• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

perbedaan S.A.W dan A.S

TENKAWA_AKITO

IndoForum Junior C
No. Urut
16781
Sejak
7 Jun 2007
Pesan
2.062
Nilai reaksi
26
Poin
48
gini temen2..buat share aja..perbedaannya apa...lalu..kenapa hanya Rosulullah aja yang bergelar S.A.W?

terus ada ga dalilnya bahwa gelar S.A.W tersebut "tidak" boleh digunakan para nabi lain...jadi singkatnya contoh, boleh ndak saya bilang nabi Adam S.A.W gitu?

mohon dijawab yah?
 
Setiap Rasul pasti Nabi, tapi tidak semua Nabi itu Rasul...

Saw merupakan singkatan dari Shallallahu `alaihi Wa Sallam,sebuah lafaz yang
disunnahkan kepada kita untuk mengucapkannya ketika menyebut nama Rasulullah SAW.

Perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW merupakan perintah dari
Al-Quran yaitu :
" Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai
orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah
salam penghormatan kepadanya ."(QS. Al-ahzab : 56)

AS atau singkatan dari lafadz Alaihis Salam, ungkapan ini biasanya diberikan kepada para nabi dan Rasul...

"Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul."(QS. Ash-Shaffaat : 181)

Wallahualam...
 
okey..tapi maksud ane....bleh ga misal kita bilang nabi Nuh S.A.W gitu??



ada nggak dalil atau hadits yang mengatakan bahwa gelar S.A.W atau A.S tersebut hanya untuk nabi2 tertentu saja..?
 
okey..tapi maksud ane....bleh ga misal kita bilang nabi Nuh S.A.W gitu??



ada nggak dalil atau hadits yang mengatakan bahwa gelar S.A.W atau A.S tersebut hanya untuk nabi2 tertentu saja..?

Ane yang masih belajar ini, masih belum mendengar atau membaca hadits yang yang menerangkan gelar tersebut... namun ane dapat analogikan Rasul Muhammad SAW adalah sebagai nabi dan rasul akhir bagi seluruh umat manusia, bukan hanya umat tertentu saja... maka oleh sebab itu gelar atau pujian SAW disandang hanya oleh Rasulullah Muhammad SAW, Seperti yang ane quote dibawah...

"Muhammad" dalam bahasa Arab berarti "dia yang terpuji". Muslim mempercayai bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad adalah penyempurnaan dari agama-agama yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Mereka memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), dan menambahkan kalimat Shalallaahu 'Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya"; sering disingkat "S.A.W" atau "SAW") setelah namanya. Selain itu Al-Qur'an dalam Surah As-Saff (QS 61:6) menyebut Muhammad dengan nama "Ahmad" (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji".
untuk lebih jelasnya silahkan akhi baca ini : lebih lanjut dari wiki

Semoga bermanfaat.

Wallahualam.
 
> sekalian kasih inpoh pengertian RASUL dan NABI dunk qq:D:D

> GBU>:D<
 
baiklah teh renata...

Semua Rasul pasti nabi, tapi tidak semua nabi itu adalah rasul.

Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi mengatakan bahwa mereka telah menyebutkan perbedaan antara nabi dan rasul dan yang terbaik adalah bahwa orang yang diberikan berita oleh Allah swt dengan berita dari langit, jika dia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada orang lain maka ia adalah nabi dan rasul sedangkan jika dia tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang lain maka ia adalah nabi dan bukan rasul. Rasul lebih khusus daripada nabi, setiap rasul adalah nabi dan tidak setiap nabi adalah rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)

Syeikh ‘Athiyah Saqar mengatakan bahwa nabi adalah seorang manusia yang diberikan wahyu kepadanya dengan suatu syariat untuk diamalkan akan tetapi dia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Sedangkan Rasul adalah seorang manusia yang diberikan wahyu dengan suatu syariat untuk diamalkan dan dia diperintahkan untuk menyampaikannya.
terus tambahannya...
Kriteria nabi dan rasul

Dikatakan bahwa nabi dan rasul memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi, diantaranya adalah:

* Dipilih dan diangkat oleh Allah.
* Mendapat mandat (wahyu) dari Allah.
* Bersifat cerdas.
* Dari umat Bani Adam (Manusia).
* Nabi dan Rasul adalah seorang pria.[3][4]

Wallahualam...
 
okey..tapi maksud ane....bleh ga misal kita bilang nabi Nuh S.A.W gitu??

ada nggak dalil atau hadits yang mengatakan bahwa gelar S.A.W atau A.S tersebut hanya untuk nabi2 tertentu saja..?

