg kita senggol tidak sendiri dapat - dapat dikeroyok ditempat
Spoiler for Tiba-tiba dikeroyok:
Dulu ane pernah baca berita mahasiswa Telkom University yg tiba-tiba dikeroyok, menurut berita mahasiswa tersebut baru selesai dari minimarket & istirahat di tempat duduk di minimarket tersebut lalu datang kelompok yg menghampiri mahasiswa tersebut & langsung mengerjakan penyerangan tanpa sebab yg pasti, serem banget kan
Ini link beritanyaMahasiswa dikeroyok
Pengeroyokan dapat terjadi dimanapun apalagi di Indonesia cukup banyak preman yg mengkhawatirkan bahkan berkedok ormas, korban nya bermacam-macam hingga warga biasa, pedagang, bahkan anggota TNI pun ada yg jadi korban pengeroyokan.
Spoiler for Main Hakim Sendiri:
Kasus main hakim sendiri cukup sering terjadi di negeri kita tersayang ini, korban main hakim sendiri dapat terjadi kepada maling, copet, begal, dsb. Setiap para pelaku tersebut kalau ketahuan akan bernasib sial dipukuli dikeroyok beramai-ramai tanpa adanya jalur hukum, padahal Indonesia merupakan negara hukum loh. Apalagi kalau ternyata salah target & korbannya diamuk masa hingga meninggal.
Ane berpikir kenapa para pelaku yg tertangkap basah harus sering dipukuli hingga babak belur bahkan meninggal, kenapa enggak diikat saja & giring ke kantor polisi bukankah itu lebih adil?
Secara pribadi ane sangat miris oleh beberapa kejadian tersebut, & menilai hal itu menandakan adanya krisis moral & sangat tidak beradab, & ini sangat bertentangan dengan sila kedua.
Sekian thread ane, agan & Aganwati semua silahkan hinggakan uneg-uneg mengenai thread and. Hari ini 17:32
Banyak yg sudah tahu bahwa masyarakat Indonesia dinilai sebagai masyarakat yg ramah tamah, namun hal itu cuma berlaku bagi turis dari luar negeri, bagi penduduk lokal masyarakat Indonesia sebenarnya 50:50, dapat ramah dapat juga tidak.
Pada thread kali ini ane akan memberi beberapa contoh perilaku
masyarakatIndonesia yg tidak sesuai dengan sila kedua yaitu Kemanusiaan yg adil & beradab.
Spoiler for 1. Dikit-dikit main tabok:
Tidak sedikit masyarakat Indonesia yg ringan tangan, kasus penganiyaan sering terjadi cuma karena masalah sepele. Seperti contohnya saja saat kita menegur pengendara yg parkir didepan gerbang keluar masuk rumah kita bukannya pengendara itu minta maaf & sadar malah memukul kita dengan keras, contoh lainnya juga dapat terjadi saat kita sedang berjalan kaki tiba-tiba tidak sengaja menyenggol orang & kita meminta maaf bukannya dimaafkan malah kena pukul apalagi kalau orang yg kita senggol tidak sendiri dapat - dapat dikeroyok ditempat
Spoiler for Tiba-tiba dikeroyok:
Dulu ane pernah baca berita mahasiswa Telkom University yg tiba-tiba dikeroyok, menurut berita mahasiswa tersebut baru selesai dari minimarket & istirahat di tempat duduk di minimarket tersebut lalu datang kelompok yg menghampiri mahasiswa tersebut & langsung mengerjakan penyerangan tanpa sebab yg pasti, serem banget kan
Ini link beritanyaMahasiswa dikeroyok
Pengeroyokan dapat terjadi dimanapun apalagi di Indonesia cukup banyak preman yg mengkhawatirkan bahkan berkedok ormas, korban nya bermacam-macam hingga warga biasa, pedagang, bahkan anggota TNI pun ada yg jadi korban pengeroyokan.
Spoiler for Main Hakim Sendiri:
Kasus main hakim sendiri cukup sering terjadi di negeri kita tersayang ini, korban main hakim sendiri dapat terjadi kepada maling, copet, begal, dsb. Setiap para pelaku tersebut kalau ketahuan akan bernasib sial dipukuli dikeroyok beramai-ramai tanpa adanya jalur hukum, padahal Indonesia merupakan negara hukum loh. Apalagi kalau ternyata salah target & korbannya diamuk masa hingga meninggal.
Ane berpikir kenapa para pelaku yg tertangkap basah harus sering dipukuli hingga babak belur bahkan meninggal, kenapa enggak diikat saja & giring ke kantor polisi bukankah itu lebih adil?
Secara pribadi ane sangat miris oleh beberapa kejadian tersebut, & menilai hal itu menandakan adanya krisis moral & sangat tidak beradab, & ini sangat bertentangan dengan sila kedua.
Sekian thread ane, agan & Aganwati semua silahkan hinggakan uneg-uneg mengenai thread and. Hari ini 17:32