Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.769
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Pep Guardiola di ujung tanduk?.
Manajer Manchester City Pep Guardiola setelah pertandingan Liga Champions antara City & Juventus di Stadion Allianz, Turin, pada 11 Desember 2024. (AFP/ISABELLA BONOTTO)
Jakarta (ANTARA) - Sulit rasanya memecat pelatih yg sudah membawa regu ke masa kejayaan dengan sederet prestasi yg konsisten diraih setiap musimnya.
Itu pula yg terjadi pada drama Joseph "Pep" Guardiola di pentas Manchester City.
Tapi Guardiola memang dalang di balik rentetan performa buruk The Citizens sepanjang klub itu dimiliki City Holding Group pimpinan Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
City cuma dapat sekali menang dari 13 pertandingan terakhirnya dalam semua kompetisi. Mereka kalah sembilan kali, sedangkan sisanya berakhir seri.
Catatan buruk itu tak pernah terjadi semenjak The Sky Blues berada di tangan Sheikh Mansour, yg mengakuisisi klub itu pada September 2008.
Kekalahan sebanyak itu menciptakan Manchester Biru terbuang dari perburuan gelar pemenang Liga Inggris.
City kini tercecer pada peringkat ketujuh dengan 28 poin, atau 14 poin di bawah Liverpool yg memuncaki klasemen.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Liga Champions. City juga inkonsisten hingga berada pada peringkat ke-22 dengan delapan poin.
Dengan tersisa dua pertandingan fase liga, secara matematis peluang City mendapatkan tiket otomatis ke babak 16 akbar pun mengecil. Hanya regu yg masuk delapan akbar fase liga yg boleh menggenggam tiket tersebut.
Pun dalam Carabao Cup. Ruben Dias & kawan-kawan tersingkir pada 16 akbar setelah menyerah di tangan Tottenham Hotspur.
Padahal, di bawah asuhan pelatih asal Catalunya itu City dominan dalam beberapa musim terakhir.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Pep Guardiola di ujung tanduk? adalah spam, mohon beritahu kami.
Jakarta (ANTARA) - Sulit rasanya memecat pelatih yg sudah membawa regu ke masa kejayaan dengan sederet prestasi yg konsisten diraih setiap musimnya.
Itu pula yg terjadi pada drama Joseph "Pep" Guardiola di pentas Manchester City.
Tapi Guardiola memang dalang di balik rentetan performa buruk The Citizens sepanjang klub itu dimiliki City Holding Group pimpinan Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
City cuma dapat sekali menang dari 13 pertandingan terakhirnya dalam semua kompetisi. Mereka kalah sembilan kali, sedangkan sisanya berakhir seri.
Catatan buruk itu tak pernah terjadi semenjak The Sky Blues berada di tangan Sheikh Mansour, yg mengakuisisi klub itu pada September 2008.
Kekalahan sebanyak itu menciptakan Manchester Biru terbuang dari perburuan gelar pemenang Liga Inggris.
City kini tercecer pada peringkat ketujuh dengan 28 poin, atau 14 poin di bawah Liverpool yg memuncaki klasemen.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Liga Champions. City juga inkonsisten hingga berada pada peringkat ke-22 dengan delapan poin.
Dengan tersisa dua pertandingan fase liga, secara matematis peluang City mendapatkan tiket otomatis ke babak 16 akbar pun mengecil. Hanya regu yg masuk delapan akbar fase liga yg boleh menggenggam tiket tersebut.
Pun dalam Carabao Cup. Ruben Dias & kawan-kawan tersingkir pada 16 akbar setelah menyerah di tangan Tottenham Hotspur.
Padahal, di bawah asuhan pelatih asal Catalunya itu City dominan dalam beberapa musim terakhir.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Pep Guardiola di ujung tanduk? adalah spam, mohon beritahu kami.