yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
![]()
ilustrasi
Maklum perhiasan seberat 70 gram miliknya yang diperkirakan seharga Rp 50 juta ditukar dengan batu oleh tiga orang tak dikenal.
Aksi penipuan ini terjadi di halaman RS Saiful Anwar (RSSA). Sunarjati datang ke RSSA untuk mengambil obat. Dia mengaku akan ke pernikahan anak temannya setelah mengambil obat. Makanya dia mengenakan perhiasan seberat 70 gram yang terdiri dari 1 gelang emas, 4 cincin emas, 2 peniti emas, sepasang giwang mata mutiara, arloji mata berlian, dan gelang kristal.
Saat di rumah sakit itu korban ditemui seorang wanita yang tak dikenal mendekatinya. Sok akrab memanggilnya Ibu Nurul. Meski bingung dengan panggilan pelaku, pensiunan PNS ini tetap meladeni pembicaraan.
Tidak lama kemudian, datang wanita lain teman pelaku. Lagi-lagi pelaku kedua ini memanggil Sunarjati dengan Ibu Nurul. "Pelaku pria datang terakhir. Saya lupa ciri-ciri ketiga pelaku. Tapi ketiganya menggunakan logat Jawa," kata Sunarjati.
Di hadapan Sunarjati, pelaku pria menegaskan bahwa hari ini adalah Kamis Legi. Sesuai adat Jawa, kurang bagus mengenakan perhiasan pada Kamis Legi. Pelaku pria langsung memerintahkan korban menyimpan perhiasannya. Pelaku pria menyodorkan kain warna putih pada korban untuk menyimpan perhiasannya. "Setelah itu pelaku memberi saya sebotol air mineral. Saya tidak tahu apa maksudnya," imbuh wanita berjilbab ini.
Setelah puas mengobrol, ketiga pelaku pamit. Sunarjati pun langsung menuju ke Apotek Anggrek yang ada di RSSA untuk mengambil obat. Sebelum menyodorkan resep obat, Sunarjati membuka kain putih untuk memastikan perhiasannya. Ternyata didalamnya hanya ada beberapa butir kerikil dan gelang plastik warna kuning.
Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan menyayangkan Sunarjati yang mengenakan perhiasan berlebihan. Menurutnya, penampilan Sunarjati pasti mengundang pelaku kejahatan. Dwiko berjanji pihaknya akan memburu pelaku gendam yang biasa beroperasi di Kota Malang. "Modusnya pelaku gendam sangat beragam. Kami minta warga waspada dengan berbagai modus gendam ini," kata Dwiko.
Sebelumnya, guru SDN 1 Kesatrian, Dansri (56) yang domisili di Jalan Danau Sentani Utara XI, Madyopuro, Kedungkandang juga menjadi korban di RSSA, 5 Agustus 2012 lalu. Uang Rp 18 juta dan sejumlah perhiasan senilai Rp 60 juta ditukar dengan potongan kertas koran.