Udah jelas tertulis di Alquran kok bro...

Seperti yang sudah disebutin ama Kang Cimohai, anjuran untuk bershalawat kepada Nabi tersurat dalam "QS. Al Ahzab : 56".

QS. Al-ahzab [33] : 56
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."

perhatikan yang di-bold... yang dipake adalah "nya" bukan "mereka" ... ;)

Jika dibaca dari lagi dari ayat 53 hingga 56 maka jelas anjuran itu spesifik hanya kepada Rasulullah seorang.


.
 
Setiap Rasul pasti Nabi, tapi tidak semua Nabi itu Rasul...


Wallahualam...
ga kebalik bro? yang bener tiap nabi itu pasti rasul (pasti utusan Allah) dan tidak tiap rasul (utusan Allah itu nabi), ingat Malaikat itu disebut utsan Allah tetapi Malaikat bukan nabi.

Nabi mendapat kitab langsung dari Allah, tetapi Rasul ada yang mendapat langsung dari Allah dan ada yang meneruskan kitab dari nabi sebelumnya, kita lihat ayat berikut

[3:81] Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya"209. Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".


;;)
 
ada artikel menarik mengenai rasul semoga menambah pengetahuan saja...

IMAN KEPADA RASUL-RASUL ALLAH
Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ahlus Sunnah beriman kepada Rasul-rasul yang diutus Allah kepada setiap kaumnya. Ar-Rusul bentuk jamak dari kata rasul), yang berarti orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu. Namun yang dimaksud ‘rasul’ di sini adalah orang yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada ummat.

Rasul yang pertama adalah Nabiyyullah Nuh Alaihissalam, dan yang terakhir adalah Nabiyyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-Nabi yang kemudian...” [An-Nisaa': 163]

Abu Hurairah Radhiyalllahu ‘anhu dalam hadits syafa’at menceritakan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam mengatakan: “Nanti orang-orang akan datang kepada Nabi Adam Alaihissalam untuk meminta syafa’at. Nabi Adam Alaihissalam meminta maaf kepada mereka, seraya berkata: ‘Datangilah Nuh Alaihissalam. Lalu mereka mendatangi Nabi Nuh Alaihissalam dan berkata:

"Wahai Nuh Alaihissalam, engkaulah Rasul pertama yang diutus Allah.” [2]

Allah Jalla Jalaluhu berfirman tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi ia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi dan adalah Allah Mahamengetahui segala sesuatu.” [Al-Ahzaab: 40]

Setiap ummat tidak pernah sunyi dari Nabi yang diutus Allah Subhanahu wa Ta’ala yang membawa syari’at khusus untuk kaumnya atau dengan membawa syari’at sebelumnya yang diperbaharui.

Allah Jalla Jalaluhu berfirman:

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap ummat (untuk menyerukan) ‘Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut...”’ [An-Nahl: 36]

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

"Sesungguhnya kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, dan tidak ada suatu ummat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan." [Faathir: 24]

Para Rasul adalah manusia biasa, makhluk Allah yang tidak mempunyai sedikit pun keistimewaan Rububiyyah dan Uluhiyyah serta mereka pun tidak mengetahui perkara yang ghaib. Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pemimpin para Rasul dan yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” [Al-A’raaf: 188]

Keyakinan bahwa ada selain Allah Azza wa Jalla yang dapat mengetahui perkara ghaib, maka keyakinannya adalah kufur. [3]

Para Rasul juga memiliki sifat-sifat kemanusiaan, seperti sakit, mati, membutuhkan makan dan minum, dan lain sebagainya. Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Nabi Ibrahim Alaihissalam yang menjelaskan Sifat Rabb-nya:

“Dan Rabb-ku, Dia-lah Yang memberi makan dan minum keadaku dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan-ku, dan Yang akan mematikanku kemudian akan menghidup-kan aku (kembali).” [Asy-Syu’araa’: 79-81]

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Aku tidak lain hanyalah manusia seperti kalian. Aku juga lupa seperti kalian, maka jika aku lupa, ingatkanlah.” [4]

Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan bahwa para Rasul mempunyai ‘ubudiyyah (penghambaan) yang tertinggi kepada-Nya.

