Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Siapa di antara kita yg pernah sakit kemudian mendapatkan perawatan, baik di puskesmas, klinik, maupun rumah sakit pasti akan berjumpa dengan orang yg mendapat gelar sebagai perawat?
Siapa mereka?
Dimulai dari lulus SMA kemudian melanjutkan pendidikannya sebagai perawat. Entah pendidikan & pelatihan semacam apa yg diberikan yg jelas kita akan melihat hasil proses pendidikan itu setelah mereka terjun langsung jadi perawat. Beberapa, ada sih yg ketus namun beberapa hesar dari mereka ramah, santun, sopan, & berperangai sangat baik.
Kadang kita hingga lupa mereka seperti kita atau seperti malaikat.
Bayangkan saja, dengan pakaian lengkap, seragam yg dikenakan terlihat megah & menyejukkan mata. Jika mereka datang mendekati pasien, 80 % rasa khawatir akan hilang.
Selang infus yg macet atau terlepas, lengan yg bengkak, nyeri hebat & sebagainya akan mendapat penanganan.
Sebelum ada corona, sebelum setiap orang wajib mengenakan masker, bibir tipis dengan senyum menawan lalu berkata, "Permisi..." Setelah mengetuk pintu kamar rawat inap & dengan keyikan penuh sanggup melerai derita & keksusahan pasien serta penjaga padien. Mereka benar-benar seperti malaikat.
Saat membetulkan & mengayur selang infus, mengecek tekanan darah, & denyut jantung orang tidak akan menyangka kalau di kepala mereka, di hati mereka juga menanggung beban kehidupan.
Ada yg harap segera pulang, harap segera berjumpa keluarga & bercengkerama bersama mereka. Bahkan ada di antara mereka menyimpan kesusahan. Mungkin lebih susah dari pasien & penunggu pasien, namun tersembunyi sangat rapi. Yang kita lihat, mereka seperti malaikat penyelamat.
Beberapa hari berada di rumah sakit, sudah mengajarkan pada gw, betapa berat tugas & tanggung jawab perawat. Dengan tidak mengenal kantuk, bahkan saat tengah malam begitu ada masalah dalam kamar pasien mereka siap sedia tanpa pernah mengeluh. Dengan sigap melayani apa keluhan & permintaan pasien.
Gw pernah memperhatikan, setelah mereka ke luar rumah sakit. Ganti seragam dengan pakaian biasa, mereka sama seperti kita. Berdiri di tengah panas menanti angkot untuk pulang. Melihat jam takut terlambat (mungkin saja anak mereka ada yg sedang sakit di rumah), memegang perut karena merasa lapar, menyeka keringat karena panas & pengab.
Sungguh! Kita pasti akan sangat berterimakasih pada kehadiran mereka. Sebuah pekerjaan yg amat mulia. Sebagian akbar mendapatkan gaji yg tak seberapa tetap ikhlas bekerja & meniti karirnya.
Tulisan ini gw buat sebagai bentuk terimakasih yg teramat dalam setelah beberapa hari berada di rumah sakit & menunggu pasien rawat inap.
Kepada para perawat di seluruh dunia, semoga kalian semua mendapatkan balasan yg setimpal dari keramahan, keikhlasan, serta kerja kerasnya selama ini.
Pasien, penunggu pasien, & yg lainnya, mereka adalah orang yg sabar, namun kalian semua lebih sabar ternyata.
Oleh karena itu, tak berlebihan kirnanya kalau kali ini gw anggap kalian sebagai malaikat yg memberi rasa kondusif pada pasien & keluargnya.
Dengan tidak menutup mata kepada pada dokter, & paramadik kelengkapan puskesmas, klinik & rumah sakit. Mereka semua sudah berjasa memberi pertolongan pada pasien yg membutuhkan.
Alhamdulillah ya Allah.... Ternyata masih banyak orang yg berhati mulai & ikhlas & mengerjakan pekerjaannya.
Hari ini 06:19