• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perdagangan Akhir Pekan, Cermati Lima Saham Ini

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
lOcbd.jpg
Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan kejatuhannya dalam perdagangan akhir pekan ini, Jumat 21 November 2014.

Hal ini bisa cukup dipahami, menyusul Indonesia sedang memasuki era bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mahal dan tingginya tingkat bunga.

Seperti diketahui, saat ini harga BBM bersubsidi untuk jenis premium dan jenis solar, masing-masing sudah naik sebesar Rp2 ribu. Sementara, bunk Indonesia (BI) juga terdorong menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 0,25 basis poin (bps) menjadi 7,75 persen, setelah 13 bulan lamanya selalu mempertahankan suku bunga di 7,5 persen.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo Purnomo mengatakan, kenaikan BI Rate telah menimbulkan kekhawatiran terhadap pasar karena akan membuat pertumbuhan ekonomi melambat.

"Padahal, dengan kenaikan BBM bersubsidi saja, biaya-biaya sudah menjadi naik dan laba akan tergerus menjadi semakin kecil," ujarnya kepada VIVAnews.

Satrio juga menyebutkan, sinyal indeks saham mulai menunjukkan, tren naik jangka pendek sudah selesai. Ini, ditandai oleh indeks saham yang melemah pada perdagangan kemarin, dengan ditutup di bawah level 5.101.

Adapun perdagangan, Kamis 20 November 2014, indeks saham ditutup dengan pelemahan sebesar 34,37 poin atau 0,67 persen menjadi 5.096,57. Penurunan tersebut, didukung oleh tekanan aksi jual dari pemodal asing yang mencatat penjualan bersih (net foreign sell)sebesar Rp432,38 miliar.

Rekomendasi Saham

Senada dengan Satrio, Kepala Riset PT MNC Securities, Edwin Sebayang mengungkapkan bahwa BI, bahkan kemungkinan akan menaikkan kembali suku bunganya minimal sekali lagi di tahun 2015..

Langkah tersebut, menurutnya, untuk mengantisipasi capital outflow yang akan terjadi karena The Fed (bunk Sentral AS) akan menaikkan suku bunga secara cukup agresif sebesar 1,25 persen pada pertengahan tahun depan.

"Untuk perdagangan hari ini, seiring dengan adanya kenaikan harga komoditas semalam, maka ada peluang melakukan day trade atau short term trading saham sektor komoditas, seperti TINS, INCO, AALI dan SIMP," jelasnya.

Edwin memproyeksikan, indeks saham akan bergerak di kisaran 5.042-5.123.

Terkait dengan potensi pelemahan indeks saham pada hari ini, dia merekomendasikan beberapa saham pilihan yang perlu menjadi pengamatan para investor.

Berikut adalah saham-saham pilihan hari ini:

1.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di kisaran 3.875-4.075

2.PT bunk Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di kisaran 10.925-11.225

3.PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) di kisaran 24.175-25.500

4.PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) di kisaran 1.935-2.035

5.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di kisaran 31.000-31.800
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.