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Nabi Nuh Alaihissallam:

"Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur" [Al-Israa’: 3]

Allah Jalla Jallaluhu juga berfirman tentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Mahasuci Allah Yang telah menurunkan al-Furqaan (Al-Qur-an) kepada hamba-Nya, agar ia menjadi pemberi peringatan ke-pada seluruh alam.” [Al-Furqaan: 1]

Allah juga berfirman tentang Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissalam

“‘Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan ia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” [Az-Zukhruf: 59]

Jadi, seluruh Nabi dan Rasul Alaihimussalam, termasuk Nabi ‘Isa Alaihissalam, adalah manusia biasa, hamba Allah dan bukan tuhan.

Iman kepada para Rasul mengandung empat unsur:

[1]. Mengimani bahwasanya risalah mereka benar-benar dari Allah Azza wa Jalla. Barangsiapa mengingkari risalah mereka, walaupun hanya seorang (dari mereka), maka menurut pendapat seluruh ulama ia dikatakan kafir.

Allah al-Haq berfirman:

“Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul.” [Asy-Syu‘araa’: 105] [5]

Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa mereka mendustakan semua Rasul, padahal hanya seorang Rasul saja yang ada (yaitu Nuh Alaihissalam) ketika mereka mendustakannya. Oleh karena itu, ummat Nasrani yang mendustakan dan tidak mau mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti mereka juga telah mendustakan dan tidak mengikuti Nabi ‘Isa al-Masih bin Maryam Alaihimussalam, karena Nabi ‘Isa Alaihissalam sendiri pernah menyampaikan kabar gembira dengan kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke alam semesta ini sebagai rahmat bagi semesta alam. Kata ‘menyampaikan kabar gembira’ ini mengandung makna bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang Rasul yang diutus Allah Azza wa Jalla, yang akan menyelamatkan mereka dari kesesatan dan memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan yang lurus.

[2]. Mengimani nama-nama Rasul yang sudah kita kenali, yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih.

Jumlah Nabi dan Rasul banyak sekali. Menurut riwayat bahwa jumlah Nabi ada 124.000 dan jumlah Rasul ada 315. [6].Adapun yang terkenal ada 25 Rasul.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan tentang para Nabi dan Rasul di dalam Al-Qur-an ada 25, yaitu Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Syu’aib, Ayyub, Dzulkifli, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakariya, Yahya, ‘Isa dan Muhammad, Shalawatullahu wa salamuhu ‘alaihim ‘ajmainnn. Lihat surat Ali ‘Imran: 33; Hud: 50, 61, 84; al-Anbiyaa': 85; al-An’aam: 83-86 dan al-Fath: 29.

Di antara nama para Nabi yang juga disebutkan di dalam As-Sunnah, yaitu Syiit dan Yuusya’ bin Nun. Sedangkan yang di-ikhtilafkan ulama, apakah ia Nabi ataukah hamba yang shalih, adalah Khidhir, Dzul Qarnain dan Luqman, wallaahu a’lam. [7]

Allah memberikan keutamaan sebagian Rasul atas sebagian yang lainnya. Rasul dan Nabi yang paling utama ada lima, yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ibrahim , Musa, ‘Isa, dan Nuh Alaihimussallam. Kelima Nabi dan Rasul itu disebut Ulul ‘Azmi. Allah menyebut mereka dalam dua tempat, yakni dalam surat al-Ahzaab ayat 7 dan asy-Syuura’ ayat 13.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan ‘Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.” [Al-Ahzaab: 7]

Terhadap para Rasul yang tidak kita ketahui nama-nama mereka, maka kita wajib mengimaninya secara global.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu...” [Al-Mu'min: 78]

[3]. Membenarkan berita-berita mereka yang shahih riwayatnya.

