Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selain krusial & saya kira aneh juga, garis pembeda nya juga tidak jelas. Tentu sudut pandang pribadi ini akan terlihat aneh dimata beberapa pembaca seperti hal nya pandangan saya kepada masalah ini.
Pertama saya tekan kan bahasan ini tidak menggeneralisir, & fokus saya adalah beberapa kasus yg kebetulan saya ketahui secara pribadi juga dari teman - teman saya. Adapun bahasan yg mungkin berkenaan dengan kelompok / golongan tertentu kalau dapat menolong saya untuk dapat bertukar pemahaman disini.
Mengenai tradisi yg berkembang di ruanglingkup keagamaan, sering saya temukan beberapa keanehan seperti hal nya pelaksanaan Tahlil, dimana saya yakini juga bahwa tradisi ini esensi nya baik dalam hal memelihara silaturahmi sekaligus beribadah, disini saya tidak mempermasalahkan bid'ah, melainkan kegiatan ini di banyak tempat yg saya ketahui sudah jadi layak nya komoditas.
Dimana pada saat ada keluarga yg berduka, saya banyak menemukan para pemuka agama / ustadz bukan jadi penghibur, melainkan jadi panitia atau agen tahlilan. Disambangi mereka yg dalam kemalangan ini & berbicara layak nya salesman yg menawarkan barang & jasa, kemudian tahlilan ini di klasifikasikan bentuk penyelenggaraan nya. Pada biasa nya ada paket 3 hari, satu pekan & seterusnya, beserta rincian biaya yg tentu berbeda satu paket dengan paket lainnya.
Saya tidak tahu apa ini memang sebagai bentuk usaha si pemuka agama, atau pemahaman mengenai tahlilan nya yg jadi sebuah keharusan. Jika memang pemahaman masyarakat nya sendiri terlanjur seperti ini, saya kira pihak terkait harus memberikan penjelasan, bahwa yg bersifat memaksakan itu tidak baik, tidak jarang juga yg saya tahu mereka kesusahan untuk mencari dana tahlilan nya.
Anggap lah kasus di atas yg saya temukan itu si ustadz cuma menjalankan apa yg sudah seharus nya dia lakukan, tetapi kalau pelaksanaan nya seperti penjual kredit dari rumah ke rumah, menurut saya itu bukan hal yg baik. Jika ahok di anggap mengerjakan penistaan agama, saya kira hang di lakukan ustadz ini lebih buruk dari yg ahok lakukan, & bukan cuma satu, belum lagi yg mendapat endorse dari jasa & barang - barang kesehatan tidak jelas yg di jual pada jema'ah nya. Pernah di temukan dalam kemasan jelas sekali tidak ada keterangan untuk di pakai di mata, tetapi dalam penjualan nya menginstruksi kan untuk di gubanakan di mata (entah apa maksud pak ustadz ini), Setelah di ketahui bahan yg terkandung di dalam nya tidak jelas & mengpakai botol bekas pakai, terlihat dari merek yg di print dengan kertas Hvs bekas pakai di tempel mengpakai isolasi transparant & dijual dengan harga 100rb per botol isi 150mg & semua keanehan ini tidak pernah di permasalah kan.
Begitu juga di belahan dunia lain nya saya kira banyak kasus serupa dengan tujuan mendapat keuntungan pribadi. Seperti kasus pendeta di africa selatan yg mengaku dapat menghidup kan orang mati yg terungkap beberapa waktu lalu, dengan mengatas namakan mukjijat kristus dia menarik dana dari jema'at nya yg tentu saja ketahuan setelah mendapat jutaan dollar setelah menipu jema'at nya, yg diketahui bahwa dia bekerja sama dengan talent untuk mengerjakan atraksi menghidupkan jasad.
Kegiatan serupa juga terjadi di eropa, amerika kasus seperti inilah yg berkaitan dengan penipuan mengatas namakan agama yg menciptakan penganut agama semakin menurun. Negara kapital yg dulu menggembar gemborkan Komunis anti tuhan sekarang secara statistik jadi masyarakat penganut atheisme terbanyak.
Contoh lain juga di agama Budha seperti yg terjadi di thailand (phu nekam), mengaku sebagai pemuka agama budha & reinkarnasi dari orang suci juga mempunyai kanuragan ya seperti itu, yg tentu saja itu semua adalah kebohongan yg di pakai untuk mendapatkan keuntungan pribadi & kemudian dihukum oleh pemerintahan thailand selama 114 tahun (hukum thailand akumulatif).
Di india juga banyak hal serupa terjadi mengatas namakan hindu, banyak di temukan kasus melibatkan hewan yg di simpan di kuil di pekerjakan untuk mendapatkan keuntungan seperti yg di alami salah satu gajah yg berhasil di selamatkan di salah satu kuil, puluhan tahun kaki nya di rantai & di latih untuk meminta sumbangan di kuil tersebut, dengan dalih menyelamatkan si gajah pada masa kecilnya, pihak kuil melah mengerjakan hal yg buruk supaya si gajah tidak menciptakan masalah saat mengerjakan tugasnya di kuil tersebut.
Kembali lagi apa yg di bahas di atas adalah tradisi, budaya atau mungkin keimanan, kita tidak dapat menutupi apa yg di lakukan beberapa orang mengpakai sakral untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Yang jelas seperti yg guru ngaji saya ajarkan, kebetulan saya muslim jadi yg bergama lain boleh tidak menyimak atau memberikan tambahan sesuai apa yg anda yakini, bahwa yg mengerjakan penistaan kepada agama itu orang yg menghardik anak yatim & menelantarkan fakir miskin (Al - Ma'un 1:3). Jika begitu maka penista agama itu menurut saya orang yg membudidayakan kemiskinan & kebodohan disekitarnya, kalo cuman nyinggung ayat yg padahal belum tau juga yg buat nya aja tersinggung atau malah seneng dengernya ya kan? Gitu aja kok repot.
Hari ini 06:52