• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Perbedaan Sikaya Dan Simiskin Dalam Mengahapi Pandemi Coronce

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0

Perbedaan Sikaya Dan Simiskin Dalam Mengahapi Pandemi Coronce


Pandemi yg sedang berlangsung jadi momok yg menakutkan bagi setiap orang, karena dapat menciptakan yg sudah terinfeksi sakit parah bahkan hingga meninggal. Selain itu pandemi juga dapat mebghancurkan ekonomi di setiap negara, banyak orang miskin baru pada saat ini. Lebih parahnya diterapkan beberapa peraturan pemerintah yg seakan menghancurkan rakyat dengan penghasilan harian.

Tapi ada disparitas mencolok antara sikaya & simiskin dalam menghadapi pandemi ini & sekilas terlihat nyata.

Beberapa yg saya lihat dilapangan seperti ini, dibuka ya Spoilernya.

Spoiler for Mempersenjatai Diri:

1. Masker

Senjata utama dalam melawan pendemi yg disebabkan virus coronce adalah masker.

Masih ingat pada awal pandemi? Harga masker hingga 300rb/box/50pcs yg dimana ini sangat mahal. Sudah jelas si kaya akan membelinya & sanggup mempersenjatai diri mereka.

Bagaimana dengan simiskin? Mereka cuma sanggup membeli masker kain yg dapat dicuci dikapai terus menerus hingga warna pudar, jelas masker reuseable ini kurang baik bagi kesehatan. Selain itu kalau memang pakai masker medis mereka mereuse dengan cara dicuci kembali.

Untungnya sekarang harga masker sangat terjangkau, untuk beberapa merek memang sedikit mahal tetapi beberapa merek sudah kemenkes AKD/AKL masih ada dikirasan 20-30rb atau ada harga yg 10rb. Hal ini baik seirinf diberlakukannya Wajib Masker diseluruh tempat umum.


2. Handsanitizer/disinfectant

Ini memang tidak terlalu berpengaruh, karena virus coronce dapat mati cuma dengan sabun cuci tangan tetapi untuk kepraktisan memang hand sanitizer ini juaranya.

Yaps, tetap sikaya sanggup mempersenjatai diri mereka dengan rutin memakainnya ketika bersentuhan dengan fasilitas biasa & bersama, semprot saat ada paket datang, rutin strelisasi rumah, dll.

Bagaimana dengan simiskin?
Yaps, mereka tetap sanggup strelisasi kediaman mereka dengan cara mereka sendiri, masih ingat cara buat disinfectant dari cairan pemutih baju? Ini sungguh sangat membantu.

Handsanitizer saat ini juga sudah terjangkau, dengab harga rp. 8.000 dapst 60ml. Cukup menolong ketika berada jauh dari aliran air & sabun.

Selain itu tempat2 biasa sekarang banyak menyediakan handsanitizer secara gratis.

Vitamin & obat obatan

Sudah jelas, sikaya akan mengkonsumsi secara rutin vitamin dengan berbagai merek yg mahal & berbagai khasiat pokoknya bagaimana dapat mendongkrak imun tubuh.

Bagaimana dengan simiskin? Intinya jangan hingga sakit
emoticon-Smilie



Spoiler for Saat positif:

Siapapun dapat kena virus ini, tidak peduli kaya atau miskin yg jelas belum ada yg kebal.

Bagaimana si kaya mensiasati saat statusnya positif?

Ada hal yg menarik, mereka pasti akan memisahkan diri dari keluarga, seperti ada yg isolasi dengan menyewa hotel, menyewa tempat kost, atau ada yg dirumah tetapi beda laintai. Pokoknya seminim mungkin kontak dengan orang2.

Bahkan banyak yg membeli paket2 isolasi berdikari yg ditawarkan rumah sakit atau semacamnya

Selain itu penyediaan alat pendukung seperti tabung oksigen, alat cek saturasi oksigen, alat termometer dll mungkin mereka menyediakannya.

Tapi bagaimana dengan simiskin?
Ketika sakit cuma sanggup melapor rt/rw berharap dapat & dapat mendapatkan bantuan, atau berjuang sendiri dengan fasilitas yg ada & terkadang tidak memungkinkan.

Untungnya saat ini pemerintah sudah ada program yg membagikan obat obatan pagi masyarakat yg positif & puskemas sering welcome dengan pasien yg positif.

Saat sakit juga keuangan sangat amat terpuruk, karena beberapa orang berharap dengan uang pebdapatab harian mereka.

Mungkin bagi temen2 yg melihat tetangga/teman/kerabat dll yg positif & tau mereka cuma mendapatkan uang dari penghasilan dapat dibantu, sedapat teman teman itu apa.


Spoiler for After Positif:

Sebenarnya sebelhm kita tau positif atau tidak harus dilakuakn test Antigen yg dimana harga antigen ini mahal.

Standar harga sekarang untuk antigen di Rp. 150.000 & ada beberapa tempat yg lebih mahal & lebih murah.

Masih ingat harga Rapid Test Antibody dulu? Di harga Rp. 250.000 & terus turun hingga dibawah Rp. 100.000 & sekarang? Tidak terpakai

Awal Antigen keluar diharga Rp. 350.000, Rp. 250.000 & sekarang disekitaran Rp. 150.000

Tentunya harga2 itu sangat memberatkan karena kebutuhkan akan Swab Antigen sangat banyak.

Mungkin sikaya mensiasatinya dengan Antigen mandilu, tetapi bagaimana dengan simiskin?

Jika harap tau dia positif atau tidak, mungkin sekarang dapat dengan ke Puskesmas tp kalau berdikari memakai uang sendiri? Hmm, sungguh berat.

Tapi rada aneh, beberapa apotik di warung buncit, jaksel dapat kasih harga di bawah Rp. 100.000 bahkan ada yg Rp. 78.000 saja.

Kenapa pemerintah tidak menciptakan aturan harga tertinggi di Rp. 100.000?

Nah begitu juga dengan after positif. Jika harap tau hasilnya sudah negatif harus swab antigen lagi bahkan harus PCR yg notabene harga terendah sekarang yg saya tau di Rp. 800.000 dengan mendapatkan hasil 3 hari, sedangkan kalau harap lebih cepat ya pastinya harganya lebih mahal lagi.




Mungkin itu beberapa disparitas yg saya temukan, atau agan & sista harap menambahkan di post bawah, boleh.

Tetap sehat & tetap hidup. Mohon maaf bila ada kesalahan tutur kata.​


Hari ini 12:31
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.