[4]. Mengamalkan syari’at Rasul yang diutus kepada kita. Dia adalah Nabi terakhir, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diutus Allah Azza wa Jalla kepada seluruh manusia.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Maka demi Rabb-mu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka suatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima sepenuhnya.” [An-Nisaa : 65] [8]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, PO BOX 7803/JACC 13340A. Cetakan Ketiga Jumadil Awwal 1427H/Juni 2006M]
_________
Footnotes
[1]. Lihat pembahasan ini dalam kitab Syarah Ushuulil Iimaan (hal. 34-39), ar-Rusul war Risaalaat oleh Dr. ‘Umar bin Sulaiman al-Asyqar, dan beberapa kitab lainnya.
[2]. HR. Al-Bukhari (no. 3340) dan Muslim (no. 194 (327)) dari Sahabat Abu Hu-rairah Radhityallahu 'anhu
[3]. Lihat Majmuu’ Fataawaa wa Rasaa-il (I/292, no. 115) oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dan Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah fil ‘Aqiidah (hal. 14).
[4]. HR. Al-Bukhari (no. 401), Muslim (no. 572 (89)) dan selainnya. Lafazh hadits ini adalah lafazh al-Bukhari, dari Sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'anhu.
[5]. Lihat juga QS. Asy-Syu’araa': 123, 141 dan 160.
[6]. HR. Ahmad (V/178, 179, 265) dan al-Hakim (II/262) dari Sahabat Abu Umamah. Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban (no. 94) dari Sahabat Abu Dzarr. Tentang jumlah Nabi dan Rasul riwayatnya shahih dari Sahabat Abu Umamah dan Abu Dzarr c, hanya saja terdapat sedikit perbedaan tentang jumlah Rasul, pada sebagian riwayat disebutkan 313 dan pada riwayat yang lain 315, wallaahu a’lam. Lihat Zaadul Ma’aad fii Hadyi Khairil ‘Ibaad (I/43-44) dan Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2668).
[7]. Tentang kisah Khidir, dapat dilihat dalam zhahir surat al-Kahfi ayat 65-82. Khi-dir dan Dzul Qarnain adalah Nabi, sedangkan Luqman adalah seorang hakim. Lihat Fat-hul Baari (VI/382-383) dan ar-Rusul war Risaalah (hal. 17-24) oleh Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar. Cet. III/ Maktabah al-Falaah, 1405 H.
[8]. Syarah Ushuulil Iiman (hal. 34-39) dan ar-Rusul war Risaalaat
 
Ikutan kasih masukan ya. /ok
gini temen2..buat share aja..perbedaannya apa...lalu..kenapa hanya Rosulullah aja yang bergelar S.A.W?

terus ada ga dalilnya bahwa gelar S.A.W tersebut "tidak" boleh digunakan para nabi lain...jadi singkatnya contoh, boleh ndak saya bilang nabi Adam S.A.W gitu?

mohon dijawab yah?

Mengapa hanya Rasulullah Muhammad yang bergelar Sallallahu Alaihi wa Sallam, sedangkan rasul lain hanya bergelar AlaihisSallam, maka kembali kepada Surah Al-ahzab ayat 56, bahwa Allah dan para malaikat bersalawat atas Nabi. Dan yang dimaksud dengan Nabi disini adalah Rasulullah Muhammad. Oleh sebab itu gelar Rasulullah Muhammad dibedakan dari rasul lainnya dan tidak boleh dipertukarkan.

Tentang perbedaan Nabi dan Rasul.
Ini adalah pelajaran yang saya dapat saat masih SD dulu :D
Kita kembali ke pengertian dasarnya, Pada dasarnya nabi dan rasul hampir sama. Mengapa saya bilang begitu? Karena keduanya sama² menerima wahyu dari Allah SWT, hanya saja dibedakan atas tugasnya, yaitu
  • Nabi
    Adalah orang yang menerima Wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.
  • Rasul
    Adalah orang yang menerima Wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan umatnya.
Jadi nabi tidak mempunyai kewajiban menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umatnya, sedangkan Rasul berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umatnya.

