Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perayaan Adat Seren Tahun, Banyak Makna
Berbagai pagelaran budaya di Cigugur jadi daya tarik bukan cuma dijadikan tontonan namun juga jadi simbol kepribadian. Helaran & prosesi dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan dapat ditunjukkan dengan berbagai cara sesuai adat istiadat yg berada di masyarakat, seren taun 1945 saka sunda merupakan salah-satu upacara adat syukuran atas limpahan berkah yg didapat dari alam.
Pelaksanaan seren Tahun yg sudah jadi agenda tahunan ini, dilaksanakan di Paseban Cigugur Kuningan. Kamis (14/9/2017) Dihadiri perwakilan ketua adat dari Sabang hingga Marauke, Kementerian, Kapolres, Dandim & Bupati Kuningan.
Sementara itu Rama sepuh Pangeran Jati Kusumah diatas kursi roda mengatakan upacara seren taun tidak cuma digelar di Cigugur Kuningan saja namun dilaksanakan juga di daerah lain ditatar sunda namun yg membedakan di Cigugur dirayakan oleh masyarakat multi agama, adat serta dihadiri tidak cuma masyarakat lokal namun juga oleh masyarakat mancanegara.
Diungkapkan Dewi Kanti, seremoni adat seren taun di Cigugur Kabupaten Kuningan. merupakan akar penguat tabiat bangsa & juga perwujudan atas rasa syukur masyarakat yg mayoritas petani kepada karunia Sang Pencipta. Adat tersebut dirayakan setiap 22 Rayagung tahun saka sunda.
Kami sekarang melihat bahwa kondisi bangsa begitu banyak disharmonisasi karena akar kebudayaan itu dipilih sebagai tontonan yg diperuntukan kepriwisataan semata. Sebagai masyarakat adat yg sudah ada jauh sebelum negara. Tidak ada yg melebihi sebuah ketentuan yg sudah digariskan leluhur, ketentuan yg sudah diwariskan berupa manuskrip jadi aturan bagi kehidupan bangsa, ujarnya.
Sementara itu Bupati Kuningan, Acep Purnama mengatakan, dalam suasana yg dinamis diharapkan dapat memberikan apa yg jadi perwujudan bukti diri sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Budaya bangsa yg dilandasi nilai luhur berdasarkan Pancasila & Kebhinekaan Tunggal Ika.
Kami berharap supaya hal ini senantiasa dijiwai bagi setiap aspek pembangunan kebudayaan nasional, dikembangkan nilai-nilai budaya serta menggali & menyerap buatan budaya asing. Salah satu aspek dari pembangunan adalah mensinergiskan hal-hal baru didalam tatanan kehidupan berbangsa , bernegara & bermasyarakat, katanya.
Banyak helaran yg dilakukan namun yg sudah jadi khas yaitu Tari Buyung yg merupakan tarian adat sunda yg mencerminkan masyarakat sunda dalam mengambil air, ada lagi Pesta Dadung, Memeron, Ngajayak, Tarawangsa & lainnya. (Suhendra/Pubdok Bag. Humas Setda Kabupaten Kuningan)
Berbagai pagelaran budaya di Cigugur jadi daya tarik bukan cuma dijadikan tontonan namun juga jadi simbol kepribadian. Helaran & prosesi dilakukan sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan dapat ditunjukkan dengan berbagai cara sesuai adat istiadat yg berada di masyarakat, seren taun 1945 saka sunda merupakan salah-satu upacara adat syukuran atas limpahan berkah yg didapat dari alam.
Pelaksanaan seren Tahun yg sudah jadi agenda tahunan ini, dilaksanakan di Paseban Cigugur Kuningan. Kamis (14/9/2017) Dihadiri perwakilan ketua adat dari Sabang hingga Marauke, Kementerian, Kapolres, Dandim & Bupati Kuningan.
Sementara itu Rama sepuh Pangeran Jati Kusumah diatas kursi roda mengatakan upacara seren taun tidak cuma digelar di Cigugur Kuningan saja namun dilaksanakan juga di daerah lain ditatar sunda namun yg membedakan di Cigugur dirayakan oleh masyarakat multi agama, adat serta dihadiri tidak cuma masyarakat lokal namun juga oleh masyarakat mancanegara.
Diungkapkan Dewi Kanti, seremoni adat seren taun di Cigugur Kabupaten Kuningan. merupakan akar penguat tabiat bangsa & juga perwujudan atas rasa syukur masyarakat yg mayoritas petani kepada karunia Sang Pencipta. Adat tersebut dirayakan setiap 22 Rayagung tahun saka sunda.
Kami sekarang melihat bahwa kondisi bangsa begitu banyak disharmonisasi karena akar kebudayaan itu dipilih sebagai tontonan yg diperuntukan kepriwisataan semata. Sebagai masyarakat adat yg sudah ada jauh sebelum negara. Tidak ada yg melebihi sebuah ketentuan yg sudah digariskan leluhur, ketentuan yg sudah diwariskan berupa manuskrip jadi aturan bagi kehidupan bangsa, ujarnya.
Sementara itu Bupati Kuningan, Acep Purnama mengatakan, dalam suasana yg dinamis diharapkan dapat memberikan apa yg jadi perwujudan bukti diri sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Budaya bangsa yg dilandasi nilai luhur berdasarkan Pancasila & Kebhinekaan Tunggal Ika.
Kami berharap supaya hal ini senantiasa dijiwai bagi setiap aspek pembangunan kebudayaan nasional, dikembangkan nilai-nilai budaya serta menggali & menyerap buatan budaya asing. Salah satu aspek dari pembangunan adalah mensinergiskan hal-hal baru didalam tatanan kehidupan berbangsa , bernegara & bermasyarakat, katanya.
Banyak helaran yg dilakukan namun yg sudah jadi khas yaitu Tari Buyung yg merupakan tarian adat sunda yg mencerminkan masyarakat sunda dalam mengambil air, ada lagi Pesta Dadung, Memeron, Ngajayak, Tarawangsa & lainnya. (Suhendra/Pubdok Bag. Humas Setda Kabupaten Kuningan)