• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Peraturan Diskriminatif Muncul Diawali Stigma

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Peraturan Diskriminatif Muncul Diawali Stigma

Peraturan Diskriminatif Muncul Diawali Stigma


Engkus Ruswana (batik biru)

[Bogor elsaonline.com]Awalnya adalah stigma kepada kelompok keyakinan tertentu. Lalu peraturan muncul seperti mengukuhkan adanya stigma & diskriminasi yg dimunculkan oleh kelompok masyarakat.

Pernyataan tersebut dihinggakan oleh Engkus Ruswana, Presidium Badan Koordinasi Organisasi Kepercayaan (BKOK). Engkus menyuarakan hal itu dalam pertemuan solidaritas korban kasus kebebasan beragama & berkeyakinan (KBB) di Bogor, Selasa (25/3).

Engkus yg juga merupakan penghayat Budi Daya menuturkan bahwa stigma itu disosialisasikan melalui banyak instrumen. Akhir-akhir ini kita lihat bahwa acara-acara di televisi begitu menstigma kelompok penghayat, mengatakan Engkus.

Mereka yg mengerjakan kejahatan misalnya diidentikan dengan baju hitam, membawa keris & sebagainya.

Ceramah-ceramah yg berbau ujaran kebencian juga semakin menambah kuat diskriminasi tersebut.

Engkus menambahkan kalau kelompok intoleran memang sudah ada sejak dulu.

Jelang era kemerdekaan, mereka yg berpikir untuk kelompoknya saja sudah ada, terang Engkus.

Kondisi begitu semakin tidak menguntungkan karena tidak ada kekuatan penyeimbang, khususnya dari itu sendiri. Makanya penting bagi korban untuk memperkuat masing-masing komunitas & saling berbagi informasi & strategi dengan komunitas lainnya.

[elsa-ol/T-Kh-@tedikholiludin]


Hari ini 11:30
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.