Jadi kesimpulannya seperti ini:
Seorang Nabi belum tentu Rasul, sedangkan seorang Rasul sudah pasti Nabi.

Dan dari salah satu kitab tafsir dijelaskan bahwa jumlah nabi ada 124 ribu orang dan jumlah rasul ada 315 orang. Namun yang wajib kita ketahui adalah 25 Nabi/Rasul yang tercantum dalam Al-qur'an.

Sedangkan jumlah Kitab yang diturunkan Allah ada sebanyak 104 kitab, namun yang wajib diketahui hanya 4 saja, yaitu
  • Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS.
  • Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS.
  • Injil diturunkan pada Nabi Isa AS, dan
  • Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW

Mudah²an cukup jelas. /ok
 
gini temen2..buat share aja..perbedaannya apa...lalu..kenapa hanya Rosulullah aja yang bergelar S.A.W?

terus ada ga dalilnya bahwa gelar S.A.W tersebut "tidak" boleh digunakan para nabi lain...jadi singkatnya contoh, boleh ndak saya bilang nabi Adam S.A.W gitu?

mohon dijawab yah?
yg perlu difahami adalah arti dari shalawat itu sendiri. pada dasarnya setiap nabi bershalawat, sehingga kitapun diperintahkan untuk bershalawat (al Ahzab :56). Shalawat adalah bntuk jamak dari kata "shalat" yg artinya do'a atw harapan. maka para nabi semuanya menyatakan do'a/harapan untuk hidup dg Islam. nah berarti kitapun seharusnya berharap seperti halnya harapan para nabi tsb. jadi mrpkn permohonan kpd Allah, agar kt semua diberikan keselamatan. sehingga makna SAW dg AS pada dasarnya adalah sama, yaitu harapan semoga tetap eksis hidup dg Dinul Islam... artinya gak ada sistem hidup lainnya, di mana Al Qur-an sbg pedoman hidup satu2nya.

~ Merged ~

ada artikel menarik mengenai rasul semoga menambah pengetahuan saja...
Ass.wr.wb. Mgkn terdapat perbedaan pandangan tentang makna Nabi dg Rasul,
- nabi : berasal dari kata pelaku "nabiyyun" yg berarti penyampai informasi, penyambung lidah, yang mengajar = semacam guru. maka dapat dilihat dari persoalan mengajarnya.
- rasul : dari kt rasuulun = utusan / duta sebagai pola dari satu ajaran. artinya jika berbicara rasul, maka persoalannya terletak pada pola dari isi ajaran tsb. sprti contoh, N.Muhammad sbg rasul, maka terdapat pola shalat pada dirinya, maka umat setelah beliau hanya menggunakan satu pola yaitu pola Rasulullah Saw, bukan pola nabi2 sblmnya. tapi umat nabi Sulaiman tdk mendapat pola dari N. Sulaiman melainkan dari pola Zabur N. Daud, karena N. Sulaiman tdk menerima risalah langsung utk dirinya, maka Ia menjalankan sunnah Zabur. lalu bagaimana bisa Adam As tdk dikatakan sbg rasul ?, sedangkan dia menerima wahyu juga dari Allah..?

~ Merged ~

> sekalian kasih inpoh pengertian RASUL dan NABI dunk qq:D:D

> GBU>:D<
ass.wr.wb. "nabi" : dari kt nabiyyun artinya orang yg mengajar / menginformasi. bs jg dikatakan sbg guru besar. maka yg dilihat adalah keguruannya.
"rasul" : dari kata rasuulun yg artinya utusan / duta / wakil. berarti terdapat pola tertentu pada seorang rasul. tp hati2 jika berbicara rasul, karena mnrt Al Qur-an terdapat dua macam rasul, yaitu rasul untuk yg Haqq (kebenaran) sprti halnya Rasulullah Muhammad Saw. namun ada rasul lain yaitu rasul bathil (utusan utk kebatilan) yaitu Iblis / Syaithan. lihat S.Maryam : 83. namun keduanya datang dari Allah. artinya Allah memberikan 2 macam alternatif hidup (Haqq & Bathil) melalui rasul2 yg diutus. jadi pada dasarnya Iblispun adalah rasul. maka Iblispun memberikan pola ajaran yg akan diikuti oleh manusia. ingat ! hidup ini adalah pilihan. wassalam....

