• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perdebatan Ilmu Parenting Yang bikin Geleng-geleng Kepala

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Akhir-akhir ini saya banyak menemukan orang-orang yg membicarakan tentang ilmu parenting, baik di kehidupan nyata maupun di kehidupan sosial media, ilmu parenting digadang-gadangkan sebagai ilmu yg wajib dipelajari bagi kaum-kaum muda sebelum ia memasuki dunia perkawinan serta sebagai persiapan untuk mereka menuju fase memiliki bayi/anak. tetapi tau ngga si gan and sist, ada hal menarik dibalik topik ini? Ya, banyak generasi sekarang khususnya generasi milenial & generasi-Z, yg sudah melek ilmu parenting, cukup sanggup untuk menerapkannya, bahkan mereka lantang menyuarakan pentingnya ilmu parenting sebelum mempunyai anak, ternyata mereka menganut child free?
emoticon-Big Grin
menurut saya ini plot twist sekali? lantas mereka mau menerapkan ilmunya bagiamana ya? menerapkan dengan anak tetanggakah? mengadopsi anakkah? oh atau mereka mau mengadopsi anak-anak terlantar, atau mungkin saja mereka harap memberdayakan anak-anak, aaah semoga saja begitu, kita mesti berpikir positif bukan?. oke mari kita kulik lagi apa yg jadi permasalahan topik ilmu paranting vs kaum-kaum child free ini. disclimer saya tidak menyalahkan atas pilihan-pilihan seseorang, saya cuma tertarik saja dengan topik ini yg sering ramai di sosial media.

Yang menarik dari topik ini adalah perdebatan-perdebatan soal ilmu parenting yg banyak bikin saya geleng-geleng kepala, dari mulai perdebatan gaya parenting yg harap dianut, siapa role mode parenting yg bagus, perdebatan sumber ilmu parenting, bahkan perdebatan tentang opsi gaya parenting orang lainpun tak luput dari perdebatan mereka, serta perdebatan lainnya. suatu topik pasti akan menimbulkan sebuah perdebatan & pendapat-pendapat yg panjang dari sudut pandang lain, tetapi pernah ngga si kalian heran dengan orang-orang yg mengkritik gaya parenting seseorang? kritik-kritik gaya parenting seseorang ini banyak sekali saya jumpai di sosial media. Mungkin sudah jadi kebiasaan netizen indonesia yg hobi sekali mengkritik prefrensi atau opsi seseoarang. ini penyakit yg masih saya jumpai di berbagai platfrom sosial media di Indonesia, kaget, gumun terheran-heran apabila sesuatu hal itu tidak sesusai dengan diri mereka. Bolehlah netizen ini terheran atau tidak setuju dengan prefrensi orang, tetapi mbok ya janganlaah hingga tega gan and sist ini ngasih komentar yg begitu pedas. tidak ada yg salah soal prefrensi?, kalian & saya juga punya prefrensi masing-masing bukan?.

Membandingkan opsi & prefrensi orang ini sangat mind blowing bagi saya, plis deh ini udah mau masuk tahun baru 2024 & anda masih aja membandingkan prefrensi orang? mending anda fokus aja deh sama list tahunmu yg belum selesai anda centang. Saya menemukan netizen di sosial media yg membandingkan gaya parenting orang dengan begitu jahat, mereka tidak segan berkomentar jahat dengan mengatakan "kamu tidak pantas jadi ibu", "gaya parenting yg terlalu berlebihan & tidak sesuai dengan kondisi anak & lingkungan" hey sesama netizen, maha benar anda dengan segala pendapatmu, dapat ngga si kalian menyampaikan pendapat dengan baik & sopan? bagaimana perasaan si ibu ketika dikatai tidak becus mendidik anak, tidak dapat jadi ibu yg baik, tidak pantas jadi ibu, & kata-kata kritik lainnya, menurut saya itu bukan pendapat atau krtitikan tetapi lebih mirip sebuah hujatan. ada satu selebriti yg banyak sekali menerima hujatan karena gaya parentingnya, Shandy Aulia yg terkesan berlebihan & tidak melihat kondisi anak, diketahui bahwa Shandy Aulia memberikan les bahasa asing sejak usia dini dimana anak belum terlalu banyak memiliki pengalaman kognitif, pemberian MPASI diusia bayinya yg baru 4 bulan, & gaya parenting lainnya yg kontroversi menurut netizen Indoenasia. saya mengapresiasi netizen yg niatnya mau ngasih tau, tetapi mbok ya pelan-pelan gitu, saya miris melihat komentar netizen-netizen.

selain itu, baru-baru ini gaya parenting selebriti Nikita Willy juga sering banyak disorot, lantaran dalam mengasuh anak ia memiliki gaya parenting yg jarang ditemukan di Indonesia, seperti melatih anak untuk tidur di ruangan terpisah sejak dini dengan lampu yg diredupkan (sleep training), membiarkan anak makan sendiri dikursi makannya sendiri di usianya yg baru menginjang 6 bulan, memakan makanan orang dewasa di usianya yg masih kecil. Ini juga tak lepas jadi bahan perdebatan bagi warga sosial media, ada yg pro & ada yg kontra. pro karena itu merupakan ilmu baru yg unik & banyak manfaatnya, & menajdi kontra karena itu sangat tidak lazim di Indonesia, gaya parenting yg cuma dapat dilakukan untuk kaum ekonomi atas, sangat susah di terapkan bagi kaum mendang mending. kalo kalian di regu pro atau kontra? yaa kalo saya lebih ke seneng aja si liatnya, yg dapat dicontoh yg dicontoh yg ngga dapat dicontoh ya kita cari refrensi lain yg lebih cocok diterapkan.

Gaya ilmu parenting seniman lainnya yg jadi topik di sosial media yakni gaya ilmu parenting Sarwendah & Ruben Onsu, gaya parenting mereka sebenarnya tidak yg terlalu mencolok bagi saya, wajar kalau dalam keluarga saling mencurahkan kasih sayang lewat ciuman & pelukan yg hangat, namun ada saja yg dikomentari oleh netizen. Kita tau akhir-akhir ini banyak sekali bereder video Betrand Peto yg mencium & memeluk ibu sambungnya, namun netizen melihat ituu sebuah adegan yg lebih menjurus ke erotis, cuma karena mereka terbiasa mencium pipi & dahi, memeluk dengan sayang satu sama lain, netizen berfikir itu ebuah hal yg tabu, & lagi-lagi tidak lazim diterapkan di Indoneisa, menurut saya itu berlebih, saya mengerti akhir-akhir ini banyak kasus pemerkosaan yg dilakukan oleh orang terdekat, namun itu bukanlah alasan yg tepat untuk memberikan kesimpulan langsung atas video-video yg bahkan cuma sepotong kita lihat.

Menurut kalian gimana gan sis? prefrensi atau selera orang lain bukan suatu hal yg mesti perdebatkankan? Btw pendapat kalian gimana nih tentang Child free?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.