~ Merged ~

Ikutan kasih masukan ya. /ok


Mengapa hanya Rasulullah Muhammad yang bergelar Sallallahu Alaihi wa Sallam, sedangkan rasul lain hanya bergelar AlaihisSallam, maka kembali kepada Surah Al-ahzab ayat 56, bahwa Allah dan para malaikat bersalawat atas Nabi. Dan yang dimaksud dengan Nabi disini adalah Rasulullah Muhammad. Oleh sebab itu gelar Rasulullah Muhammad dibedakan dari rasul lainnya dan tidak boleh dipertukarkan.

Tentang perbedaan Nabi dan Rasul.
Ini adalah pelajaran yang saya dapat saat masih SD dulu :D
Kita kembali ke pengertian dasarnya, Pada dasarnya nabi dan rasul hampir sama. Mengapa saya bilang begitu? Karena keduanya sama² menerima wahyu dari Allah SWT, hanya saja dibedakan atas tugasnya, yaitu
  • Nabi
    Adalah orang yang menerima Wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.
  • Rasul
    Adalah orang yang menerima Wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri dan umatnya.
Jadi nabi tidak mempunyai kewajiban menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umatnya, sedangkan Rasul berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterimanya kepada umatnya.

Jadi kesimpulannya seperti ini:
Seorang Nabi belum tentu Rasul, sedangkan seorang Rasul sudah pasti Nabi.

Dan dari salah satu kitab tafsir dijelaskan bahwa jumlah nabi ada 124 ribu orang dan jumlah rasul ada 315 orang. Namun yang wajib kita ketahui adalah 25 Nabi/Rasul yang tercantum dalam Al-qur'an.

Sedangkan jumlah Kitab yang diturunkan Allah ada sebanyak 104 kitab, namun yang wajib diketahui hanya 4 saja, yaitu
  • Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS.
  • Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS.
  • Injil diturunkan pada Nabi Isa AS, dan
  • Al-Qur'an diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW

Mudah²an cukup jelas. /ok
Yahudi-pun mendifinisikan nabi = org yg menerima wahyu utk dirinya sendiri ; rasul = org yg menerima wahyu utk disampaikan kpd umatnya.
seharusnya kita bongkar dulu arti keduanya menurut istilah atau tata bahasa (teori bentuk katanya) bahwa nabi = dari kt nabiyyun yg berarti penyampai berita/ penginformasi/ yang mengajar. sedangkan rasul = dari kt rasuulun yg berarti duta / utusan yg membawa satu pola ajaran.

~ Merged ~

ga kebalik bro? yang bener tiap nabi itu pasti rasul (pasti utusan Allah) dan tidak tiap rasul (utusan Allah itu nabi), ingat Malaikat itu disebut utsan Allah tetapi Malaikat bukan nabi.

Nabi mendapat kitab langsung dari Allah, tetapi Rasul ada yang mendapat langsung dari Allah dan ada yang meneruskan kitab dari nabi sebelumnya, kita lihat ayat berikut

[3:81] Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya"209. Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?" Mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu".


;;)
ikutan bro.. makna nabi adalah sesorang / sesuatu yg mengajarkan / yg menyampaikan. malaikat dikatakan rasul karena dia membawa misi kerasulan yaitu menyampaikan wahyu kpd rasul manusia. kira2 dalam menyampaikan wahyu kpd para rasul, apakah malaikat juga tidak mengajarkan wahyu tsb ...?
 
@ries nandar
Tolong jangan membuat banyak postingan dalam 1 hari. Gunakan fungsi Multi-Quote
multiquote_off.gif
untuk menjawab banyak postingan. /ok
Dan gunakan fasilitas edit
edit.gif
dalam menulis. /ok
 
waduh S.A.W sama A.S
gua bukan ahlinya tuh nnt salah jwab salah juga artinya jadi mending gua ga ikutan deh
heheheheh
 
waaaaaaaaah hanya tuhan yang tau mas
hwhehwhewe
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.